Taruhan Manis

Taruhan Manis
29. Yang Penting Happy


__ADS_3

"...."


Sssshhhh....


Semua anak baru tersadar akan bintang bintang yang bertaburan diatas kepala mereka.


Treettt.... Treettt.... Bel pulang berbunyi


"Penilaian Lomba Kebersihan & Keindahan Kelas dilakukan hari Sabtu Minggu depan kok, kalian masih punya waktu. Baiklah, Ardi silahkan pimpin doa pulang teman temanmu." Bu Anne melanjutkan


Bu Anne pamit keluar kelas lebih dulu. sedangkan Ardi menahan teman teman nya untuk duduk kembali.


"Hari Sabtu setelah jam sekolah, jangan ada yang berani pulang duluan yah."


Ardi berbicara sambil menunjuk wajah teman teman nya, lalu melanjutkan


"Kalo sampe ada yang ijin gak masuk apalagi melarikan diri, Ku tonjok kalian dan denda 200 ribu khusus Nouval dan Phillip denda 20 juta!!"


"Dih... kenapa Paduka?" Tanya Gandhi


"Kita Kerja Bakti"


Ucap Ardi sambil menunjuk kearah plafon


"Alamakkkk!!"


"Aaakh Shit!!"


"Amsiyooong daaah!!"


Mereka menggerutu untuk diri sendiri. Akhirnya Mereka menyepakati akan kembali ke sekolah tepat jam 2 siang. Supaya tidak ketahuan oleh guru, karena pada hari Sabtu, jam pulang guru guru adalah jam 1 siang. mereka membagi bagi tugas untuk membawa Tangga, alat alat kebersihan bahkan membawa cat untuk plafon.


"Di, skalian aja dindingnya kita mural dikit. kan Indra jago tuh." Ridho memberi ide.


"****, mahal cat nya.."


"Iya bagus tuh.."

__ADS_1


Protes Indra dan Persetujuan Ivan bersamaan, Nouval setuju dengan Ide Ridho


"Ndra, iyain aja. nanti aku ngasih uang nya, kamu beli yang di perluin. Maaf, Aku gak bisa ikut kerja bakti, karena jam 4 ada sparing di GOR"


"Nenaaaa..."


Lulu menyebut nama Nena dengan memelas, belum sempat Nena merespon sudah di jawab oleh Nouval paham apa yang di mauin oleh Lulu


"Iya, nanti ada yg nganter ransum"


"Itu Pacarku.!"


Dengan cueknya Nena menyatakan kepemilikan nya, disambut nada nada sewot dari seisi kelas.


---


Sesuai kesepakatan Sabtu jam 2 siang seisi kelas XI IPS4 minus Nouval mulai berdatangan.


dan memulai membersihkan permen permen karet yang berada di plafon tentu saja dengan bercandaan khas mereka. hingga Ivan mengajak mereka untuk beristirahat menikmati hidangan yang baru saja diantarkan oleh karyawan Nouval.


Hari Selasa Minggu berikutnya Lulu, Nena, Nouval, Dika dan Phillip mengantarkan Ardi dan Sinta untuk fitting baju di butik tante Devy - Mamanya Phillip, Bahkan Ardi dan Sinta diberikan pelatihan dasar untuk melakukan runaway mereka oleh Mamanya Phillip.


Hari Jumat adalah waktu pelaksanaan untuk Lomba Cerdas Cermat dan Yel Yel, Nena, Ridho dan Dini mengikuti lomba tanpa hambatan tanpa beban meskipun mereka harus kalah. Bahkan Tim Yel Yel pun kalah.


Saat Sabtu pagi semua siswa menyaksikan Runaway Putra Putri Merah Putih dengan penuh antusias, sorakan dari Tim Sorak Masing masing kelas memekakan telinga di aula sekolah.


"Ardi, kamu pasti bisa... ndak osah malu!"


Sinta memberikan semangat pada Ardi yang nampak gelisah di sampingnya.


"Aku gak malu Sint... cuma.. cuma.. grogi."


disamping Aula sebelum perhelatan Runaway PaPi MerPut berlangsung Ivan dan Gandhi sedang menjalankan list taruhan Ardi Berani/Tidak Menembak Sinta di atas Panggung. Taruhan ini dilontarkan Nena pada Ardi saat Nena, Nouval dan Lulu membantu Ardi persiapan di dalam mobil Nouval.


Sesaat Ardi menyetujui, Nouval langsung mengabari Ivan agar mengajak anak anak kelas mereka untuk ikut taruhan, tentu saja semua anak setuju dan mulai memasang taruhan. Perolehan suara sementara masih meragukan keberanian Ardi. Ardi memang terkenal pemberani jika berkelahi dengan preman sekalipun... Tapi apabila urusan cewek, Ardi termasuk melempem. Itu adalah pikiran sebagian besar orang orang.


Semua pasangan Perwakilan kelas telah melakukan runaway mereka setiap supporter memberikan sorakan yang heboh pula. Sampai pengumuman juara selesai prediksi awal Ardi dan Sinta memang tidak akan lolos, Namun... sukacita, kehebohan, kekompakan dan keseruan dalam siswa XI IPS4 tidak surut.

__ADS_1


Akhirnya acara selesai


"Mohon Maaf perhatianya sebentar..."


Seseorang mengambil Mic dari atas panggung untuk meminta perhatian seluruh guru dan siswa yang masih ada di Aula yang sebagian besar adalah anak anak XI IPS4


"Aurelia Sinta, maukah jadi pacarku??"


"Huuuuuaaaaaa...."


Gemuruh suara kaget terdengar didalan aula. Sinta yang ditembak hanya bisa bengong, lalu dengan wajah murka, mengepalkan jari tanganya berjalan dengan cepat ke arah panggung dan merebut Mic dari tangan Ardi dan berucap


"Bego!! harusnya nembaknya tadi pas setelah kita runaway supaya uang taruhan full untuk kita..."


"...."


Suasana hening seketika didalan Aula, namun hanya beberapa menit.. setelahnya suasana kembali riuh bahkan tambah gempar.


"Anjriiiittt!!! Sinta Serakah...!"


"Sinta... kamu lucuuuuu"


"Jadi... ini gimana? aku diterima ato ditolak?"


Ardi masih mematung di atas panggung ketika Sinta mulai melangkah hendak meninggalkan panggung, seulas senyum manis menghiasi wajah Sinta diberikan pada Ardi.


"Cepetan sudah turun. kelamaan diam disitu sih..."


Akhirnya Sinta menarik tangan Ardi.


"Tunggu... Tunggu... Aku mo sujud syukur dulu"


Kelakuan Ardi membuat tawa anak anak lain dalan Aula terpingkal pingkal.


*Wooooow.... ndak trasa... Next is Last Episode loh..


**Tapi tetap ada dramanya sih***...

__ADS_1


__ADS_2