Taruhan Manis

Taruhan Manis
17. Cerdas


__ADS_3

Hari senin setelah seminggu sebelumnya ulangan adalah hari dimana semua siswa hanya mengisi absen di sekolah.


Hanya Nouval yang tidak ngumpul di terminal karena pagi tadi mengabari genk nya di group chatt akan berangkat sendiri dari rumah karena bangun terlambat setelah semalam kecapean sehabis latihan fisik.


"Lah Lip, kirain kamu bawa mobil"


Ivan bertanya ketika melihat Phillip sudah nongkrong di terminal.


"Ada Nouval ini, gantian lah.."


Phillip menjawab seadanya.


Ketika mereka berjalan dekat sekolah Bell bunyi masuk sekolah berbunyi. Dengan kecepatan masing masing, seolah olah sedang balapan lari mereka menuju gerbang sekolah sambil tertawa. bahkan sambil tarik menarik tas supaya tertinggal.


Sesaat mereka masuk gerbang dari belakang Nouval juga berlari menghampiri mereka.


"Kirain gak masuk Bro.." Ardi bertanya pada Nouval


"Masuklah.. mo ngumpul tugasnya Pak Anne. lagian.. mo absen ke pacarku donk"


Nouval menjawab Ardi sambil mencubit pipi Nena, Semua menatap Nouval dengan jengah.


"Iish.. pacarnya siapa sih ini genit banget"


seloroh Nena jalan menjauhi Nouval seraya menunjuk dan menggelengkan kepala disambut ejekan dan tawa teman temanya.


Phillip, Lulu, Nena dan Ardi ke arah kantin berniat membeli camilan. Nouval, Ivan dan Dika langsung ke kelas


Baru saja Nouval sampai dikelas, saat meletakan tasnya Vita sudah masuk dalam kelas dan mengajak Nouval untuk berbicara berdua


"Gak akan lama kok Val.."


"Kenapa gak ngomong disini aja?"


"Val, please.. cuma sebentar"


Dika, Ivan dan beberapa teman yang berada di kelas memandang aneh kearah Vita.


"Aku bilang gak mau. Kalo kamu mau ngomong yah d sini aja."


"Yah udah kalo begitu.. permisi Val."


Bell tanda masuk berbunyi, semua siswa masuk ke kelas masing masing. Bu Anne mengabsen murid muridnya lalu memberikan beberapa pengumuman dan mengumpulkan tugas Kliping mereka.


Tokk... Tokk...


"Permisi Bu, Siswi atas nama Yunena Loudia di minta ke ruang BP"


Salah satu petugas TU menginformasikan


"Nena.. silahkan ke ruang BP dulu.., kenapa Na?"


Bu Anne yang merasa heran karena Nena yang tidak berbuat apa apa, tiba tiba mendapat panggilan ke ruang BP.


"Permisi Bu.."


Dalam sedetik Nouval merasa ada yang tidak beres dengan cepat men-chatt pada Dika untuk mengikuti Nena, karena jika dia yang keluar pasti anak anak kelas akan ribut.


Di ruang BP Nena mengetok pintu dan dipersilahkan masuk oleh Bu Qori


"Silahkan duduk Yunena"


tanpa banyak omong Bu Qori menunjukan sebuah HP dan membuka galeri memperlihatkan sebuah foto Vita sedang berdiri di pojok salah satu kamar mandi perempuan di sekolah dengan tampilan berantakan, Seragam bagian depanya robek rok panjangnya pun sudah robek yang sampai sebatas paha bagian samping. Bahkan Vita sudah tidak memakai hijab nya.


Mata Nena terbelalak kaget


"Kok bisa Vita begitu?"


"Justru itu yang mau saya tanyakan ke kamu. kamu ada masalah apa dengan Vita? kenapa kami bisa sejahat itu? Ingat Yunena, Kamu salah satu anak berprestasi di sekolah ini.. bahkan kamu sudah diterima disalah satu perguruan tinggi dengan beasiswa, apa kamu gak menyesal jika itu lenyap hanya karena perbuatan tidak terpuji mu?"


Bu Qori menegur dan menasehati Nena, membuat Nena merasa tersinggung

__ADS_1


"Maaf Bu, Saya tidak punya urusan apa apa dengan Vita. Saya gak pernah ngebully Vita begitu. Ibu jangan nunduh sembarangan donk.."


"Yunena! Saya peringatkan kamu.. saya bisa memanggil orang tua kamu atas kelakuan tercela kamu"


Dengan sikap tenangnya Nena kembali bertanya ke Bu Qori


"Ibu dapat foto ini dari siapa?"


"Kamu tidak perlu tau saya dapat dari mana. yang pasti ini sudah merupakan bukti kenakalan kamu dan kamu bisa di keluarkan dari sekolah ini."


"Oooh gitu yah Bu? jika saya bawa bukti sebaliknya kalo bukan saya pelakunya.. apakah orang orang itu juga bisa dikeluarkan dari sekolah?"


"Yunena, jaga sikap kamu. Kalo kamu memang bisa membuktikan sebaliknya, tentu saja saya akan bertindak seadil adilnya"


"Saya tidak perlu keluar ruangan ini kok Bu, saya hanya perlu nelpon sebentar aja, dan saya juga minta tolong ke Ibu untuk memanggil Vita, Anggie, Sassy dan Winda"


Bu Qori yang tertegun ketika Nena menyebutkan nama anak anak yang tadi melapor padanya, padahal beliau tidak pernah menyebut keempat nama tersebut pada Nena.


Lalu Nena melakukan beberapa panggilan.


Tidak lama kemudian Silla masuk dalam ruangan karena memang kelas Silla dekat ruang BP.


Tidak lama kemudian masuklah Keempat anggota NFC dengan senyum judes, jahat pada Nena merasa menang. Hanya Vita yang terlihat sedih padahal munafik


Tiba tiba datang segerombolan anak anak kelas XI IPS4 beserta Bu Anne sehingga ruang BP penuh sesak, bahkan sampai berdiri di luar ruangan.


"Ada apa Bu Anne? kok semua siswa sampe turun" Bu Qori bertanya


"Mereka mau jadi saksi atas Nena, Bu Qori" Bu Anne menjawab santai


"Baiklah Yunena apa maksud kamu?"


tanya Bu Qori


"Sebelumnya, bisakah HP Saya, Vita, Anggie, Winda dan Sassy diletakan di atas meja dulu?" pinta Nena


Keempat anggota NFC tidak terima dengan perkataan Nena. Winda berkata pada Nena


Namun tetap Bu Qori mengkode agar genk NFC meletakan HP mereka di atas meja.


"Lalu.. bisakah Ibu Anne memeriksa galeri masing masing HP lalu mencari foto yang ada di Bu Qori"


Bu Anne terperanjat melihat foto yang ditunjukan Bu Qori dari HP nya.


Pertama Bu Anne mengambil HP Winda dan melihat satu persatu foto dalam Galeri HP Winda.


Sassy berniat membantu Bu Anne dengan alasan supaya cepat karena ada lima HP yang akan diperiksa oleh Bu Anne, namun dengan cepat Nena berkata


"Gak usah repot repot Sas.. gak bakal lama kok. Bu Anne hanya perlu menscroll ke tanggal yang ada di foto itu Bu.."


Nena menunjukan tanggal yang tertera di capture foto di HP Bu Qori.


"Oh Iya yah, bener kamu Na.."


Di HP Winda, ditanggal yang di maksud Bu Anne tidak menemukan jejak capture foto.


Lalu Bu Anne mengambil HP Sassy, membuka Galeri HP, menscroll ke tanggal yang di maksud.


Tiba tiba raut wajah Bu Anne berubah, Bu Qori penasaran


"Kenapa Bu Anne?"


"Ditanggal yang tertera sih, tidak ada foto yang di maksud.. hanya saja dari latar dan posisi kalian berempat berfoto... sama persis dengan yang ada di foto. bahkan hijab Vitapun sama. Eh... itu apa?"


Bu Anne memperlihatkan foto hasil temuanya di salah satu HP pada Bu Qori dan memperbesar foto agar botol kecil yang ada dilantai terlihat jelas.


"Itu cairan pewarna merah yah? itu semacam sumba gitu yah Bu?"


jawab Bu Qori mau meyakinan diri, di anggukin oleh Bu Anne.


Lalu Bu Qori mengambil kembali HP Winda, Membuka Folder Penerimaan file pada Galeri HP Winda.

__ADS_1


Bu Qori menemukan apa yang dia cari.


kemudian mengambil HP Anggi dan Vita, membuka Folder yang sama dan menemukan file foto yang sama pada Folder Penerimaan File di Galeri kedua HP tersebut.


"Ibu periksa juga HP saya supaya afdol"


Nena menyodorkan HPnya.


"Tidak perlu" Bu Qori menjawab


"Kalo begitu... silahkan ibu bandingkan dengan kiriman video di HP saya"


Lanjut Nena


Bu Qori terperanjat kaget, dan hendak menunjukan video tersebut pada Bu Anne yang menjawab


"Tadi saya sudah nonton dari HP Nouval, Bu.."


"Sekarang Ibu cek deh tanggal pembuatan video tersebut" kata Nena


Betapa terkejutnya Bu Qori dan Bu Anne setelah membandingkan tanggal pembuatan foto di HP Sassy dan video di HP Nena tersebut.


Tertera Video tersebut dibuat sudah 2 minggu lalu, sedangkan Foto tersebut baru hari jumat lalu.


"Dan dugaan Ibu, Kamu dapat video ini dari Silla. Benar begitu Yunena?"


Nena dan Silla mengangguk bersamaan.


Brakk!!


Tiba tiba Bu Qori menggebrak Meja menatap tajam pada Vita, Sassy, Anggie dan Winda yang diam kikuk sejak Bu Qori menyuruh meletakan HP di meja.


"Bu Anne, bisa bawa anak kembali ke kelas?"


"Maaf Bu.. saya tetap akan disini"


Nouval menolak permintaan Bu Qori, lalu satu persatu siswa kelas XI IPS4 juga menolaknya. Keempat anggota NFC semakin gelisah ditempat.


"Bu... Saya harap. ucapan Ibu pada saya berlaku juga untuk mereka. karena saya sudah membuktikan kalo saya tidak pernah membully mereka."


"Ucapan apa Na?" Bu Anne bertanya


"Kalo saya terbukti membully, Saya bisa dikeluarkan dari sekolah" Nena menjawab


"Justru mereka yang sudah membully Nena, Bu.. Saya dan semua kelas XI IPS2 yang saat itu lg olahraga kalo Anggie melempar bola Voly ke Nena sampe jatuh"


Ria mengeluarkan suara. Di ikuti Ridho memberikan laporan hasil nyinggung menyinggung yang dilakukan mereka sekelas semingguan lalu soal Nena yang di bully di kamar mandi ujung.


"Kata Lia kelas XI IPA1 juga pernah liat Nena ditampar Sassy di belakang sekolah, lalu di ancam Sassy dan Vita supaya gak ngomong ngomong."


"Iya saya juga tau soal itu" Nouval mengiyakan Ridho


Bu Qori dan Bu Anne menghela napas panjang.


"Kalian berempat, coba jelaskan apa maksud kalian?"


kata Bu Qori, sedangkan anggota NFC hanya diam.


"Mereka marah karena saya tidak membalas satupun surat dan tembakan mereka Bu" Nouval menjelaskan


Bu Anne dan Bu Qori menatap ke arah Nouval dengan tatapan datar lalu kembali menatap keempat anggota NFC


"Betul begitu?" desak Bu Qori


Anggota NFC masih tertunduk diam. Lalu Bu Qori melanjutkan perkataanya


"Dengan sikap diam kalian, maka saya menyimpulkan yang dikatakan Nouval adalah benar. Saya sangat kecewa dengan kalian, terutama Vita dan Winda kalian memakai Hijab, tetapi bisa bisanya berkelakuan seperti ini. Saya akan membuat surat pemanggilan untuk orang tua kalian, sementara surat saya buat.. kalian berempat silahkan duduk manis didepan ruang guru. Dan Bu Anne serta yang lainya boleh kembali ke kelas"


Kaget dan takut, dengan cepat Anggie mengambil HPnya dari meja bu Qori...


Gimana kelanjutanya???

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote yaaa


__ADS_2