Taruhan Manis

Taruhan Manis
6. Pacaran


__ADS_3

06.00


Bipp.. HP Nena berbunyi


setelah berganti seragam Nena membaca pesan yang masuk


Nouval


*Dah Bangun? ku jemput yah..."


Duniaku


*Gak usah. ketemuan di tempat biasa aja*


Nouval


*Oke, hati hati ya...*


setibanya di Terminal baru ada Ivan dan Ardi yang menunggu


"Gimana hari pertama pacaran nih.." Ivan menggoda Nena


"Sudah. jangan di olok. nanti di liat aja pacaran gaya kami" Nouval mendekat dan membela Nena.


setelah semua berkumpul, tanpa Phillip mereka berjalan menuju Sekolah.


setibanya di sekolah mereka terheran heran melihat mobil Pajero type terbaru milik Phillip dan pemiliknya masih duduk di dalam.


"woooww... ada angin apa yahh?? pangeran pake mobil ke sekolah?" Dika terheran heran


"Phillip sehat??" Lulut bertanya genit, padahal dia paham alasan Phillip membawa mobil pribadinya


"ayoo masuk.. pada brisik aja sih." Phillip keluar dari mobil dan berjalan santai masuk gerbang sekolah


"Broh.. kalo begini critanya, bakalan ada Phillip Fans Club nih..." Ardi memiting kepala dan menjitak kepala Phillip


dibalas tinjuan ke arah perut Ardi


"Biarin... nanti Nena dan Lulu yang urus endorsenya" Phillip menjawab ngasal, yang lain menoyor kepala Phillip


"Songong Lu" balas Dika


"Ogah. ribet banget hidup ku ngurus ciwik ciwik genit" Lulu menjawab dengan gaya genit andalanya


"Iya bener. masa ngurus ciwik ciwik, kita loh biasa di gauli cowok cowok..." Nena nyerocos dengan santai nya


"Kok aku gak pernah gauli kamu?" Nouval bertanya santai sambil menatap kalem wajah Nena. menimbulkan rona merah di pipinya


"buahahhahaaaa... sokoorr"


"mampus kamu Na..."


se-genk mengolok Nena yang terbiasa berbicara asal asalan dan ambigu ..


"Ndak sadar sih, dah punya status baru..." cerocos Dika


Bel berbunyi, Mereka masuk dalam kelas dan duduk rapi di tempat masing masing.


selama pelajaran pertama hingga jam istirahat ke-1 tiba di dalam kelas mereka lalui seperti biasanya


"Gak ke kantin?"


Nouval duduk di samping Nena menggantikan Phillip yang sedang serius terima telpon duduk di deretan belakang


"Gak. ini bawa bekal. tadi Ibu goreng nugget untuk Dion. aku minta deh.." tersenyum manis menunjukan bekal makanya


"Yawdah aku ke kantin dulu ya, mo nitip apa?" Nouval bertanya dengan senyum, Nena menggeleng sambil melambaikan tanganya karena sedang mengunyah


"Nen.. besok yah Uang Iuranya. oia, malming kita nonton film apa?" Phillip bertanya, Nena bingung menjawab


"Aku gak enak hati Lip, kesian Nouval kalo sampe tau.. aku takut pertemanan kita bisa rusak" Nena mengeluarkan isi kepalanya pada Phillip yang tidak sengaja di dengar oleh Ardi


"Emang kenapa?" Ardi memaksa


Phillip dengan santainya menjelaskan perihal taruhan tersebut, membuat Nena semakin takut. Wajah Ardi yang tidak terbaca membuat Nena semakin galau


"Kalo pas mo jujur, ajak kami.. nanti kami bantu ngomong" kata Ardi, Phillip hanya tersenyum tipis


setibanya di dalam kelas Nouval melihat wajah Nena yang lesu


"Minggir, sang pacar mo duduk" Nouval menarik kerah baju Phillip supaya bisa duduk di samping Nena


"itu bangku siapa, Taik?" sambil menggelengkan kepala Phillip bertanya pada Nouval


"Bangku Sekolah. jatah kamu duduk disini hanya saat jam pelajaran" jawab Nouval dengan mimik lucu


"Hasyuuuh! kek begini yah kalo balok Es pacaran" Ardi tertawa


"***! gaya lu Tong.." Phillip menoyor kepala Nouval sambil tertawa juga


sedangkan Nena sudah terbawa suasana yang santai, mengerjapkan mata dan berkata

__ADS_1


"Iya ich... ganggu aja orang lagi mesraan"


"cup"


Nouval menarik tengkuk leher Nena dan mencium mesra kening Nena sambil senyum kemenangan, yang di cium terdiam seketika


"Anjiiiirrr... woi... taik! kami masih ada" Ardi gak trima


"Auww" Nouval meringis karena kepalanya kena timpuk tas dari Phillip


"Yang, Aku di bully para penjahat kelamin ini nah.." dengan manja yang di buat buat Nouval menunjukan kepalanya ke arah Nena


Dengan gaya lebay Nena mengelus kepala Nouval


"kampret!!"


"Bener Bener ngontrak kita.."


"Cie.. Cie.."


makian dah olokan di berikan anak anak XI IPS4 yang ada di kelas dan menyaksikan pembicaraan mereka berempat.


Ketika Bell istirahat selesai, Ibu Maidah masuk untuk memulai Pelajaran Bahasa Indonesia


"Keluarkan secarik kertas ya" perintah Bu Maidah


"Haish!!" "Waaah..." "Mampus dah.."


anak anak sudah paham itu berarti akan ulangan dadakan


"Kita acak tempat duduknya"


Bu Maidah mulai menyebut nama siswa untuk pindah tempat duduk dan di tukar dengan lainya


"Nouval, Phillip tukaran.." Titah Bu Maidah


Senyum cerah menghiasi wajah Nouval


"Oooh tidak bisa Bu...!!" Tama protes


"Kenapa?" Bu Maidah bingung


"Enak banget hidup Nouval.. ulangan dadakan duduk ama si ranking 2 yang kekasih hatinya pula..." Teguh ngedumel


"yang ada nanti mereka kerja sama dengan sempurna dan bahagia nya Bu..." Dita memanaskan keadaan


di sambut kata setuju oleh anak anak lain.


"dasar! gak bisa banget liat Papah Mamah mesra" Nouval menggerutu


"Najis!" "Jijaaaay Bajaayy"


"Mulai centil lu Tong" Dika melempar kertas ke arah Nouval


"whattttt???" Sinta dan Dessy memekik kaget mendengar Nouval yang terkenal cool sedingin Balok Es membuka suara dengan kalimat genit


"Weleh.. Weleh.. kalian ini tidak bisa lihat orang senang yah? biarlah Nouval bermesraan sesaat" Bu Maidah menengahi


"Yess..., makasih Bu Maidah" Nouval Maju kedepan menyalami dan mencium tangan Bu Maidah dengan senyum sumringah lalu berjalan ke arah bangku Nena


"Hoeeekkk" anak anak sekelas melihat jengah


"Baiklah... kalian cukup mendeskripsikan dan memaparkan pendapat kalian tentang adanya Zonasi bagi Siswa calon SMA. sebanyak minimal 3 paragraf ya.."


"ooouuuuh..." keluhan panjang keluar dari semua anak


plok.. plok.. Ivan menepuk tangan lalu nyeletuk


"Ibu Hebat banget deh, tau aja mencegah kami nyontek"


Lemparan pinsil, penghapus, kertas kecil, segala benda yang bisa di lempar mengarah ke arah Ivan


"Buahahahahahaa.... sama aja boong kan, dah pindah tetepan gak bisa nyontek"


Ruli tertawa puas melihat Nouval yang duduk dengan tampang cool tetapi terlihat cerah di samping Nena


Bell Istirahat ke-2 berbunyi, Lulu dan Ivan dengan gesit menarik Nena ke kantin


Ardi pun dengan cepat mengejar mereka, Dika yang tidak tau apa apa mengimbangi langkah Ardi


Nouval melihat dan menjadi bingung. Phillip menepuk bahu Nouval


"Gue traktir. hadiah buat loe"


Phillip dan Nouval berkawan sejak SMP dan pernah tinggal di ibukota memang sudah terbiasa berbicara menggunakan aksen ibukota.


Di kantin, posisi samping Nena memang sengaja di kosongkan


"Papah.. sini, duduk samping Mamah"


Ivan dengan mimik sok lucu dan bersuara anak Balita melambaikan tangan kearah Nouval dan menepuk tempat kosong di samping Nena

__ADS_1


Kelakuan Ivan, tentu saja menjadi perhatian banyak anak khususnya anggota NFC


"Apa liat liat?" Sinta dan Ria yang duduk bersisihan nyeletuk


"Penasaran yaaa??" Ria si gadis tomboy yang duduk tidak jauh dari anggota NFC nyeletuk dan tersenyum ke arah Lulu yang menempelkan tanganya di bibir kemudian mengarahakn cium jauh kepada Ria


Nena semakin kaku dan menarik tangan Lulu yang duduk di depannya, membalikan badan ke arah Ria dan Sinta memberikan tatapan memohon supaya berhenti


"Santai aja kali sayang..." Nouval mengelus punggung Nena lembut


"Aiiiih... dia panggil sayang loh" Ivan berteriak menggoda Nena


"Cieeee..."


Agung dan Dessy yang berada di meja belakang Nena langsung mengkelitik pinggang Nena, menjadikan Nena bergeser kesamping dan hilang keseimbangan


dengan sigap Nouval menahan tubuh Nena dengan melingkarkan lenganya di pinggang Nena


"Duuh.. Papah Mamah.. tolong aja yaa.. kami jones nih" Ivan nyerocos lucu


"Dih.. gak! kamu aja yang Jones.. aku mah jomblo aja..." Dika gak mau di setarakan dengan Jones


Selang beberapa menit sambil menikmati soto yang hampir habis, tiba tiba Tangan Nena ditarik Nouval yang melahap sate Telur puyuh yang tinggal satu milik Nena


"Val.." Nena protes


"Masih laper nih.." Nouval menjawab santai


"Pesan aja lagi napa sih?" Nena masih sewot


"Jatahnya cuma 1piring sih" Nouval menjawab santai dan menselonjorkan kaki nya


Bell masukan berbunyi, satu satu para siswa meninggalkan kantin, genk XI IPS4 juga berdiri hendak meninggalkan kantin


Nena berdiri dan memandang Phillip dan Lulu yang membayar makanan mereka


Dalam perjalanan ke kelas, Tangan kanan Nena di gandeng mesra tangan kiri Nouval. Sebenarnya Nena merasa risih dan beberapa kali hendak melepaskan, tapi genggaman Nouval begitu erat.


Menyelesaikan pelajaran hari itu dan mendapat pengumuman berupa jadwal ulangan kenaikan kelas sisa 2 minggu lagi.


"Nena, setelah ini langsung temui Kepsek yah" pinta Bu Rosana


"Oke deh Bu.." Nena menjawab santai


"Kenapa?" Phillip bertanya, Nena hanya menaikan pundaknya


"Entah.." jawabnya


"Na, kami tunggu di luar yah" Lulu mengajak genknya


"Ayo.." Nouval sudah berdiri di samping meja Nena


"Aku ke kantor Kepsek dulu, Val" Nena menjelaskan


"Aku gak budek, Sayang.. ayo ku temani" Nouval gregetan dengan Nena


"Oooh... yah Ayok.." Nena menjawab canggung, Tidak terbiasa dengan panggilan sayang dari Nouval..


Sebenarnya di antara mereka segenk sudah terbiasa saling memanggil sayang, hanya saja Nena belum terbiasa dengan status baru nya.. yang hanya pura pura.


Meskipun sebenarnya Nena merasa senang dan berbunga bunga ketika Nouval memanggil dirinya sayang dengan mesra.


Tangan Nouval tetap menggandeng mesra tangan Nena menuju ruang kepsek.


Tokk.. Tokk.. Nena mengetuk ruangan kepsek


"Masuk Nena, oh.. ada kamu juga Nouval?" Pak Totok mempersilahkan Nena masuk, di ikuti Nouval.


Nena merasa bingung juga kenapa Nouval mengikutinya masuk.


"Ada yah Pak?" Nena membuka suara, melihat Pak Totok memilah milah amplop coklat di mejanya


"Nah.. ini punya kamu. Buka dan baca dengan teliti bersama orang tua kamu yaa" Pak Totok Memberikan Amplop Coklat tertera Nama lengkap Yunena Loudia


"apa ini Pak?" Nena penasaran


"Itu Konfirmasi Formulir Beasiswa yang kamu dan beberapa teman kamu isi. Inti nya amplop itu berita baik" Pak Totok menjelaskan


"Maksud Bapak, Pengajuan Beasiswa saya diterima? Full atau gimana Pak?" Nena tambah penasaran


"Yaa.. kamu baca sendiri lah di rumah. Yang penting mulai sekarang tingkatkan prestasimu"


"Ashiyaaap Pak! kalau begitu saya permisi Pak" Nena pamit dengan Senyuman mengembang indah, Nouval yang dari tadi menyimak merasa bangga.


di koridor sekolah yang sudah sepi, Nouval merangkul pundak Nena menuju gerbang tempat teman temanya menunggu


"Selamat yah Sayang" Cup..


Nouval mendekatkan tubuh Nena dari samping dan mencium pucuk kepala Nena.


"Apaan sih Nouval.. dah berapa kali main nyium sembarangan" protes Nena menghilngkan rasa malu dan deg degan jantungnya

__ADS_1


"Sama pacar ini" Nouval menjawab santai


Siang itu Phillip menepati janjinya mengantar genk nya satu persatu ke rumah mereka masing masing.


__ADS_2