Taruhan Manis

Taruhan Manis
19. Phillip Danuzo 2


__ADS_3

Liburan Kenaikan Kelas tiba.. 3 Minggu lepas dari segala kegiatan Belajar Mengajar adalah sangat yang dinantikan setiap siswa.


Nena, Ivan, Lulu dan Phillip mengambil kesempatan bekerja part time di Pals-Cafe. Sebenarnya Nena dilarang oleh Nouval takutnya karyawan lain akan merasa sungkan dan meminta Nena untuk membantu Nouval dalam mengerjakan Management Cafe saja, Tapi Nena menolak dan bersikeras untuk bekerja di lt. 1 sebagai pegawai Cafe


Bahkan Nena meyakinan pada Manager Cafe agar memperlakukan dia sama seperti pegawai lainya, termasuk harus bersih bersih lantai setelah Cafe tutup seperti tugas part timer lainya.


Sedangkan Nouval dan Ardi masuk dalam pelatihan khusus persiapan Tournament Basket dan Sepakbola antar SMA yang diadakan setiap tahun. Sehingga waktu bertemu antara Nena dan Nouval hampir tidak ada.


Dika mengambil kesempatan bekerja di Bar milik Phillip karena disana dia bisa menyalurkan hobi nya di dunia per-DJ-an


"Na, Kamu yakin mau ambil jadwal bersih bersih Cafe malam ini?"


Lulu bertanya pada Nena ketika mereka berpapasan di pintu dapur setelah Lulu menyelesaikan shift pagi-sore sedangkan Nena mendapat shift siang-malam.


Telah satu minggu mereka bekerja part time. Nena sangat mengetahui meski Manager Cafe menyetujui bahwa akan memperlakukan sama seperti pegawai lainya, tapi tetap saja Manager Cafe berusaha menyusun jadwal agar Nena tidak mendapatkan shift bersih bersih di malam hari.


"Iya. kan Indah minta ijin pulang awal karena memang sedang sakit. lagian aku nya memang belum pernah shift malam, jadi pengen nyobain"


"Trus nanti kamu pulang ama siapa?"


"Ada Ojol Lulu Sayang..."


Nena meyakinkan Lulu. Lulu mengangguk lalu meninggalkan Nena di dapur Pals-Cafe.


Siang sampai malam Nena mengerjakan semua tugasnya seperti biasa.


Saat Cafe tutup menyisahkan beberapa pegawai yang masih bersih bersih mereka terkejut karena kedatangan sebuah mobil di parkiran Cafe, ternyata sang empu Cafe.


"Malam Boskuh... jemput si neng kah?"


Tanya Pak Supri Satpam Pals Cafe


"Iya, Pak tapi saya tunggu disini aja."


Nouval memutuskan tidak turun dari mobil memilih menurunkan sandaran mobil untuk bisa sedikit merentangkan tubuhnya.


Nouval membuka matanya ketika kaca pintunya diketok, ternyata Nena.

__ADS_1


Lalu Nena masuk dan Nouval mengendarai mobilnya melintas jalan raya yang mulai sepi. Baru keluar pelataran parkir, Nena bertanya pada Nouval


"Ngapain jemput? Aku kan bisa naik ojol"


"Makasih Sayang, sudah menjemputku"


Nouval menjawab pertanyaan Nena dengan menyindir mengucap terimakasih, Nena tertawa lirih.


"Cup"


Nena mendaratkan kecupan manis di pipi kiri Nouval. dan mengucapkan terimaksih.


"Satunya juga mau loh.."


Mereka tertawa bersama. dan melanjutkan perjalanan dengan obrolan singkat mengenai kegiatan masing masing.


Tiba tiba Nouval menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak sepi.


"Kenapa sayang?"


Nouval memang sangat hafal dengan mobil yang biasa digunakan Phillip. Dengan cepat Nouval turun dan meminta Nena agar tidak turun dari mobil, tetap waspada dan mengawasi sekitar mereka untuk berjaga jaga.


Nouval mendekat kearah mobil Phillip dan terkejut melihat kondisi Phillip yang tidak sadarkan diri dengan kondisi basah karena keringat sebesar biji jagung di sekujur tubuhnya. Dari ujung mulut Phillip keluar cairan busa berwarna putih.


Dengan cepat Nouval membuka pintu mobil Phillip dan berusaha membuat Phillip sadar dengan menepuk nepuk pipinya. Hanya hembusan napas yang lemah keluar dari hidung dan mulut Phillip.


Nouval memutuskan untuk membopong Phillip memindahkan nya ke mobil Nouval.


Nena yang melihat Nouval bergegas turun dari mobil dan membantu Nouval memasukan tubuh Phillip kedalam mobil Nouval. Lalu Nouval kembali ke mobil Phillip dan memarkiran dengan benar, mengunci mobil tersebut di pinggir jalan.


Mereka membawa Phillip ke rumah sakit.


"Sayang, telpon orang rumah dulu kasih tau, kamu pulang larut"


Dengan cepat Nena men-dial nomer HP ibunya dan memberitahukan kejadian tadi serta meminta ijin pulang larut.


Sementara berbicara dengan Ibunya, Nena melirik Nouval yang sedang memacu mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


Nena merasa bangga pada Nouval karena bisa bertindak tenang, tidak panik bahkan masih memikirkan dirinya.


Setelah Nena menelepon, Nouval meminta tolong pada Nena untuk mencari nomer Bang Vian di HP nya dan men-dial nomer tersebut dan mengklik pengeras suara pada HP Nouval


"Bang, Gue lagi otw bawa Phillip ke rumah sakit."


"..."


"Gak tau, td gue nemu dia dipinggir jalan"


"...'


"Sepertinya sendiri, mobil gue tinggal dijalan, konci gue bawa"


"..."


"Ya udah. ketemu di rumah sakit."


Setibanya di IGD sebuah rumah sakit dengan cepat Nena turun dari mobil dan meminta bantuan perawat untuk membawa brangkar untuk membawa tubuh Phillip yang sudah mulai lemah.


Tim Medis memeriksa Phillip, Nena dan Nouval hanya bisa menunggu. Tidak lama kemudia Bang Vian dan Tante Devi mamanya Phillip tiba. tante Devi terlihat tegang, kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.


"Bang, Tan.. Phillip masih diperiksa dokter. tunggu aja disini"


Bang Vian dan Tante Devi mengangguk, Nena mempersilahkan tante Devi duduk di bangku besi yang berada didepan ruang periksa IGD.


Nouval dan Bang Vian berdiri agak jauh berbincang bincang, Nena menggenggam erat tangan tante Devi yang menatap lurus kearah pintu ruang periksa IGD.


Tidak lama kemudian Nena melihat Silla datang bersama seorang wanita paruh baya yang membungkukan badan seperti memberi hormat pada Bang Vian. Silla mendekat pada Bang Vian lalu berbincang sebentar. Tidak berapa lama Silla melihat ke arah Nena dan tante Devi.


Nena melihat ada keraguan pada diri Silla untuk mendekat pada tante Devy dan dirinya...


**Ada apa dengan Silla? Kenapa dengan Phillip?*


baca teruuusss yaaa


jangan lupa Like nya*...

__ADS_1


__ADS_2