Taruhan Manis

Taruhan Manis
14. Balasan Cantik yuuukk... merapaat


__ADS_3

Sudah dua hari sejak Nena di bully dikamar mandi sekolah. Selain Nouval Teman se-Genk lainnya tidak ada yang mengetahui.


Nouval terus menempel pada Nena, selain karena memang candu ingin berdekatan, Nouval juga merasa perlu menjaga Nena dari NFC lagipula Nena memang meminta supaya Nouval jangan berjauhan darinya.


Tetapi Nena dan Nouval tetap bersikap santai seperti biasa. Tidak mengumbar kemesraan berlebihan meskipun terkadang Nouval tetap menggandeng mesra Nena dan mencuri curi kesempatan mendaratkan kecupan sayang di kening Nena.


Seperti yang dijanjikan Nena akan mengembalikan Cardigan yang dipinjamnya pada Silla, Nena pun mendatangi kelas Silla ditemani Nouval.


Kelas X IPA2


Nena dan Nouval masuk kedalam kelas menuju bangku Silla yang sedang duduk sendirian, Membungkukan kepalanya membaca buku. Nena langsung mengetahui jika Silla adalah type anak pendiam, tidak memiliki banyak teman.


"Hai Silla, apa kabar?


Nena menyapa ramah pada Silla yang spontan mendongakan kepalanya menghadap si pemanggil.


Nouval yang berdiri di belakang Nena terkejut melihat wajah yang duduk di hadapanya namun dengan cepat ditahan


Silla yang melihat Nena dan Nouval mengerutkan keningnya antara senang ada orang yang menyapa nya dan merasa kaget.


"Baik Kak."


Silla menjawab kikuk.


Tentu saja situasi ini tidak luput dari Nena yang memiliki kepekaan tinggi dan pemerhati situasi tingkat yahuud menurut teman se-genk nya. Kecuali jika urusan hati atau perasaan terhadapnya yaa


"Ini, aku mau mengembalikan Cardiganmu"


Nena menyodorkan paper bag yang ditentengnya dari tadi.


"Makasih banget yah bantuan kamu. oia, bisa Nomer telpon kamu?"


"Untuk apa?"


Dengan cepat Silla bertanya dan merasa seperti ketakutan.


"Ya.. siapa tau ada kejadian sperti waktu itu lagi, kamu yang akan ku hubungi. secara mulai sekarang, kamu kuanggap pelindungku he he he.."


Nena menjawab ngasal sambil tertawa garing, Silla pun ikut tertawa lirih malu malu namun merasa senang ada orang yang mau bercanda dengannya.


Masih dengan kikuk, Silla menyebutkan nomer telponya. Setelah saling menukar nomer HP, Nena menarik tubuh Silla kemudian merangkul Nena dengan tulus mendaratkan cipika cipikinya pada Silla. dan berujar


"Sekali lagi makasih banget yah.. kapan kapan, kita jalan bareng yah.. aku balik ke kelas ya.."


Nena dan Nouval keluar kelas meninggalkan Silla yang memandang punggung Nena dan Nouval lalu senyum kecil menghiasi wajahnya yang manis.

__ADS_1


Dari jauh Nena melihat Winda dan Vita yang sedang berjalan ke arah mereka, dengan cepat lalu lembut Nena meraih tangan Nouval dan menautkan jemari mereka. Dengan reflek Nouval meremas pelan tangan Nena dalam genggamanya.


Semakin mendekat dengan Winda dan Sassy, Nena semakin mendekatkan diri pada Nouval.


Kira kira beberala langkah sebelum berpapasan dengan Winda dan Vita, Nena dengan gerakan lembut dan sekilas menggelitik pinggang Nouval sehingga Nouval kaget dan mengeluarkan tawa kecil


"eehh... gitu ya"


Nouval menangkap tangan satu Nena


Tetap ketika Winda dan Vita berada di depan Nena dan Nouval. Vita menundukan kepala menahan gelisah melihat pemandangan di depan mereka.


"Cetar banget pacarku ini"


Sambil memindahkan tanganya ke pundak Nena, Nouval berbisik ditelinga Nena karena tadi sekilas melihat Winda dan Vita.


Nouval Langsung mengerti maksud dan tujuan dari tindakan mereka.


Tanpa mereka sadari, Winda dan Vita sudah membalikan badan dan melihat pemandangan yang justru semakin mengiris hati, Nouval merangkul dan mendekatkan wajahnya ke wajah bagian samping Nena.


Selama beberapa hari Nena dan Nouval berkelakuan seperti itu apabila mereka melihat Winda, Sassy, Anggie apalagi Vita.


"Na, setelah kalian official kok jadi norak sih?"


"Astaga kirain cuma aku yang jengkel ama mereka" Ivan pun tidak kalah sewot


"Biarlah kami menikmati masa masanya kami.."


Sperti biasa Nena ngomong ambigu membalas omongan teman temanya.


dengan santai Phillip menarik ujung rambut Nena sedangkan Lulu memukul tangan Nena dengan bolpen, Ivan memonyongkan bibirnya.


Tidak lama seorang petugas TU masuk dan memberikan pengumuman jika Pak Siswo tidak bisa mengajar karena mendadak harus mengantarkan istrinya akan melahirkan dan pengumuman hari sabtu besok libur dan siswa dapat belajar mempersiapkan Ulangan Kenaikan Kelas.


"Lu, Lip, catatanmu dah lengkap kan?"


Nena bertanya karena tahu banget jika ke dua sahabatnya ini sangat malas mencatat.


"Sudah Buuuuuk." kata Lulu


"Aku foto copy ajalah yah Nen.."


Phillip memelas.


"Jangan ada yang berani keluar kelas ya!"

__ADS_1


Tiba tiba Ardi sebagai ketua kelas memerintah.


"Tapi ada utusan yang belanja ke kantin kan?" Tama bertanya


"Aku aja"


dengan cepat Nena menawarkan diri


"Aku temani" "Ayok"


ucap Ria dan Nouval bersamaan.


"Ria aja Di.. Nouval tinggal kelas aja. bete aku liat mereka duaan terus"


Ivan mengeluarkan pendapatnya, gulungan kertas melayang kearahnya dri Nouval yang duduk belakang.


Ria dan Nena berjalan kekantin memotong lapangan yang ada anak anak XI IPS2 sedang pelajaran Olahraga


Bukk


"Aduh!"


Nena terjatuh karena lemparan bola voli di punggungnya.


"Kurang ajar!"


Ria berteriak pada Anggie.


Nena berdiri lalu berjalan santai ke arah Anggie dan mensekatinya di ikuti Ria disampingnya


"Anggie, kalo kamu cemburu karena aku dekat ama Nouval.. Tolong aja yaa, jangan norak. Gak malu kelakuan kamu di lihat semua anak kelasmu?"


Dengan sikap santai dan Volume suara yang agak dibesarkan bermaksud agar anak anak kelas XI IPS2 mendengar Nena berkata pada Anggie.


Lalu berbalik badan, berjalan ke arah kantin.


"Na, kamu udah berapa kali dibully ama NFC?" Ria bertanya


"Sudahlah Ya.. gak usah di itung dan di pikirkan. buang buang tenaga"


"Kalo kamu dah gak kuat, ngomong ya.. nanti aku aja yang hajar mereka"


Nena tertawa renyah, Lalu menuju kios camilan hendak membeli pesanan teman teman sekelasnya.


Sedangkan Ria mengeluarkan HP dan mengetikan sesuatu..

__ADS_1


__ADS_2