
Ucapan Phillip disertai tangis penyesalan dan ketakutan membuat tante Devy ikut menangis.
"Iya sayang.. iya. Kita cari solusinya sama sama yah?"
Tante Devy menguatkan Phillip.
-----
Tiga hari Phillip dirawat di ICU VVIP kemudian Phillip dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP selama masa perawatan, Phillip selalu di jaga dan ditemani oleh Genk-nya dan Silla.
"Hari senin dah masuk sekolah yah cuy?"
Phillip mengingatkan bahwa hari libur sudah usai pada Nena dan Ivan yang mendapat giliran menjaga Phillip
"Iya yah... wuidiiihh keren euy, dah kelas 3 kitaaa"
Seloroh Phillip, lalu menyambung omonganya sendiri
"Moga moga ada adek kelas yang cuuuaantikkk... mana tau diriku beruntung kayak kamu Lip"
"Ngarep deh Ivan" Olok Nena
Ceklek..
Pintu kamar terbuka dari luar masuklah dokter di ikuti orang tua Phillip, Silla dan Vian.
"Met siang semua.." Salam Nena sopan
"Siang sayang"
tante Devy menyapa Nena dan Ivan, sedangkan Om Danuzo dan Bang Vian tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Kok tumben datangnya rombongan?"
Phillip berbicara kepada keluarganya.
"Sayang.. dokter Sam sudah ngasih tau kami, kamu sudah bisa keluar rumah sakit loh."
tante Devy berbicara dengan wajah berbinar dan mendapat anggukan langsung dari doker Sam, dan dokter Sam menambahkan jika Phillip bersedia bisa langsung masuk Pusat Rehabilitasi untuk ketergantungan Obat Penenangnya.
"Kamu sudah bisa masuk rehab hari senin depan. Oia, kamu sebaiknya ada yang menemani supaya bisa membantu kamu disana"
Dokter Sam menerangkan pada Phillip dan keluarganya yang saling berpandangan
"Saya yang akan menemani Phillip Ma.."
Silla mengajukan diri
__ADS_1
"Sebaiknya Nona mencari teman untuk membantu dan menemani, karena disana Phillip sangat membutuhan bantuan bukan cuma Psikis nya, tetapi fisik nya juga.."
Dokter Sam berbicara pada Silla
"Saya bisa temani Silla"
Nena menawarkan diri
"Senin sudah skolah loh Na."
Ivan mengingatkan Nena
"Paling juga blom terlalu efektif belajar di awal minggu"
----
Pada sore harinya, se-Genk ngumpul di rumah Nena setelah mendapat informasi dari Ivan mengenai Nena menawarkan diri menemani Silla.
"Kenapa sih kamu nawarin diri?"
Nouval merasa jengkel pada Nena karena menawarkan diri untuk menemani Silla mendampingi Phillip ke Rehab tanpa bertanya terlebih dahulu denganya.
"Iya Nen, gak gampang loh itu."
Ardi setuju dengan Nouval dan mengerti kekhawatiran Nouval
Nouval, Dika, Ardi dan Ivan melongo mendengar omongan Lulu. Dimana saat masih SMP Nena sudah beberapa kali ikut kerja sebagai tenaga voulantair di Pusat Rehabilitasi Ketergantungan Miras, Obat dan Narkoba sebagai asisten Konselor. Nena bisa bergabung di Pusat Rehab karena ada paman nya Nena yang bekerja sebagai dokter dan Konselor disana.
"Lagian Ayah Ibu dah ijinkan kok. Tenang aja aku gak bakal kenapa napa kok"
Nena meyakinkan teman temanya
"Tapi akunya yang bakal kenapa napa.."
Nouval nelangsa menatap Nena dan Nena pun tersenyum manis meyakinkan Nouval.
---------
Hari senin pagi pagi sekali Phillip ddan Silla di antar oleh Mamanya dan Bang Vian, sedangkan Nena diantar oleh Nouval dan Dika menggunakan mobil yang berbeda. Konvoi mereka menuju pusat rehab yang terletak agak dipinggir kota.
Pusat Rehab yang berada di kawasan Hutan Kota dengan dinding bercat putih merupakan bangunan modern terlihat kontras dengan lingkungan sekitar yang hijau asri karena di tumbuhi pohon pohon Cemara besar dan tumbuhan lainya yang tertata rapi.
Setelah tante Devy menandatangani beberapa berkas, rombongan menuju kamar khusus pasien meninggalkan Phillip untuk bersedia mengikuti Sesi Rehab di sore harinya.
"Yang kuat yah sayang. ada Silla dan Nena kok yang temani, jangan takut yah.."
Mama Phillip berusaha menguatkan.
__ADS_1
Setelahnya rombongan mengantar Sila dan Nena ke dalam ruangan khusus untuk Pendamping, dimana dalam 1kamar berisi 4 tempat tidur. Nena dan Silla memilih tempat tidur yang bersebelahan.
Ya, di Pusat Rehabilitasi ini area khusus kamar Pasien terpisah dengan area khusus pendamping. Untuk bertemu antara Pasien dan Pendamping pun akan ada waktu waktu tertentu tiap harinya, 3 kali sehari Pasien dan Pendamping dapat bertemu.
"Sayang, kalo ada apa apa langsung telpon yah."
Nouval berkata sambil memeluk hangat pada Nena saat akan keluar dari Pusat Rehab.
Dalam pelukan Nouval, Nena berbisik
"Gak pake di cium nih?"
Dengan cepat Nouval melepaskan pelukan Nena, sambil membalikan badanya berjalan menuju mobil, Nouval berujar dengan sedikit kesal pada Nena
"Gak usah mancing deh..."
Nena hanya memberi cengiran manis pada Nouval dan melambaikan tanganya.
Setelah mobil rombongan pengantar keluar pagar dan menghilang dari pandangan, Silla pamit pada Nena untuk menemui Phillip di ruanganya mau membantu persiapan Phillip dan menanyakan mungkin ada yang perlu dibantu.
Didalam ruangan pasien, Phillip sedang membaca buku panduan yang diberikan padanya ketika Silla mengetok pintu kamarnya
"Masuk. Kenapa?"
Phillip mempersilahkan masuk dan langsung bertanya ketika melihat Silla masuk kamarnya namun hanya berdiri dekat pintu.
"Ada yang perlu saya bantu?"
Phillip memandang datar pada Silla, Silla merasa grogi saat ditatap oleh Phillip. karena biasanya Phillip tidak pernah melihatnya ketika dia bertanya atau berbicara.
"Baiklah. jika begitu aku permisi. Kamu yang semangat yaa..."
Silla berbalik badan untuk keluar dari ruangan Phillip setelah mendapat gelengan kepala dari Phillip yang tetap memandang Silla.
Sore harinya Phillip sudah memulai Sesi rehabnya, yaitu Sesy Sharing 1. Sesi ini merupakan sesi dimana pasien di kumpulkan menjadi kelompok kelompok kecil kemudian mereka diberikan kesempatan untuk saling jujur mengakui jika mereka adalah pemakai. Dan mereka dapat menceritakan secara singkat awal mula berkenalan dengan benda haram itu.
Nena dan Silla memutuskan untuk berbincang bincang ditaman dalam pusat Rehab sementara Phillip mengikuti Sesi pertamanya.
Sesaat kelas dimulai setelah tiga orang bercerita, giliran Phillip memulai ceritanya. (reader sudah tau kan apa penyebab Phillip minum obat penenang?) Setelah cerita singkat Phillip berakhir, sang konselor bertanya pada Phillip
"Kamu mau terbebas?"
"Iya."
Phillip menjawab dengan lirih. disambut senyum oleh konselor.
*Bagaimana dengan Phillip?
__ADS_1
*Jangan Lupa 👍 yang para reader yang setia...