
lanjut yaaa ceritanya...
Dalam hitungan bulan Nouval sudah memantapkan diri menjadi salah satu siswa favorite SMAN Limah sampai ke tingkat kelas XII karena ganteng, cool, berpenampilan badboy, pintar main drum dan jago basket, bahkan di antara kelas X sudah ada Nouval Fans Club.
"ck.." Nouval membaringkan kepalanya di atas meja menghadap dinding karena ada beberapa siswi kelas lain di depan kelas.
"Jangan gitu, Val... kesian loh" Nena menendang meja Nouval
"..."
"Nouval, ini form ekskulnya..." Vita mendekati Nouval
"nih.. isiin yah" sambil berdiri meninggalkan Vita, Nouval menyerahkan form ke Nena mengarah ke pintu keluar
"njrit, Ogah! Nouval isi sendiri ich.. woiii Prett"
plak.
"Mulutnya ya.." Nouval berbalik, memukul halus bibir Nena tidak memperdulikan Vita yang masih berdiri kaku.
"Nouval... brengsek ich.. sakit taik" rutuk Nena mendapatkan tatapan tajam dri Nouval.
"kenapa Na? kok kusut" Lulu bingung ngeliat tingkah Nena
"sialan Nouval.. mulut ku di tampar Ama dia tadi di kelas, di depan Vita pula"
"kamu juga sih, klo ngomong jorok bgt. males deh temenan..."
"huuuh.., eh si Phillip mana Lu?"
"Auk... tadi ke kantin sih ama Ardi. nyusul Na?"
baru saja menjauh dri kelas, Dika dan Ivan memanggil mreka. bersama menuju kantin.
di kantin yang cukup rame mereka berempat bergabung dengan Ardi, Phillip dan Nouval.
"geser dikit sih Di" Lulu nyempil duduk di antara Ardi dan Phillip "Lip, itu beneran yang di group?" Lulu bertanya hati hati takut menyinggung Phillip
"Tergantung si Nouval tuh, gimana Val?" sedangkan yang ditanya hanya diam
"Emang kenapa sih Val kok berat banget jawabnya?" Nena mencoba mengorek.
brakk... Nouval berdiri sambil menghentak meja
menuju belakang sekolah, di kejar oleh Phillip dan Ardi
"Sialan Nena!! Brengsek!! apa coba maksud tuh cewek??" Nouval meninju tembok
tanpa menyadari teriakanya di dengar oleh empat pasang telinga yg lalu meninggalkan tempat itu.
"Yah... kamu nya juga kenapa gak ngomong langsung sih?" Phillip menjawab
"Ayolah Val.. gak harus di pendam juga kali" giliran Ardi menjawab
"Gak.. Belum waktunya. apa yang bisa ku berikan ke dia? 6bulan lagi Ayah Nena akan di PHK oleh perusahaan papaku"
Phillip dan Ardi hanya saling memandang bingung hubungan antara Ayah Nena yang akan di PHK dengan pernyataan perasaan Nouval ke Nena.
__ADS_1
Bell istirahat telah bunyi, namun Nena yang baru keluar dri toilet perempuan tiba tiba tangannya di cekal dan di tahan oleh Vita dan Sassy
"Ngapain kalian?"
plakk!
sebuah tamparan dri Sassy mendarat di pipi kiri Nena
"Brengsek! kenapa kamu Sy?" dengan nada tinggi namun dengan wajah tenang Nena bertanya pada Sassy
"itu untuk perbuatan kamu ke Nouval" Vita menjawab
"Lah? aq buat apa ke Nouval?" Nena bingung
"Makanya kamu kasih tau.. kamu bikin apa sampe Nouval marah dan meninju tembok belakang sekolah?" omongan Vita yang semakin membuat Nena bingung
"Gini aja deh ya... aku akan panggil Nouval ke sini dan kalian bisa tanya langsung ke orangnya"
"Oke. tapi ingat... kalo sampe Nouval sakit hati karena perbuatanmu, jangan harap kamu betah sekolah di sini" Vita menjawab
ketika berjalan ke kelas, semua siswa kelas X IPS4 sudah menuju lapangan untuk pelajaran olahraga
"Dih, di cariin juga... dari mana Na?" Nouval bertanya
"Val.. bolos bentar yuk.. sini deh"
dengan wajah cerah dan ujung bibir tertarik membentuk senyum tipis Nouval mengikuti Nena berjalan ke belakang sekolah
Sampai di belakang sekolah, wajah Nouval langsung berubah kesal n muak
"Nih orangnya Vit, Sas.. silahkan tanya" Nena memberikan kesempatan pada Vita dan Sassy sedangkan yang di berikan kesempatan hanya bisa gelagapan, akhirnya Nena membuka suara
"Tadi mereka dengar kamu marah marah di pojok sana sampe ninju dinding dan marah karena aku. Emang aku ngapain Val?"
Nouval jadi ikut gelagapan juga menjawab "Gak kenapa napa sih. mang segitu pentingnya?"
mata Nena membulat sempurna
"Penting lah Nouval... aku loh di tampar Sassy. mereka pikir aku dah ngapa ngapain kamu!"
Nouval langsung menunjuk pada Sassy & Vita dengan tatapan marah lalu menarik tangan Nena menjauh.
sepulang sekolah yang sudah jadi kebiasaan mereka akan pulang naik angkot dan berpisah di terminal
"panas euy..." Nena membuka suara. sedangkan yang lain saling menatap
"Na? bener kamu gak apa apa?" Lulu mencoba bertanya
"***!!!! pipi ku sakit taik!!! Bangke Vita!!! Hasyu Sassy!!" Nena berteriak
ffiuuh.. aaaahh... mereka langsung bernapas lega secara bersamaan bilang
"dia dah normal lagi" Dika
"sial kamu Nen, bikin khawatir" Ardi
"paku nya dah lepas dari kepala" Phillip
__ADS_1
"akhirnya.. Lu, ayo cium aku karena napasku sesak" Ivan menjawab langsung mendapatkan timpukan di badan oleh teman teman cowok
"akkhh.. sakit Lu... dasar vampir betina" Lulu Menggigit lengan Ivan
sedangkan Nouval hanya menjawab "Lain kali langsung balas. masa mau aja di tampar"
"oooh... minta di ***** juga nih cowok" Nouval dan cowok lainya lsng mendekat pada Lulu yang menjawab karena tau Nena gak akan ngebahas lebih lanjut masalah yang tadi, karena menurut Nena itu nasib berkawan dengan cowok plus plus sekolah.
Tidak terasa sudah kenaikan kelas
"ooomegooottt.." Ardi
"whattt??" Lulu dan Nena
"wooohooo..." Phillip
"Tep dos! aku sebangku ama Nena" Dika
"suka suka mu lah Dik, slama aku tidak sebangku ama Vampir betina" jawab Ivan yang langsung mendapat gigitan dari Lulu. sedangkan Nouval langsung menuju ke deretan paling belakang.
Bu Anna yang terkenal kalem, cantik dan salah satu guru favorit dan masih single jadi wali kelas akhirnya membagi tempat duduk. dalam kelas yang berisi 32 siswa dan hanya di huni oleh 6 anak perempuan, selebihnya laki laki
yupss... Ardi, Dika, Phillip, Ivan, Nouval, Nena dan Lulu jadi 1 kelas XI IPS 4
Nena yang duduk bersama Phillip langsung bertos ria. sedangkan harapan Ivan tidak terkabul duduk di deretan depan Phillip dan Nena, sebangku dengan Lulu ...
Lulu tersenyum puas memicingkan matanya pada Ivan "Apa lo liat liat! naksir?" kata Ivan sambil menowel dagu Lulu
"Ivaaaaannn!" Lulu berteriak
"Ooh Ivan jadi ketua kelasnya yah Lu?" Bu Anna berbicara dari depan kelas, Lulu langsung membungkukan tubuhnya, malu...
"Ndak Bu... Saya tidak bisa jadi Kepala kelas Bu.. Tapi kalo jadi Kepala di rumah tangga ibu, saya siap Bu" upa Ivan...
"hoeeekk..." "Prett..." "Hahaha..." di sambut segala Makian dan riuh ketawa siswa siswa lain
"kalo begitu siapa Yang bersedia jadi Ketua Kelas?" Bu Anna menawarkan, serempak siswa menjawab "Ardi, Bu" yang memang dari kelas 1 Ardi sudah jadi ketua kelas.
Dua bulan menjadi siswa kelas XI IPS4 menjadikan 7sekawan itu makin kompak.
"Kok rasanya jadi bosan yah?" Phillip membuka suara, sementara menunggu Pak Totok masuk untuk mengajar Akuntansi-Matematika.
"Iya... dah lama kita gak seru seruan. Ardi lagi sibuk turnamen sepakbola, Dika dan Nouval juga ampir tiap malam nongkrong di studio" Ivan menimpali
"Kalian pacaran gih, supaya seru.." Nena menjawab asal
"Ogah!!" Lulu langsung menjawab
"Jangan gitu Lu.. nolak duluan, nanti kamu jatuh cinta ke akoh nya dalam banget loh" Ivan menjawab Lulu
"Akkh..." Giliran rambut Ivan yang di tarik Lulu
sementara Ivan dan Lulu masih kelahi, Phillip membuka suara lagi ...
"Na, taruhan yuk?!? kamu nembak Nouval.."
"Hah?!?" serempak Ivan, Lulu dan Nena
__ADS_1