Taruhan Manis

Taruhan Manis
5. Kencan Pertama Happy Reading....


__ADS_3

07.00 tepat Nouval mengetok pintu rumah Nena


"Kak... ada Mas Nouval" Dion yang membuka pintu


"ini apa Mas?" Dion bingung menerima paper bag dan melihat isinya


"Untuk Dion nih? Asyikk" Dion girang mendapatkan beberapa batang cokelat.


"Bagi ama Kaka, Yon..." Nena meminta bagian nya


"Itu untuk Dion semua. kamu nanti aja kita beli lagi" dengan cepat Nouval menjawab Nena, sedangkan Dion tersenyum senang. Nena hanya memonyongkan bibir


"Malam Om..." Dion Menyapa Ayah Nena yang sedang nonton TV


"Malam Nouval, kalian nanti pulang jam berapa?" Ayah Nena langsung bertanya ke ke Nouval


"Gak lebih dari jam 10 kok Om"


"Teman lain mana?" pertanyaan Ayah Nena membuat Nouval gelagapan


"Mereka pada sibuk masing masing Om. kami pamit yah Om..."


Nouval mengajak Nena ke taman kota yang ada berbagai food street nya, suasana tidak terlalu ramai karena ini bukan malam minggu dan bukan hari libur


setelah membeli beberapa makanan, Nouval mengajak Nena duduk di salah satu bangku


"Tadi pagi kamu ngantuk kurang tidur dari semalam, karena mikirin yang tadi .." Nouval memberi pernyataan bukan pertanyaan


"Kok bisa?" Nouval bertanya


"Bisa apa?"


"Yang Tadi di sekolah"


Deg.. Deg.. jantung Nena berdegup kencang.


"hhmm.. kamu gak suka? gak apa kok kalo nolak." Nena menjawab tenang, menyembunyikan hatinya yang gelisah


"Suka! Suka banget.. kenapa gak dari dulu sih?" Nouval menjawab dengan senyum manis di wajahnya


"Eh... kamu belum jawab Val.." Nena baru teringat


"Jawab apa?"


"Pertanyaan ku yang tadi siang" Nena ngotot


"Lah... kamu kan gak nanya, langsung nyuruh aja" Nouval gak kalah ngotot namun dengan senyum


Nena terdiam dan bingung sendiri


"Iya yah..." Nena menyadari keanehan nya tadi siang di sekolah


"Doooh... enak banget hidupmu yah Val.. gak perlu susah susah nembak cewek, di tembak mulu..."


racau Nena membuat Nouval bingung tapi tetap tersenyum


"kan kamu gak nembak aku... kamu nyuruh aku... dan Aku suka banget di suruh kek gitu" Nouval meyakinkan Nena

__ADS_1


gubrak!!


tiba tiba dari bangku belakang mereka yang terhalang oleh pot tanaman muncul kepala Ivan, Phillip, Dika, Ardi, Lulu


"njirr... ngapain kalian?" Nena kaget dan menatap Nouval yang mengangkat bahu bingung juga


plak... mulut Nena di tepuk lembut oleh Nouval


"Mulutnya.." sambil menatap manis ke Nena, Nouval memberi peringatan


"ya kali kita cuma tong sampah" Dika membuka suara


"Kalian kok tau kesini?" Nouval bertanya


disambut senyuma senyum sumringah oleh kelima temanya, Ardi menjawab centil


"kami ikutin kalian donk yaa.. sejak dari rumah Nena"


Nouval melirik Phillip, memang rencana mengajak Nena jalan malam ini Nouval sampaikan pada Phillip di perjalanan pulang sekolah tadi saat Nouval berhasil mengejar genknya dan berjalan bersisihan dengan Phillip di belakang.


"Akkh.. kalian nih merusak suasana aja" Nouval mengeluh di sambut tertawaan dan ejekan genk nya


Akhirnya Kencan pertama mereka di lakukan rame rame.


ketika perjalanan pulang mobil Nouval berbelok ke arah berlawanan dari perumahan Nena menuju mini market


"Mau kemana Val?


"Beli Coklat dulu"


"Ya kali untuk Vita?" Nouval menjawab asal sambil mengacak rambut Nena


"Kok Vita? kan bisa bilang untuk Lulu" Nena mencoba menggoda Nouval


"Kalo Lulu mah pasti kamu bagi juga besok" Nouval tersenyum geli tidak terpancing sambil memarkirkan mobilnya


Di dalam mini market, Nena masih penasaran dengan obrolan Nouval dengan Vita


"Mang tadi Vita ngomongin apa?"


Nouval menatap Nena tersenyum keheranan karena Nena tidak seperti biasanya yang cuek terhadap penggemar Nouval, Tapi Nouval merasa senang berpikir Nena cemburu


sedangkan Nena merutuk diri sendiri merasa keterlaluan dan salah tingkah karena jadi seperti pacaran beneran.


"Minggu lalu Vita nembak aku, padahal sudah ku tolak saat itu juga. eh, dia malah ngasih waktu 1minggu untuk aku berpikir"


"Kesian Val.. suratnya sudah kamu abaikan, masa pernyataan nya juga kamu tolak" Nena merasa kasihan ama Vita


"Kalo aku emang gak suka masa di paksa?"


dengan enteng Nouval menjawab


Nena terdiam dan berpikir karena bingung, emang Nouval suka beneran ama dia atau bagaimana nih...


setelah membeli beberapa cokelat dan cemilan lain, yang Nena sendiri bingung karena banyak sekali Nouval mengantar Nena pulang


21.50

__ADS_1


"Malam Om.."


"malam. Mantap eh.. tepat waktu. Kalau begini kamu pasti bisa memajukan perusahaan papa kamu" Ayah Nena menjawab tulus, membuat dada Nouval sesak merasa tidak enak karena Ayah Nena kena PHK dari perusahaan Papa Nouval yang mengalami kemunduran.


"Saya langsung pamit pulang Om.." Nouval berpamitan sopan.


setibanya di rumah, Nouval masih merasa tidak enak hati mendengar ucapan ayah Nena. Dan merasa bingung sendiri


mengeluarkan HP nya, Nouval membuka daftar kontak HP nya mencari nama Nena, dan mengubahnya menjadi 'Duniaku' setelah itu menchatt Nena


Nouval


*Met malam, Met bobok*


Duniaku


*Met Malam Nouval. Met Bobok juga*


Nouval membaca chatt dari Nena tersenyum puas


Nouval


*Besok panggil sayang ya..*


Nouval mulai narsis


Duniaku


*Kenapa gitu?*


Nouval


*Kan manggil pacar*


Duniaku


*Tidur deh... jangan halu sdh malam*


Nouval


*Aku dah gak halu lagi.. kan dah beneran jadi pacarku*


Duniaku


*Tidur Nouval, dah malam*


Nouval


*Oke Sayang*


Nena tidak membalas lagi, pikiran nya kacau merasa tidak enak pada Nouval, takut jika saatnya dia jujur akan membuat persahabatan mereka jadi retak bahkan rusak.


bip. HP Nena berbunyi


Nouval


*pikirin aku yah sebelum tidur*

__ADS_1


__ADS_2