Taruhan Manis

Taruhan Manis
10. Kencan kedua Yukkk.. silahkan merapat... Jangan Lupa Like dan Vote nya yaaa


__ADS_3

"Kamu udah tau, kenapa gak bilang bilang sih?


Nena protes karena merasa di tipu


"Sedang menikmati aja pacaran karena di tembak kamu"


"yee.. enak banget yah hidup mu"


"Siapa bilang? sebelum kamu suruh pacaran, hidup ku gak enak sama sekali.


"Kenapa gitu?"


"Gak bisa mukul Ardi kalo rangkul kamu, Gak bisa marah kalo Ivan toel toel dagu dan pipi kamu, Gak bisa ngelarang kalo Dika manggil sayang, Gak bisa protes kalo Phillip manggil kamu Nen-Nen. Nyeseeekkk tauuuu.."


Nena menatap Nouval sedang menimbang nimbang sesuatu


"Kenapa sayang?" Nouval melirik Nena


"Kalo kamu sudah suka aku dari dulu, kenapa gak nembak aku duluan sih??


Dengan cepat dan intonasi tinggi Nena menyuarakan kekesalanya pada Nouval, disambut tertawaan Nouval yang membahana di dalam mobil


"hahahahah..., aku takut kamu tolak. Kamu sih akrab ke semua anak cowok, aku takut kege-eran."


"Nouval nyebelin iiicchh... kan aku jadi malu harus nembak kamu di tengah lapangan gitu."


"Kan ku terima"


"Tetepan Malu..." Nena masih ngotot


"Tapi kan kita sudah putus. trus aku dah balik nembak kamu."


"Gak ada orang lihat"


"Lah Dika, Phillip, Lulu, Ivan, Ardi bukan orang yah?"


"Iiiiichhh... Nouval achh" Nena cemberut


"Maaf yah sayang, aku lambat reaksi. kalo aku tau kamu juga suka aku.. dah pasti ku tembak duluan."


"Sejak kapan suka ama aku?"


"Sejak kamu manggil Ardi untuk baris awal orientasi"


"Hahhhh?? Kenapa...?"


"Cuma kamu satu satunya cewek yang senyum, manggil Ardi yang kucel, item, tinggi besar itu"


Nouval menjelaskan bersamaan dengan selesai memarkiran mobilnya di depan rumah Nena, Nena langsung turun


"Maksud aku, kenapa gak langsung nebak aku saat itu juga!"


sepersekian detik Nouval baru tersadar dan


"buahahahahaha.... iya, iya maaf"


Nouval tertawa mengikuti Nena masuk kedalam rumahnya, disambut oleh Dion


"Eh, Mas Nouval datang. bayar pajak dulu.."


"Dion! gak sopan.." Nena menegur Dion


"Bercanda Kak.."


"Maaf yah, Mas lupa belikan... nanti yah"


"Jangan di janjikan Val, nanti dia tagih loh.."


Dion cemberut menatap Nena dan meninggalkan Nouval untuk bermain.


"Ayah dan Ibu mana, Na?"


"Paling Ibu lagi istirahat di kamar. kalo Ayah sepertinya lagi di belakang. Mo pamit yah? Ntar ku panggilkan ya.."


"Ndak usah, kamu mandi aja dulu.. Kita lanjut jalan aja"


"Masih jam 2siang Val... kan janjian ama anak anak jam 6 sore."


"Kita jalan dulu berdua sayangku, lalu lanjut bareng mereka"


"oooh.. lama donk. Aku ijin Ayah dulu ya.."


"Nanti aku yang minta ijin, kamu mandi aja dulu gih.."


"pede banget kamu bakal di ijinkan Ayah"


"Perlu ku mintai ijin pulang besok siang?"

__ADS_1


Nena tertawa sambil berjalan masuk dalam kamarnya.


45 menit berselang Nena melihat Nouval yang sedang duduk di teras sedang ngobrol santai bersama Ayah dan Ibu nya


"Yuk brangkat" Nena mengajak Nouval


"Duuh yang mo kencan, buru buru banget"


Ibu menggoda Nena


"Apaan sih Ibu"


"Ayah dan Ibu ijinkan, yang penting jalani hubungan yang sehat dan bener"


Ibu menasehati Nena dan Nouval sekalian


"Kamu ngasih tau?" Nena bertanya pada Nouval


"Daripada sembunyi sembunyi"


"Kamu mau gak ijinnya?" Ayah menggoda Nena


"Mau!" Nena menjawab dengan cepat dan mantap


Nouval, Ayah dan Ibu tertawa serempak.


Akhirnya Nena dan Nouval pamit keluar.


"Kita kemana Val"


"Sayang.."


"Hah?"


"Mulai sekarang, kalo cuma berdua harus panggil sayang"


"Kenapa gitu?" Nena menggoda Nouval


"Nenaa..." Nouval geram dengan Nena


"Tuuuh... kamu malah manggil namaku, bukan sayang"


Merasa lucu kata katanya dibalikan oleh Nena, Nouval tersenyum senyum sendiri.


"Dih.. kenapa tuh mukanya? senyum gak ilang ilang?" Nena menggoda Nouval


"hehe.. kamu entah orang keberapa yang bilang begitu dalam beberapa hari ini"


"Gak tau deh sayang, sejak kamu nembak aku.. aku jadi hobi senyum."


"oooh kamu kena Syndrome-Pacar tuh"


"Emang ada kek gitu?"


"Ya adalah.. kalo jadi pacarnya Yunena Loudia"


Tawa Nouval kembali membahana didalam mobil.


Nena jadi mengingat ingat juga, sejak kejadian di tengah lapangan itu wajah Nouval memang jadi lebih banyak tersenyum dari biasanya dan sikap Nouval juga jadi berbeda, lebih banyak kata kata yang di ucapkan bahkan terkadang genit.


Nena merasa senang karena perubahan sikap Nouval disebabkan oleh dirinya. Nena pun ikut tersenyum


"Kita makan dulu yah.. laper nih"


Nouval mengajak Nena memasuki salah satu cafe yang baru buka beberapa tahun belakangan ini dan cukup nge-hits di kota mereka.


Namun Nena merasa heran, karena Nouval membawa Nena masuk melalui pintu belakang.


"Siang Mas"


"Eh, Pak Bos sudah datang"


Beberapa pegawai yang berpapasan menyapa mereka. Nena langsung mengerti kalo Cafe ini adalah milik Nouval.


"Waaah.. temanya gak dikenalin Mas?"


"oia, Kenalin ini Nena calon istri saya"


Mata Nena melotot pada Nouval, dibalas senyuman manis oleh Nouval.


Nena dibawa masuk ke sebuah ruangan, di lantai 2 yang Nena yakin merupakan ruang kerja Nouval.


"Gak apa kan kalo kita makannya disini? aku mo nyambi selesaikan kerjaan dikit"


"Kamu mo kerja? tau gitu kan gak usah ngajak jalan Val"


"Cup" Nouval mengecup bibir Nena

__ADS_1


"Kalo manggil nama, ku cium"


"Dih.."


"Ayuuk donk duduk, kamu mau makan apa?"


"Apa aja deh, yang penting cepat siap dan mengenyangkan"


"Aku!" Nouval menjawab cepat


"Kalo kamu bisa diabisin.. ku makan deh"


Nouval mencubit mesra pipi Nena lalu memesan makanan. Sementara menunggu makanan, Nouval membuka laptop kerja nya dan mulai mengerjakan pekerjaanya


"Ini punya mu pribadi?"


Nena bertanya sementara matanya melihat jendela berkaca reyben di seberang meja kerja Nouval yang memberikan pemandangan dibawah, semua kegiatan pengunjung Cafe dapat di lihat dari kaca tersebut.


"Ehem"


"Sejak kapan?"


"Sejak awal dibuka"


"Kok kami gak pernah tau?"


Nouval mengangkat kepalanya menatap punggung Nena merasa heran lalu tersenyum. mengingat Nena adalah teman se-genk nya yang tidak terlalu kepo apalagi mengusik kehidupan pribadi orang, jika orang itu gak mau cerita ato gak mau ngasih tau.. ya sudah gak usah repot itu prinsip Nena


Anehnya, Nena adalah satu satunya teman ceweknya yang sangat peka terhadap lingkungan dan orang orang di sekitarnya, khususnya sahabat sahabatnya. Nena akan menjadi orang pertama yang akan bertanya 'ada apa?' jika dirasa ada yang tidak beres.


Itulah sebabnya Nena menjadi tempat curhat se-genk nya. Karena Selain memiliki kepekaan dan sikap tenangan yang tinggi, Mulut Nena juga tidak bocor.


"Kok Bengong?"


"Lagi mikir, sekarang kamu bener bener pacar aku yah?"


"Nouval.. jawabanya gak nyambung"


Dengan sigap Nouval berdiri dan berjalan cepat meraih Nena, Nena terkejut langsung tersadar dengan cepat berusaha memperbaiki ucapanya


"Say.."


"Cup"


Perbaikan ucapan Nena bersamaan dengan bibir Nouval yang mendarat manis di bibir Nena.


awalnya kecupan singkat, lalu Nouval menekan bibirnya dan memperdalam ciumannya, Nena membuka mulutnya ingin protes langsung dimanfaatkan Nouval memasukan lidahnya kedalam mulut Nena dan memainkan lidahnya.


Tubuh Nena lunglai karena permainan bibir dan lidah Nouval, Nouval dengan sigap melingkarkan tangan kirinya di pinggang Nena sedangkan tangan kananya menahan tengkuk leher belakang Nena.


Dengan nalurinya Nena mengikuti permainan bibir dan lidah Nouval, membalas ciuman Nouval. kedua tanganya berada di pinggang Nouval.


Karena membutuhkan udara, kehabisan napas akhirnya mereka melepaskan tautan mulut mereka. Mata mereka saling menatap intens


Lalu mereka berciuman lagi lebih lama dari sebelumnya, tangan Nena sudah melingkar di leher Nouval menggantungkan diri dengan santaj supaya tidak jatuh. Nouval memeluk pinggang Nena dan leher belakangnya. Karena kehabisa napas pula mereka melepaskan tautan bibir mereka.


"Sayang, Kalo kita lanjutkan lagi.. aku takut gak bisa nahan diri"


Nouval berkata lirih lalu membawa Nena dalam pelukannya. Nena pun membalas pelukan mesra Nouval.


"ditahan yah sayang sampe waktunya"


"Aku sayang kamu Na"


Ungkapan isi hati pertama Nouval pada cewek. Nena membalas dengan mengeratkan pelukanya di punggung Nouval dan mengelus mesra punggung Nouval. beberapa saat mereka sangat menikmati posisi mereka.


"Semoga makananya lama datang yah"


Nena bersuara, disambut tawa kencang Nouval. Nouval melonggarkan pelukanya dan melihat Nena


"kan.. udah ku bilang, kamu makan aku aja."


"Kamu gak bisa dimakan, cuma bisa dinikmati"


Tokk.. Tokk..


anak buah Nouval membawakan makanan pesanan Nouval.


setelah menyelesaikan makan, Nouval melanjutkan pekerjaanya. Nena duduk santai di sofa sambil membaca buku tentang management milik Nouval.


Pukul 17.20


Nouval menutup Laptopnya lalu mengajak Nena keluar dari Cafenya. masuk mobil dan menuju Mall tempat janjian dengan teman temanya.


"Lain kali kalo ngajak temani kerja, bilang yah supaya aku bisa bawa buku atau tugas dari rumah"


"Beneran ada lain kali? gak bosan?"

__ADS_1


Nena tersenyum, menggeleng.


Nouval kaget namun merasa senang, Tadi dia sempat khawatir Nena akan merasa bosan menemani nya kerja.


__ADS_2