Taruhan Manis

Taruhan Manis
7. Pacaran 2 Happy Reading semuaaaa...


__ADS_3

Hari Jumat adalah hari santai bagi kelas XI IPS4 karena memang jam pulang lebih awal dan mata pelajaran hanya 2, yaitu Olahraga dan Bahasa Inggris


Ardi seperti biasanya memimpin pemanasan bagi teman temanya, hari ini mereka akan praktek Voli


"Nanti.. kita main volinya cewek lawan cowok yokk?"


Teguh menantang para cewek yang pas untuk 1tim voli, yaitu 6orang.


Ria dan Dessy langsung mengejar Teguh dan memukulinya, akhirnya pemanasan jadi rame karena semua anak bersorak ada yang mendukung Dessy dan Ria, ada juga yang mendukung Teguh


Setelah praktek serve Voli selesai anak anak dibebaskan untuk bermain, kebetulan kelas XII IPS1 sedang pelajaran kosong.


Ahmad yang satu tim basket dengan Nouval mengajak tanding Basket Voli antara kelas XII IPS1 melawan kelas XI IPS4


Set pertama telah usai dan di menangkan kelas XII IPS1. ketika jeda, para pemain kelas XI IPS4 yang terdiri dari Ardi, Phillip, Tama, Gandhi, Agung berkumpul untuk mengatur strategi.


sementara Nouval ijin mengambil botol minuman di Nena,


Cup...


"Nouvaaaalll"


Nena berteriak histeris karena kaget. yups... Nouval sekilas mencium kening Nena lalu berlari ke toilet sambil berjalan mundur dan melambaikan tangan pada genk cewek XI IPS4


sementara di lapangan, Ridho mendekati Ardi dan menyerahkan kertas bertuliskan...


*1 orang, 1 Kepala/badan dapat Teraktiran Bakso depan sekolah dari Gue & Live Streaming adegan hot ... _Nouval_*


1tim selain Nouval langsung bersemangat, kertas tersebut di ambil kembali oleh Ridho.


Sementara di group Cewek mendapat secarik kertas berisikan


'Kasih semangat ke XI IPS4, Kalo kelas kita menang Gue bakal traktir bakso depan sekolah... _Nouval_'


Nena dan teman cewek lainya pun bersemangat menyoraki Ardi CS


"Sinta.., teriakin nama Ardi.. nanti ku kasih contekan hari pertama ulangan umum"


Nena menantang Sinta, karena tau Ardi memang naksir Sinta


Dengan Semangat 45 Sinta memanggil Ardi


"Ardi... Go Ardi, Go Ardi, Go.. Go.."


Mendengar namanya disebut oleh cewek yang ditaksir, Ardi memberikan Spike ke arah badan lawan


"Lulu... kalo berani Striptease di tiang Net, Catatan 1 minggu mu aku yang salin" Nena nantang Lulu,


yang langsung di kerjakan Lulu dengan sempurna dan mendapat sorak sorai dari siswa yang menonton pertandingan itu. Bahkan para pemain menghentikan sesaat permainan, ikut menggoda dan menertawakan tingkah Lulu


Seusai pertandingan yang heboh dan jadi lebih banyak ketawanya, di menangkan oleh kelas XI IPS4


Seusai sekolah, anak anak XI IPS4 berhamburan keluar kelas menuju warung bakso depan sekolah, Nouval bingung melihat tingkah teman temanya menghampiri Nena


"Val.." Nena menunjukan kertas yang tadi diberikan oleh Dika


"Anjrit! bukan tulisan ku nih.." Nouval marah lalu berlari meninggalkan Nena mengejar Dika


"Woi.. Bangke!! gak pake traktir traktir ya.." Nouval menahan Dika


"Coba baca dulu surat untuk para pemain tadi, Bray.." dengan santai Dika menyerahkan kertas


"Baca bagian akhirnya.. saatnya dirimu menunjukan kelakian mu, masa iya di sosor duluan ama cewek" Dika melanjutkan dengan santai


"Taruhan Dik.. dia gak mau. jaga perasaan Nena paling alesanya"


Ivan ikut memanasi sementara Phillip dan Lulu yang berdiri tidak jauh hanya senyum senyum


"Ayoook sudah... kalo duitmu kurang, nanti kita patungan. mereka cuma mo ngasih kesempatan supaya bisa balas Nena kok" Ardi menengahi


"Kalian duluan, aku jemput Nena.."


Nouval berbalik dan sudah melihat Nena mendekat


"Come.. Come Beibeh.. Maem Bakso kitaa" ujar Nena dengan gaya genit dan santai mendahului genk nya...


Setelah selesai makan dan membayar semua, Nouval melihat teman temanya yang masih betah duduk di posisi masing masing


"Val, cepetan... Aku ada les nih" Dessy gak sabaran


Nena menyadari situasi yang aneh, memutar badannya menatap Nouval yang berjalan mendekat langsung memegang kedua pipinya dan mencium bibir Nena, pelan awalnya... kemudian Nouval menggerakan Kepala Nena supaya miring sedikit dan memposisikan bibirnya jadi lebih dalam dan leluasa mencium bibir nena


Nena yang sempat tidak sadar sepersekian detik berusaha melepaskan diri dengan mendorong dada Nouval, tapi karena Nouval sudah memperdalam bibirnya ke bibir Nena.. yang ada justru terlihat Nena memegang dada Nouval dengan mesra

__ADS_1


"..." hening sesaat


"Njirr!! aku juga pengen ehh..."


ketika Salah seorang bersuara barulah Nouval melepaskan bibir mereka dan menegakan tubuhnya


"ooouuuhh..." "phiiiuuuh.."


helaan napas dari teman teman secara bersamaan, sedetik kemudian terdengar sorakan dan teriakan dari mereka...


"rasa bakso pedas icch.."


Nena mengomel pada Nouval yang hanya mendapat lirikan dan senyuman manis dari Nouval


"Lain kali mau rasa apa?"


Nouval bertanya genit sambil mengacak rambut pucuk kepala Nena.


"Nouval..!!" pekik Nena


"Nagih tuh Val.." Ledek Ivan


"Cieee... Mamah minta nambah yah?" Tama bersuara


yang lain tertawa ngakak sampai puas


tanpa mereka sadari, ada yang merekam kejadian ciuman tadi.


Ketika akan naik mobil Phillip, Nouval menahan Nena dan meminta supaya ikut denganya


"Yaaa... naik angkot deh aku" keluh Nena


"Udah... gih sono! Papah minta pelepasan tuh.."


Cerocos Ivan, kepalanya langsung mendapat timpukan dari Lulu


"Bye Nena Sayang.."


"Bye cintaku.."


Pamitan ala Nena dan Lulu setiap harinya, saling merangkul dan cipika cipiki


"Aku kapan dapat begitu sih?"


berjalan menuju terminal, Nouval menggandeng tangan Nena.


Nena masih pusing, entah efek ciuman tadi atau memikirkan hari besok adalah hari terakhir taruhan dan saatnya Nena harus jujur ke Nouval


"Aku cowok pertama yang cium kamu yah?"


Nouval bertanya lirih


"Iya. ketahuan banget yah gak pengalaman nya"


Nena menjawab berusaha santai namun memendam dongkol...


bisa bisanya Nouval tanya begitu, kalo sudah tau yah diam aja donk gak usah pake nanya nanya segala pikir Nena


Nouval tersenyum "Makasih ya, jadiin aku yang pertama"


jleb.


Hanya seulas senyum manis yang keluar


karena jantung Nena sedang berdetak cepat..


apa apaan sih, abis jatohkan... sekarang di ambung tinggi, kan seharusnya terbalik Nena perang batin


"Beasiswa nya dimana?"


Nouval mengalihkan pembicaraan karena tau Nena sedang malu


"SMU" jawab Nena singkat


"Dimana itu?


"Singapore Managmenet University, jurusan Management bisnis"


Nena menjelaskan


"oooh. keterima full?"


"Iya. Tapi biaya hidup tanggung sendiri"

__ADS_1


"Ooh.. bagus donk"


"tetepan gak bisa pergi, biaya hidupnya kan mahal banget. Ayah belum dapat kerjaan tetap. Gaji Ibu utk Dion kan..."


Nena jadi curhat, yang sebenarnya tanpa di omongin Nouval juga sudah paham situasi keluarga Nena


"Masih ada satu tahun. masih bisa revisi beasiswanya, semangat ya..." Nouval memberikan semangat


"Loh, kamu mau kemana?"


Nena bingung ketika Nouval ikut naik di angkot yang sama, padahal jurusan rumah mereka berbeda


"Nganter pacar pulang lah..."


"Stop Bang"


Nouval meminta menghentikan angkot di halte dekat pertigaan lampu merah dan menarik tangan Nena untuk turun, kemudian membayar angkot tersebut


"Kita mau kemana?" Nena sewot karena ditarik Nouval


Nouval menghentikan langkah mereka lalu menghadap Nena


"Temani aku bentaran. ada yang mo ku beli.. butuh pendapat kamu, bisa Sayang?"


"Bilang donk dari tadi"


Nena menjawab dan berjalan di depan Nouval, dengan sigap Nouval menyamakan langkah Nena.


"Stop, eikeh kabari Ibu dulu yess" Nena mengetikan pesan untuk ibunya


Setelah berkeliling Mall selama 1 jam, Nena bingung melihat Nouval yang sepertinya tidak tau mau masuk ke toko apa


"Kamu mau beli apa Val?" akhirnya Nena bertanya


"Eh... iya apa yah yang bagus sebagai hadiah?"


"Macam macam, tergantung jenis kelaminnya, kesukaan orang itu, kebutuhan orang itu juga bisa jadi pertimbangan"


Nena berusaha memberi petunjuk untuk Nouval


"Yang Pasti pacarku perempuan, dia suka baca Novel, Tapi aku gak mau belikan Novel.. sudah biasa. Nah... kalo yang di butuhkan, aku kurang tau untuk saat ini"


Nouval menjelaskan panjang lebar


"Hah? val, aku gak minta hadiah.. kamu kan juga tau ultah ku masih lama"


Nena merasa tidak enak


"Beli Boneka aja, mau?"


Nouval bertanya tidak memperdulikan penolakan Nena, Nena hanya menggeleng


"Baju?" Nena menunduk tetap menggeleng lagi


"Di Novel yang kamu baca, kalo pacar ngasih kado cuma pas ada event khusus yah?"


Nouval bertanya polos, membuat kepala nena terangkat dan menatap geli ke Nouval


"Gak ada hubungannya kali Nouval.. isi Novel dengan realita" Nena mendesah merasa lucu


"Yawdah.. makanya kamu mau ku belikan apa??" Nouval memaksa


Nena menunjuk sebuah miniatur berbentuk Piggy / **** kecil di salah satu toko. Nouval menatap heran dan gak habis pikir dengan pilihan Nena, harga barang tersebut hanya 75ribu, sangat murah bagi Nouval.


Karena setahu Nouval biasanya para cewek akan memanfaatkan penawaran ini dan memilih barang yang mahal.


"Aku koleksi miniatur piggy"


Nena menjelaskan, karena melihat wajah bingung Nouval


"Oooh..."


"Kita pulang?" tanya Nena


"iyalah. ato kamu mau tinggal disini?"


Nena mendorong badan Nouval, dorongan kedua, tangan Nena sudah di tangkap Nouval kemudian di gandeng.


mereka berjalan keluar Mall. Nena kaget ketika melihat Phillip ada di parkiran.


"Kok Phillip ada disini?" Nena bertanya pada Nouval


"wojelas. dia harus menyelesaiakan tugasnya" Nouval tersenyum simpul.

__ADS_1


Nena bengong.. campur bingung tidak mengerti omongan Nouval


__ADS_2