Taruhan Manis

Taruhan Manis
18. Cerdas 2


__ADS_3

Kaget dan takut, dengan cepat Anggie mengambil HPnya dari meja bu Qori...


Membuka Galeri Video dan memperlihatkan pada Bu Qori..


"Seharusnya orang tua Nena juga dipanggil Bu"


Bu Qori dan Bu Anne menyaksikan video saat Nouval mencium Nena di warung Bakso depan sekolah, lalu berpandangan dan tersenyum.


"Nouval, saya juga akan memanggil orang tua kamu"


Semua murid yang mendengar kaget, Nouval membela diri


"Loh? Bu Qori saya salah apa?"


Kemudian Bu Qori membalikan HP Anggie yang membiarkan anak anak menonton video yang direkam oleh Anggie.


"Beugh!!"


Ruang BP menjadi rame oleh tawa dan komentar tentang video tersebut.


"Kamu gak malu melakukan itu didepan teman teman sekelas kamu?"


Bu Qori bertanya pada Nouval


"Lah.. kan mereka yang nyuruh saya nyium Nena Bu, lagian 2 bulan lagi saya 17 tahun. "


pletak!!


"Belum genap woi.."


Ardi menjitak kepala Nouval, sedangkan Nouval mengusap usap kepalanya sambil tersenyum jenaka pada Ardi.


"Kamu kenapa mau?" Bu Anne bertanya


"Saya gak bisa nolak Bu.. Saya ikhlas melakukanya malah Bu"


"Huuuu..." "Maunya..." "Candu loe!!"


Riuh anak anak kelas XI IPS4 menggemparkan ruang BP, Lemparan bungkus permen dari Rulli yang berdiri di depan pintu, toyoran dikepala dari Ardi, injakan kaki dari Nena mengenai tubuh Nouval secara bersamaan.


Bahkan Ivan yang berada diluar ruang BP dengan sengaja mendekat lalu menjitak kepala Nouval.


"Duh! Bu, saya di bully nah.."


Ucap Nouval lebay


"Sudah. cukup..! Nouval jelaskan maksud kamu mencium Nena ditempat umum?"


Dika, Ridho dan Alex masuk kedalam ruangan dan menjelaskan sebab dari tindakan Nouval, jika itu semua diawali dari taruhan sesama mereka. dan Dika berani bertaruh karena tau Nouval dan Nena memang pacaran.


"Nena, Nouval kalian pacaran?"


Bu Qori bertanya pada Nena, Nena pun mengangguk.


"Sejak Kapan?" lanjut Bu Qori


"Sej.." Nena

__ADS_1


"Bohong Bu!" Vita


Ucap Nena bersamaan dengan Vita yang sedari tadi menundukan kepala reflek mengangkat kepalanya memotong ucapan Nena dengan cepat.


Sedangkan anak anak XI IPS4 dan Silla kaget dengan sangkalan Vita.


"Apa maksud kamu Vita?"


Bu Qori bertanya pada Vita


"Sassy mendengar sendiri kalo Nouval sudah memutuskan Nena di lorong belakang UKS"


Vita menjelaskan dan menyenggol lengan Sassy mengkode supaya memberikan penjelasan


"Benar Bu saya dengar sendiri Nouval sudah mutusin Nena, saat itu saya berada didalam UKS. Itu Nena nya aja yang ganjen atur skenario taruhan segala supaya Nouval mencium dia di tempat umum."


Sassy berbicara berapi api


"Oooalaaah... Nena Sayangku.. ternyata ada yang nguping tapi gak kelar hahaha"


Tiba tiba Lulu berbicara, diikuti Phillip, Dika, Ardi dan Ivan yang tertawa dan tersenyum mengejek kearah genk NFC.


Anak anak lain yang juga tidak mengetahui pada sibuk bertanya


"Apaan sih.. cerita donk Lu!"


Ria mendesak Lulu


Kemudian Lulu menceritakan kejadian antara Nena dan Nouval saat berada di lorong samping ruang UKS, dimana Nouval memutuskan Nena yang menembak Nouval karena taruhan dengan dirinya, Phillip dan Ivan. Tapi, maksud Nouval memutuskan Nena itu supaya Nouval bisa menembak Nena karena perasaan Nouval yang benar suka pada Nena jauh sebelum ada taruhan itu.


Lalu Phillip menambahkan dia memang sengaja mengajak Nena taruhan karena memang mengetahui Nouval sudah suka pada Nena, hanya belum ada kesempatan untuk menembak Nena.


kata kata Oooh dan anggukan dari sebagian anak anak, Bu Qori dan Bu Anne


"Benar begitu Nouval?" Tanya Bu Qori


"Benar Bu!" Nouval mengangguk mantap


"Vita, Sassy, Anggie, Winda.. Ibu tetap akan membuat surat panggilan utk orang tua kalian. Sedangkan Nouval dan Nena, Ibu berharap kalian bisa berhubungan yang sehat dan tidak keluar dari koridor Gama dan Norma yang ada. Saya merasa tidak perlu memanggil orang tua Nena maupun Nouval. Sekarang, Silahkan keluar. Saya akan membuat surat panggilan untuk orang tua."


"Iya Bu.. orang tua Nena dan Nouval jangan dipanggil. Nanti yang ada malah tambah mesra mereka berdua."


Ucap Phillip dengan jenaka


"Ooh Iya bener. kasihan kita yang jomblo ini Bu." Sambung Ardi


"Maksudnya?" Bu Qori bertanya pada Ardi dan Phillip


"Orang tua Nena dan Nouval sama sama setuju mereka pacaran. Lah.., kalo sampe kedua orang tua bertemu.. yang ada kita hadiri pertunangan mereka Bu"


Phillip menjelaskan, Lulu yang berdiri disampingnya penasaran dan bertanya pada Phillip untuk meyakinkan dirinya sendiri


"Beneran Ortu Nouval dah setuju juga?"


Phillip mengangguk mantap dan melirik Nouval yang tersenyum padanya, sedangkan Nena tersipu malu.


Plakk!!

__ADS_1


"Awas kamu pacaran terus sampe gak mau ngajarin aku lagi."


Lulu memukul lembut lengan Nena dan mengancam Nena dengan bercanda.


"Oia lupa.., Anggie tolong sampaikan salam hangat saya ke kenalan kamu yang katanya sudah pernah tidur ama Nena."


Pernyataan Nouval membuat seisi ruang BP melongo, Anggie yang ketahuan sebagai penelepon gelap semakin menundukan kepala.


Nena memukul lemah lengan Nouval lalu meminta ijin pada Bu Qori untuk bertanya pada Genk NFC, Bu Qori mempersilahkan


"Kalo Nouval memilih salah satu dari kalian, apakah yang lain akan ikhlas menerima?"


Nena mengeluarkan isi kepalanya. Nouval yang merasa seharusnya Nena tidak perlu bertanya seperti itu pada Genk NFC secara perlahan menjulurkan tanganya kebelakang punggung Nena dan menusuk nusuk lembut punggung Nena dengan jempolnya.


"Apaan sih Val? Geli tau.."


Nena memajukan tubuhnya karena merasa geli dengan tindakan Nouval


"Gila Nouval ich.. depan guru BP aja masih juga nyuri nyuri kesempatan"


Ivan mengolok Nouval


"Auk nih anak" seloroh Nena


"Kamu juga aneh, Na... lagian ngapain di tanyain yang begitu sih? bukan urusan kita juga kalo mereka mo trima ato gak jika Nouval milih salah satu dari mereka."


Sinta yang juga merasa jengah dengan pertanyaan Nena membela Nouval.


"Aku cuma penasaran aja.." Ucap Nena santai


"Do, Bagus kan.. kalo bener Nouval terima salah satunya trus yang lain pada sakit hati.. pasti seru tuh berantemnya"


"Cakep! siap siap kamera kitaaa"


Tama dan Ridho berbicara berdua namun dapat didengar seisi ruangan bahkan yang berada diluar.


"Sudah.. Sudah.. Ayo kita kembali ke kelas."


Bu Anne mengajak muridnya untuk keluar ruang BP untuk kembali ke kelas.


masih di depan pintu ruang BP, Nena berhenti lalu membalikan badanya dan berbicara kepada Bu Qori


"Bu Qori, Saya harap Keluar dari Sekolah bukan hukuman untuk mereka. Karena kalo sampe mereka keluar..., kesian Nouvalnya dan saya juga akan repot"


"Mang kenapa Na?" Tanya Bu Anne yang berada di belakang Nena


"Nanti pacar saya gak ada penggemarnya lagi, trus.. dia jadi grepek grepek saya terus, kan sangat merepotkan Bu"


Nena berbicara dengan gaya lebay, membuat genk NFC yang mendengar merasa jengah, Bu Anne tertawa, Bu Qori tersenyum penuh arti pada Nena tanda beliau mengerti kalo Nena tidak akan memperpanjang masalah ini.


Sedangkan anak anak sekelasnya dah ribut tertawa dan mengolok olok Nena karena ke anehanya.


Nouval hanya menyunggingkan senyumnya lalu melingkarkan lengan kanan nya di leher Nena dan memiting kepalanya, lengan kirinya mengacak acak rambut Nena.


Setelah semua anak meninggalkan ruang BP dan kembali ke ruang kelas mereka hanya berdoa lalu mengambil tas masing masing untuk pulang.


*Asyiiik kan sikap Nena dan teman teman yang memilih menggunakan kepala dingin daripada emosi saat bertindak

__ADS_1


gimana kelanjutanya??


jangan lupa Jempolnya yaaaa*


__ADS_2