Taruhan Manis

Taruhan Manis
31. Epilog


__ADS_3

"Bu, tamu nya sudah datang tuh... kata Ayah cepetan turun"


Dion berteriak dari bawah tangga memanggil Ibu Nena.


"Na, Ibu turun dulu ya. Nanti Dion yang akan memanggil kamu dan Lulu turun. Lu, Ibu duluan ya."


"Beres Bu. Nena biar saya yang jagain."


"Jagain? emang aku bakal lari kemana?"


"Kamu emang gak bakal lari, tapi pingsan secara kamu deg degan kan??"


Yuup, hari ini adalah tepat HUT Nouval yang ke 24tahun. Pak Tanto menepati janjinya untuk datang melamar Nena.


Nena sudah menyelesaikan Studynya di Singapoure Management University dengan Predikat First Class Honours sebagai lulusan terbaik dan tercepat seangkatanya. Saat ini Nena juga telah bekerja di salah satu perusahaan Papanya Phillip. masuk melalui rangkaian test tanpa rekomendasi dari pemilik perusahaan.


Vian yang menjadi CEO perusahaan tersebut juga kaget, Namun Nena hanya menjawab santai "rugi dong Bang beasiswa saya, dan jauh jauh kuliah, eh... pas kerja harus minta tolong Bang Vian"


Sedangkan Nouval yang biasanya memang setiap libur akan kembali ke Indonesia untuk langsung bekerja membantu papanya, selama 2tahun terakhir tidak pernah pulang lagi karena Perusahan Papa Nouval sudah kembali maju bahkan sudah berhasil membuka cabang di Amerika, itu sebabnya Nouval berkonsentrasi pada kantor cabang baru dan melanjutkan S2-nya.


Setelah berbasa basi sesaat Ayah Nena bertanya pada Nouval untuk lebih meyakinkan


"Nak Nouval, beneran serius mau melamar Nena?"


"Serius Pak. bahkan ini sudah terlambat 2tahun."


Nouval menyambar pertanyaan Ayah Nena dengan mantap. Keluarga dan tamu yang lain pada tertawa


"Yaelah Broh.. cuma telat 2 taon doank, santai aja jawabnya"


Phillip yang duduk tepat dibelakang Nouval langsung menoyor kepala Nouval.


"Diem loe. Brisik..."


"Kalau begitu, kita panggil Nena, dan tanya langsung ke Nena ya..."


Sesaat setelah Dion memanggil Nena untuk turun, Nouval hanya bisa menelan salivanya karena merasa takjub melihat Nena dalam balutan Kebaya warna Peach.


memang hampir setiap hari mereka bertukar kabar bahkan melakukan video call, Tapi baru kali ini Nouval dan Nena bertatap muka secara langsung. Nouval yang baru minggu lalu tiba ke Indonesia tidak sempat bertemu langsung dengan Nena karena sudah disibukan dengan berbagai urusan perusahaan.


Sesaat setelah Nena dibantu Lulu untuk duduk, Nouval sudah membuka suaranya dan menyodorkan sebuah cincin

__ADS_1


"Ini cincin nya. dipake deh pasti pas."


Nena membelalakan matanya pada Nouval yang sekali lagi kepala Nouval mendapatkan toyoran, sekarang langsung dari papanya yang duduk di sampingnya.


"Val, jangan bikin malu Papa dong. Nena ditanya dulu mau terima lamaran kamu atau gak?"


"Dia pasti maulah Pa.."


"Nena, bagaimana dengan kamu.. apa kamu mau menerima lamaran Nouval dan keluarganya?"


Ayah Nena bertanya kepada Nena yang sudah menundukan kepalanya kembali, sesaat mengangkat kepalanya menatap ayahnya lalu menjawab


"Kalo Nena gak langsung terima lamaran ini. Ayah gak apa apa kan?"


Semua yang mendengar mendadak terkejut dan menjadikan ruangan hening


"Nena, apa maksud kamu Nak?"


Ibu yang pada akhirnya membuka suara terlebih dahulu.


"Iya, Nena gak mau langsung terima lamaran jika harus langsung nikah tahun ini. Tapi kalo tunangan dulu sampai 2 tahun depan Nena mau."


"Sialan Nena. sudah sudah bahasa ambigu mu itu ya.. dah tua!! bikin aku jantungan aja.."


Tamu yang mendengar jawaban Nena akhirnya mengerti dan ber-ooh ria, sedangkan Lulu yang duduk disamping Nena menyikut lengan Nena yang senyum senyum genit.


"Ndak bisa! 1tahun aja tunangan nya. tahun depan kita nikah."


Nouval dengan tegas meralat omongan Nena


"Mau ku trima apa gak nih?"


Nena tidak kalah nyolot pada Nouval.


"Na, jangan gitu lah.. 6 tahun aku dah bersabar dan ngalah, lebih dari yang kita janjikan. Tahun depan kita nikah."


Nouval akhirnya merendahkan suaranya namun tetap penuh penekanan tanpa menerima penolakan pada kalimat menikah tahun depan. Nena hanya bisa terdiam dan mengingat 2tahun lalu ketika Nouval sudah berniat melamarnya, Nena meminta agar Nouval konsentrasi lebih pada kemajuan perusahaan nya.


"Baiklah. Jika begitu saya serahkan pada keluarga Nouval untuk mengatur pernikahan Nouval dan Nena tahun depan."


Ayah Nena melerai pertikaian kecil antara anak perempuan dan calon menantu nya.

__ADS_1


"Loh, Yah.. kan Nena blom jawab"


"Kelamaan kalo nungguin kamu jawab. keburu Lulu dah mo melahirkan nanti"


Ibu Nena menjawab pertanyaan Nena sambil menunjuk pada Lulu dengan perut buncit 4bulan nya.


"Iya Nen, kelamaan.. laper nih akoh"


Lulu bermanja ria pada lengan Nena.


"Ayo sekarang Nouval dan Nena berdiri. Nouval pakaikan cincin nya supaya kita bisa cepat makan. Mama juga dah laper nih.. Jeng Mita nanti kita urus bareng yah nikahan mereka. jangan kasih ke mereka, yang ada nanti kacau"


Mama Nouval akhirnya membuka suaranya, disambut anggukan kepala oleh tamu lainnya.


Saat Nouval dan Nena berdiri lalu Nouval menyematkan cincin pertunangan pada jari manis kanan Nena, Nouval berbisik pada Nena


"6 bulan aja tunangan nya ya, kita langsung nikah.. Adoh!!"


Nena menginjak kaki Nouval sambil tersenyum manis karena mau di foto. Nouval memberikan alasanya dengan tersenyum ke arah fotografer


"Iya, supaya nanti anak kita bisa seumuran dengan anaknya Lulu loh..."


"Gitu yah? Tapi aku masih mau kerja."


"Kamu tetep boleh kerja kok.. DEAL!! Bapak Ibu, Sodara sekalian.... kami sudah sepakat 3 bulan lagi pernikahan kami akan dilaksanakan."


"Hah??"


Nena dan semua orang terbengong mendengar pengumuman dari Nouval.


_----------------------------_


**trimakasih untuk semua pembaca setia.


ini adalah novel pertama saya, sebenernya gagasan awal hanya sebuah cerpen yang sudah pernah saya tulis sewaktu jaman masih SMP dulu ....


Tapi, berhubung dalam kontrak dengan Novel Toon harus berbentuk Novel, maka cerita kudu di kembangkan...


Jangan ketinggalan membaca Novel saya lainnya "Merebut Suamiku Kembali" yang saat ini sudah mulai terbit...


Jangan Lupa Vote dan 👍 nya di tiap episode ya... muachhhh*

__ADS_1


__ADS_2