Taruhan Manis

Taruhan Manis
26. Aldo Bodoh


__ADS_3

Tiba Tiba Papa Nouval masuk dan menyela omongan papanya Aldo. Sebenarnya Papa Nouval sudah dari tadi tiba di skolah, hanya saja masih berdiri di luar pintu Hall mengintrogasi Nouval.


"Pak Tanto.. apa maksudnya. Kok ada disini?"


Papanya Aldo terlihat gugup


"Ya sama seperti Pak Budi, mau menuntut pihak sekolah..."


Pak Tanto - Papanya Nouval sengaja menggantungkan kata katanya, membuat semua yang ada di Hall tekejut. Hanya Pak Budi - Papanya Aldo yang tersenyum sombong merasa ada yang membela.


Lalu Pak Tanto melanjutkan kata katanya


"... Jika pihak sekolah di bantu kepolisian ti.da.kk menyusut tuntas atas kejadian ini. Saya mengenal Nena dengan baik... tidak mungkin dia meminta Preman untuk mematahkan kaki anaknya Pak Budi, apa buktinya?"


"perlu bukti apalagi? jelas jelas kaki Aldo sampe patah begini, Aldo jadi terlambat masuk sekolah karena harus berobat. Saya harap Pak Tanto tidak usah mencampuri urusan ini... Biarkan saya yang akan menyelesaikan nya."


"Maaf Pak.. yang dikatakan Bapak ini benar. Harus ada pembuktian jika dik Nena menyuruh Preman untuk mematahkan kaki anak anda."


Polisi menyela pembicaraan Papanya Aldo


"Waah.. ternyata Pak Budi memiliki banyak waktu yah? sampai secara khusus akan mengurus masalah anak anak."


Papanya Nouval menyindir Papanya Aldo


"Permisi, Selamat Siang. Hey Tan, kenapa nih kita dipanggil? Loh Bu Meta juga ada?"


Tiba tiba Pak Danuzo - Papanya Phillip masuk ke Hall dan menyalami Papanya Nouval dan menyalami Ibu Meta - Ibunya Nena.


"Eh, Pak Budi. saya kira anaknya Pak Budi sekolah di jakarta, ternyata disini juga?'


Papa Phillip menyapa Papa Aldo. Terlihat sekali jika Pak Budi gelisah di tempat.


Papanya Nouval bercerita sesuai versi Nouval. didengar oleh semua yang ada disitu


"Loh Pak, Pa'Lek? ngapain disini?"


Tiba Tiba Harry masuk dan kaget karena melihat Bapak dan Paman nya ada di Hall. Harry baru kembali dari mengikuti lomba Matematika di kantor Diknas mewakili sekolahnya.


"Loh Har? kamu sekolah disini juga?"


Pimpinan Preman yang ternyata adalah bapaknya Harry (author menulis nama Harry di Episode 1, Dia tidak masuk Genk karena sejak awal tidak pernah sekelas. hanya saja masih berhubungan baik dengan Genk IPS4)


Mendengar pertanyaan bapaknya, Harry memukul jidatnya dan menggelengkan kepala.


"Emang bapak pikir aku sekolah dimana?"

__ADS_1


Lalu Pimpinan Preman menceritakan kejadian awalnya, dimana Aldo khusus datang ke Terminal mencari beliau yang memang terkenal sebagai Cukong di Terminal. Aldo meminta beliau untuk menangkap Nena dan membawa ke sebuah rumah tua di dekat pekuburan luar kota.


Hanya saja bapaknya Harry tidak menyangka jika siswa siswa sekolah serempak ikut berkelahi karena membela Nena.


"Hah?!? Nena??"


Harry kaget, karena mengenal Nena sebagai salah satu teman nya yang tidak neko neko, hanya saja sedikit gesrek otaknya, meski tetap termasuk anak cerdas.


"Pak, Nena gak mungkin melakukan itu. cepet, kembalikan uangnya."


Harry membela Nena dan menyuruh bapaknya untuk mengembalikan uang pembayaran dari Aldo.


"Bah!! bapak belum dibayar, Nak... kerjaan beres baru di bayar sama Aldo"


Pada akhirnya semua sepakat bahwa kejadian tadi hanya salah paham saja.


"Trus?? gimana nih nasib mobil kami yang penuh gesekan benda tajam??"


Beberapa siswa yang biasa membawa mobil dan di pelataran parkir diluar Gerbang meminta pertanggung jawaban karena saat terjadi obrolan di dalam Hall, Ardi menyuruh teman temanya untuk mengecek mobil mereka masing masing.


Ibu Nena, Papa Nouval dan Papa Phillip mengendikan bahu


"Sekolah Anak anak kami yang disambangi bapak bapak ini, bukan tanggung jawab kami"


Papa Nouval menjawab dengan santai, di lanjutkan dengan bapaknya Harry


"Pa..," Aldo memelas pada Papanya


"Baiklah. Saya yang akan mengganti semua kerusakan. masukan mobil mobil itu ke Bengkel Pandu."


"Oh.. No! itu Bengkel jelek, onderdilnya palsu. Ke Bengkel resmi aja Om.."


ucap salah satu siswa, Papa Aldo mendengus kasar karena maksudnya supaya dia bisa membayar murah pihak bengkel.


-----


Aldo yang merasa tidak puas lalu mendatangi tiga anak buah bapaknya Harry dan meng-iming imingi membayar dua kali lipat dari perjanjian yang sebelumnya. Tugas mereka adalah membuat kekacauan sehingga orang suruhan Aldo yaitu Anggi yaitu Sepupu Aldo bisa menculik Nena dan membawa Nena pada Aldo yang akan menunggu di pintu belakang.


Keesokan harinya Anggi meminta waktu Nena untuk bicara berdua dengan maksud mau meminta maaf soal video yang lalu.


Saat Nena berjalan mengikuti Anggie kearah belakang sekolah, tanpa mereka sadari Nouval mengikuti mereka, karena tidak percaya dengan Anggie.


Sementara diluar para preman sudah mulai aksi mereka. Harry yang mengenali beberapa orang anak buah bapaknya dengan cepat menelepon bapaknya.


Tidak selang waktu lama, Bapaknya Harry mendatangi anak buahnya dan menyuruh untuk meminta maaf dengan alasan jika pihak sekolah meneruskan pada pihak sekolah, siapa yang akan ganti rugi?

__ADS_1


"Emangnya bayaran Aldo cukup untuk ganti rugi? Nah... sekarang Aldonya aja gak keliatan batang hidungnya."


Bapaknya Harry mengomeli anak buahnya.


Dengan santai Nouval menggiring Aldo yang tertatih tatih menggunakan tongkat berjalan, sedangkan Nena berjalan agak dibelakang untuk menjaga Anggie supaya tidak lari.


"Nih Aldonya Pak... Tadi dia nunggu di pintu belakang mo nyulik Nena, dibantu Nenek Sihir ini"


Nouval mendorong badan Nouval kedepan, Nena pun melakukan hal yang sama pada Anggie.


Para polisi yang sama dipanggil lagi oleh Kepsek. Saat Polisi datang dan ingin menangkap para preman, Aldo dan Anggie


Tiba tiba Papanya Aldo dan Papanya Phillip dan meminta Polisi supaya tidak membawa Aldo


"Kenapa anak saya di sangkut pautkan lagi?"


Papa Aldo marah dan tidak terima. dengan perlakuan polisi yang mau menangkap anaknya tanpa bukti.


"Maaf Pak, untuk masalah kemarin saya sudah selesai, saya tidak tau menahu. Tapi untuk hari ini.. sepenuhnya jadi urusan mereka."


Bapaknya Harry berbicara pada Polisi tidak mau ikut campur dengan urusan anak buahnya yang mengambil tindakan sendiri atas suruhan Aldo.


"Apa maksud Bapak?"


Papa Aldo menghardik bapaknya Harry


"Sabar Pak, biarkan mas mas ini menjelaskan terlebih dahulu."


Pak Polisi meredakan amarah Papanya Aldo, dan memberi kesempatan pada anak buah Bapaknya Harry untuk menceritakan duduk persoalanya.


"Kalian jangan bohong!"


Papa Aldo masih dengan tensi tinggi.


"Santai dong Om, nge-gas aja sih. ini loh ada rekaman kesaksian Anggie saat saya introgasi dia di belakang."


Nouval berusaha memberikan bukti tambahan selain pengakuan para preman tadi.


"Kurang Ajar! Kamu urus aja usaha papa kamu yang sudah mau bangkrut! kok malah repot urusin cewek kurang ajar."


Papa Aldo mengomeli Nouval, yang langsung mendapat jawaban dari Papanya Phillip


"Oooh.. Pak Budi tenang saja, Nouval sanggup memperbaiki kerusakan di perusahan papanya yang disebabkan oleh perbuatan anda."


**Bagaimana Kelanjutanya??

__ADS_1


Jangan Lupa Like-nya 👍 yaaa*


__ADS_2