
Setiba dikelas, masih dipintu kelas tubuh Nena hampir terjungkal kebelakang karena pelukan tiba tiba dari Lulu, Dini, Dessy dan Sinta.
"Woii.. sakit. apaan sih?"
Nena merasa sesak.
"Kamu yah.." Lulu menjitak kepala Nena pelan.
Sinta menarik Nena dan mendudukan Nena pada bangkunya di deretan paling depan, baris kedua dari pintu masuk.
Dini sudah menggeser Agung yang sebangku dengan Sinta supaya dia bisa duduk.
Lulu mengambil posisi berlutut disamping Nena, sedangkan Dessy, Sinta dan Ria berdiri menghadap Nena.
Phillip pun ikutan berdiri dekat Nena.
"Nena kamu harus jujur, sudah berapa kali NFC bully kamu?"
Lulu memaksa Nena untuk berbicara.
"Sebelum ini kapan terakhir kamu di bully?"
Dessy yang terkenal pendiam, anak seorang perwira polisi dan pemegang sabuk hitam taekwondo juga ikut memaksa Nena.
"Kalian ini kenapa sih?"
Nena merasa heran dengan teman temanya kenapa tiba tiba membahas soal NFC yang membully dia, sedangkan kejadian lemparan bola volly baru terjadi dan Nena yakin tidak ada teman sekelasnya yang melihat selain Ria.
Nena berusaha mengelak, membuat teman temanya gemas
"Dia yang akan cerita kapan dan kejadianya gimana"
Tiba tiba Nouval masuk dalam kelas bersama dengan Silla yang tertunduk. Nena dan Phillip kaget, lalu dengan cepat Phillip membuang muka dan kembali ke bangkunya.
Lalu Silla menceritakan dengan lengkap kejadian yang dia lihat pada hari senin lalu.
Anak anak XI IPS4 menahan geramnya mendengar cerita Silla.
"saya ada rekamanya, tapi maaf rekaman hanya pantulan dari kaca"
Seketika Nena terperanjat dengan cepat mengambil HP nya dari dalam tas.
Sedangkan Lulu mendekat pada Silla dan memeluknya
"Mantap, makasih yah dah bantu Nena."
Ucap Lulu
__ADS_1
"Keren!!" "Hebat!!" ujar Ria, Dessy, Sinta, Dini bersamaan lalu bergantian merangkul dan menyalami Silla. Beberapa anak cowokpun menyatakan salut pada kecerdasan Silla
"Kirim ke aku videonya"
Perintah Nena dan dengan cepat Silla melakukannya.
Setelah Video terkirim, dengan cepat Nouval merebut HP Nena dari tanganya lalu menontonya, beberapa anak cowok yang duduk dekat Nouval pun dengan cepat ikut menonton video tersebut.
sedangkan Keenam anak cewek menonton dari HP Silla. setelah video selesai, Nena langsung menghapusnya dari HP Silla.
"Kamu gak punya salinanya kan?"
Silla menggeleng dan melihat Nena tersenyum kemudian Nena memeluknya dan berkata
"Selain Malaikat Pelindung ternyata kamu juga jadi Malaikat Pencabut Nyawa musuhku loh..."
Silla merasa bingung dengan ucapan Nena, lalu Nena melanjutkan omonganya sambil memainkan telapak tanganya seolah olah menjadi Sales Promotion Girl
"Liat aja mereka"
Nena menunjuk pada teman teman kelasnya yang sudah berdiskusi menyusun siasat untuk membalas NFC itu..
Tanpa sengaja Sillla tersenyum geli melihat tingkah anak anak kelas XI IPS4 yang lucu.
Phillip hanya memperhatikan sedari tadi dari bangkunya.
"Ayo ku antar, sekalian aku mo ke toilet."
Phillip berbicara pada Silla dan menatap Nouval sekilas, dibalas senyuman penuh arti dari Nouval.
"Dengar yah semuanya... Jangan ada yang berani apa-apain NFC. Mereka urusanku!"
Nena memperingatkan teman temanya supaya tidak gegabah mencelakai NFC, disambut protes keras dari semua teman sekelasnya.
"Baiklah. Kalo kalian mau bantu. kalian cukup menyindir NFC soal kejadian yang kalian tonton di video tadi. Tapi.... jangan sekalipun bercerita secara lengkap kejadiannya!!"
"Kesemua anggota NFC?"
Dessy meyakinkan menyindir Sinta dan Dini
"Aku dah lama bukan NFC kok. sekarang aku jadi NeNo Fans Club"
seloroh Sinta dengan senyum tulus ketika sadar mendapat sindiran dari Dessy
"Sejak Nouval ***** Nena di warung bakso, aku dah gak minat jadi NFC."
Dini pun menimpali Sinta. kemudian Nena menyebutkan nama Vita, Winda, Sassy, Anggie
__ADS_1
"Dooh.. Val, Vita tuh emang dah suka banget ama kamu sejak awal masuk sekolah." Dini menjelaskan
"Sama donk!! Aku juga sudah suka banget ama Nena sejak pertama kenalan ama Nena." Nouval menjawab yakin omongan Dini
"Huuu.." "Cieee... Ciee..."
sorak sorai teman sekelas
"Ngemeng aja loe; naksir dah lama! Nena juga yg nyosor duluan"
Ruli menimpali Nouval, disambut tawa teman sekelas. Nouval hanya meringis malu, melirik Nena.
"Oooh.. pantesan kalian dari kemarin lebay banget kalo jalan diluar kelas. Ternyata sengaja manas manasin NFC yah??"
Pletak!
"Adoh.. Bangke!! Sakit ****.. "
Nouval meringis kesakitan mengelus kepalanya karena kepalanya di jitak oleh Dika yang duduk disamping Dika
"Siapa suruh gak ngasih tau kalo Nen-Nen ku dah dibully ama Fans Club mu yang aneh itu??"
Dika mengomeli Nouval.
Bersamaan Ardi pun beranjak dari bangkunya berjalan ke arah pintu, namun tidak sampai keluar hanya kepalanya yang clingak clinguk keluar kelas memastikan tidak ada yang lewat. Masih berdiri di depan pintu, Ardi berkata
"Kalau begitu, mulai sekarang kita jalankan aksi kita.., Yang gak mo ikutan kita musuhi berjemaah!!"
"Deal!" . "Stuju!!" . "Oke!!" . "Ashiyaapp"
Tanda setuj dari seisi kelas.
Trett... Trett...
Bell istirahat ke dua berbunyi. Beberapa siswa XI IPS4 ada yang keluar kelas, Nena membuka HP nya dan kebingunganya terjawab ketika dia membaca laman group kelasnya, Ria men-chatt di group kelas kejadian yang terjadi di lapangan barusan.
"Val, kan kasian kamu libatkan Silla"
Nena berbicara lirih pada Nouval yang duduk dibangku Phillip
"Kan kita gak ngajak dia untuk nyindir2 NFC"
"Tapi nanti kalo ada yang ngomong soal Video.. kan NFC bisa nebak kalo itu bisa jadi dari Silla"
Nouval mengangkat kepalanya yang sedari tadi dia letakan di atas meja.
"sayang tenang aja, Silla bakal ada ada yang jagain"
__ADS_1
"Maksudnya??"