Taruhan Manis

Taruhan Manis
30. Be Always


__ADS_3

Sepanjang Sisa bulan sebelum UN, para sahabat dalam satu Genk, yaitu Nena, Lulu, Nouval, Ardi, Phillip, Dika dan Ivan menjalankan rutinitas keseharian mereka seperti biasanya.


Datang Kesekolah berkumpul di Terminal kemudian berjalan kaki menuju sekolah dan ketika Pulang Sekolah akan berjalan bersama menuju terminal, lalu berpisah.


bedanya sekarang ketambahan Silla dan Sinta.


Tidak jarang dalam satu minggu mereka akan akan berkumpul di sore atau malam hari untuk belajar dan bermain bersama.


Tiba suatu hari satu bulan menjelang UN, Nena mendapatkan panggilan telpon dari Om Tanto - Papanya Nouval yang meminta Nena menemuinya di kantornya. Papa Nouval berpesan agar tidak memberitahukan pada Nouval.


Pada awalnya Nena merasa heran, namun tetap mengikuti kemauan Om Tanto dan mendatangi kantor tanpa sepengetahuan Nouval.


Sesampainya didalam gedung kantor Nena menyampaikan tujuan nya pada resepsionis. Kemudian Nena diantar ke ruangan CEO PT. Tantowi Corp. yaitu Papanya Nouval.


"Silahkan masuk... Oh, Nena ayo masuk silahkan duduk"


"Permisi, Selamat Sore Om.."


Nena mengucapkan salam lalu mengambil tempat di sofa single yang ada dalam ruangan kantor tersebut.


"Apa kabar Nena? oia, Selamat yah untuk beasiswa nya.. luar biasa kamu. Om bangga dengan pencapaian kamu."


"Trimakasih Om. Tapi saya blom tau mau mengambilnya atau tidak."


"Kenapa?"


Nena menceritakan jika beasiswa yang dia peroleh hanya memenuhi biaya sekolah secara penuh & Biaya Asrama selama pendidikan di SMU - Singapoure, Tetapi makan dan akomodasi serta lainya tidak termasuk.


"Agak berat jika saya harus mengambilnya Om, kesian Ayah dan Ibu. Saya lagi berpikir untuk mengambil kuliah disini aja nyambi kerja."


"Nena, bagaimana jika saya memberikan penawaran?"


"Penawaran gimana yah Om?"


"Kamu ambil beasiswa itu, lalu untuk biaya hidup kamu selama 4tahun disana akan saya tanggung setiap bulan nya. hanya 1 syarat dari saya."


"Syarat apa itu Om?"


"Bantu Nouval untuk konsentrasi membantu bisnis saya skalian study nya sendiri."


"Tentu saja akan saya bantu Om."


"Saya berencana menyekolahkan Nouval ke Amerika, tapi dia menolak.. alasanya ngurus Cafe-nya dan khawatir dengan kesehatan saya. padahal saya dan mama nya tau, dia berat ke kamu."


Deg.


Jantung Nena seolah mau copot mendengar penuturan papa dari pacarnya.


Apa ini maksudnya aku disuruh putus dari Nouval yah? pikir Nena.


"Saya tidak meminta kalian untuk putus. hanya saja saya minta kalian saling bantu untuk masa depan kalian. Hanya saling konsentrasi dengan study masing masing selama 4tahun."

__ADS_1


Seolah bisa membaca pikiran nya, Papa Nouval kembali melanjutkan. Nena hanya terdiam mencoba mencerna omongan papa Nouval.


"Maksud Om, selama saya dan Nouval kuliah... kami tidak saling kontak gitu?"


"Tidak harus seperti itu, sekarang jaman teknologi, kalian tentu masih bisa berhubungan melalui medsos.. hanya saja jika harus saling bertemu saat liburan, pasti akan mengganggu kan?"


"Ooooh... maksud Om, Selama 4tahun Nouval di Amerika dan saya di Singapoure.. kami tidak boleh saling mengunjungi dan ndak boleh pulang ke Indonesia ya?"


Om Tanto tersenyum pada Nena dan menganggukan kepalanya.


"Bagimana?"


"Om.. boleh saya bicarakan dulu dengan orang tua saya? Nanti saya akan beritahu keputusan saya"


"Nena, hari senin minggu depan Ayah kamu akan mulai bekerja kembali di perusahaan saya meskipun tidak menempati posisinya yang dulu dan beliau juga hanya menandatangi kontrak untuk 5tahun bekerja sebagai auditor perusahaan saya. Kamu bisa titip ke beliau hasil keputusan kamu?"


"Baik Om.. Kalau begitu saya permisi, Selamat Sore Om."


Nena berdiri dan menyalim tangan Om Tanto lalu berjalan ke arah pintu, sebelum membuka pintu Nena berbalik dan berbicara dengan yakin


"Oia, Si Nouval pasti akan mendahulukan kepentingan Orang Tua dan Usahanya daripada kepentingan nya sendiri kok Om."


"Kamu kok bisa yakin?"


"kalo dia gak begitu, mana mau saya pacaran ama dia. Permisi Om"


Tanpa sadar Pak Tanto tertawa sendiri dalam kantornya.


-------------------------


Sementara di malam harinya didalan kamarnya Nouval tidak sabaran menunggu papanya pulang dari kantor. Sejak sore dia ingin langsung berbicara dengan papanya setelah mendapat kabar dari Vian dan Phillip perihal Nena baru saja keluar dari kantor papanya. Dan Vian menceritakan hasil pembicaraan Om Tanto dengan Nena yang membuat Nouval marah besar karena menurut Nouval Papanya berniat memisahkan Nena dan dirinya.


"Lama amat sih pulangnya giliran ditungguin? Pa, apa maksud papa manggil Nena ke kantor? apa sih mau papa?"


Nouval membombardir papanya dengan berbagai pertanyaan, sedangkan sang papa hanya bisa tertegun sesaat.


"Papa boleh duduk dan minum teh dulu? ato makan dulu deh, laper nih."


"Minum Teh aja. makan nya nanti barengan, Nouval juga blom makan. skarang jawab Ngapain Nena di panggil tanpa ngasih tau aku?"


"Kamu dikasih tau Nena? kenapa gak nanya Nena kok gak ngajak kamu?"


"Dih.. papa ribet deh. Aku tau dari Bang Vian dan Phillip. lagian kalo aku nanya ke Nena, mana mau dia cerita"


Jawaban nya membuat tanda senyum pada wajah papanya, dan Nouval memperhatikan itu dan melanjutkan pertanyaan nya


"Papa gak usah senyum senyum. sekarang jawab, ngapain nyuruh nyuruh Nena supaya gak ketemuan ama aku slama 4 tahun? Papa gak kasian ama anak nya kalo lumutan gimana?"


"Kalo sampe lumutan, berarti salah kamu sendiri. kan skarang gak kek jaman dulu kalo mo telpon kemakan ama roaming telpon, sekarang video call murah. Lagian Papa salut ama Nena, dia yakin loh sama kamu kalo kamu bisa bertahan demi orang tua dan perusahaan. Padahal papa sendiri sempat ragu ke kamu. Kalo beneran kamu seperti yang dia omongin, tepat HUT kamu ke 22 tahun, Papa akan lamar dia."


"...."

__ADS_1


"Kamu kok diam? Tadi apa pertanyaan selanjutnya?"


"Gak bisa lamar sekarang aja? Jadi Nouval brangkat kuliah rada entengan gitu."


"Buahahahahahah.... Kalo pun papa mau, emang kamu yakin Nena dan orang tua nya mau terima lamaran kamu?"


"Duuh.. si Papa ngapain sih ikut campur urusan anak anak?"


Nouval frustasi dengan pikiranya sendiri. Lalu Papanya melanjutkan pembicaraan nya


"Kalo kalian terus bersama, kalian tidak bisa melihat dunia luar dengan segala problematika nya. pembelajaran yang bisa kalian dapat hanya sedikit. Tapi jika kalian berpisah sesaat ketika tidak dalam keadaan berantem, kalian bisa memperdalam perasaan kalian satu dengan lain nya dan Ilmu yang kalian peroleh juga banyak."


"Oke. Aku pegang kata kata papa... tepat usia 22tahun ku Papa harus lamar Nena."


"Papa Janji. Tapi... kalo dia belum ada pasangan loh ya"


"Pa...."


Nouval hanya bisa mendesis mendengar candaan papanya.


--------------------------


"Nen, kamu kok tega sih? beberapa hari aku ngasih kesempatan untuk kamu jujur, tapi sepertinya kamu emang gak niat jujur ke aku yah?"


Nouval menyemburkan kemarahan yang dia pendam beberapa hari ketika dalam perjalanan dari sekolah menuju terminal, Nouval sengaja menahan langkah Nena agar berjalan bersamanya di belakang.


"Tentang apa?"


"Kamu ke kantor papaku dan ngobrol soal kita tanpa ngebahas dengan aku."


"Kamu marah hanya karena itu? Sayang, aku bukan gak jujur, hanya cari waktu yang tepat aja..."


"Kapan itu? Setelah UN, sesaat sebelun kamu brangkat? Trus, kita ngegantung gitu?? AKU GAK MAU. TITIK"


"kita konsen UN dulu. Kalo Nilai UN kamu lebih tinggi dari aku.. Aku gak ke Singapoure. Tapi kalo nilai ku lebih tinggi, boleh dong aku ambil kesempatan untuk masa depanku?"


"..."


-------------------------


Pengumuman hasil UN telah keluar, hasilnya seperti yang sudah di prediksi Nena mengukuhkan posisinya sebagai Ratu di kalangan anak IPS mengalahkan Ridho.


"Jadi, kamu tinggalin aku begitu aja?"


"Loh kan.. kita sama sama pergi. gak ada yang ditinggalin. Cuma 4Tahun, Gak bakal terasa."


"Kalo kamu kegaet cowo lain?"


"Itu berarti pesona seorang Nouval sudah pudar."


Nena menjawab sekenanya dan mendapatkan sebuah cubitan mesra dari Nouval.

__ADS_1


__ADS_2