
Setelah drama tadi pagi, kini Oliv tengah berada di ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Namun keningnya tiba-tiba mengkerut dikala mendapat sebuah pesan dari nomor tak dikenal. Dia pun membuka pesan itu dan sangat terkejut dengan foto yang nomor itu kirimkan.
"Kenapa dia juga bisa punya undangan dari Vino?! " Oliv bertanya tak percaya.
Pasalnya, nomor itu tiba-tiba saja mengirimkan foto undangan pernikahan Vino. Pemilik nomor tersebut kembali mengetik, Oliv pun menunggunya dengan perasaan yang gugup.
[Ingin pergi bersama, sayang? ] Lanjut pesan dari sang pengirim.
Seketika tubuh Oliv merinding saat membaca kata 'Sayang' Yang tersemat pada kalimat itu.
"Dia ini siapa? Kenapa tiba-tiba mengirim ku pesan dan tiba-tiba menyebutku sayang? "
"Maaf, ini siapa? " Tanya Oliv pada sang pengirim pesan.
Tak lama pesannya pun di balas.
[Ayolah sayang, kau melupakanku? Jahat sekali]
"Ini siapa? Aku sama sekali tak mengenalmu, dan berhenti menyebutku sayang? "
[Ck! Sayang, apa perlu ku ingatkan juga malam panas yang pernah kita lalui bersama waktu itu?]
Tubuh Oliv semakin bergetar dikala mengingat-ingat sesuatu yang sudah terlewat 2 hari yang lalu. Dia pun langsung menatap tajam layar ponselnya saat sudah mengingat sesuatu.
"Sialan! Jangan-jangan kau si brengsek itu! " Balas Oliv langsung.
Namun tak lama ponselnya pun berdering pertanda ada telpon masuk. Tanpa pikir panjang Oliv pun langsung mengangkat sambungan telpon.
"Hei, brengsek! Dari mana kau mendapat nomor ponselku! " Tanya Oliv langsung dengan kesal.
__ADS_1
"Dan kenapa kau bisa punya undangan yang sama dengan ku?! " Tanyanya lagi yang sama sekali tak membiarkan yang di sebrang untuk bicara.
“Sabarlah sayang, biarkan aku bicara terlebih dahulu. ”
"Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan sayang!! " Amuk Oliv dengan kesal.
“Baiklah baby, aku punya undangan yang sama denganmu. Jadi, apa kau tak berpikir kalau kita pergi bersama saja? ” Ajak Kenan dengan santai, karena berpikir Oliv akan menerima ajakannya.
"Tidak! Dan aku tak mau bertemu denganmu lagi! Jadi jangan ganggu aku! "
“Yakin? ” Tiba-tiba saja dia mematikan saluran telpon dan mengirimkan sebuah foto dirinya yang hanya memakai celana panjang tanpa atasan yang memperlihatkan dada bidang dan perut kotaknya, duduk di sebuah kursi kebanggaannya, sembari menggenggam segelas White Wine di tangan sebelah kanannya. Tersenyum dengan genit ke arah kamera.
"Dasar pria mesum! Apa-apa kau! " Amuk Oliv semakin kesal.
"Aku tidak mau dan jangan ganggu! Tapi sebelum itu jelaskan padaku kenapa kau bisa punya undangan dari Vino! "
[Baiklah baby, akan aku jelaskan. Ayah dari mantan kekasihmu itu adalah rekan bisnisku, jadi aku pun pasti akan di undang ke acara pernikahan anaknya. ]
"Tunggu! Dari mana kau tau dia itu mantan kekasihku? " Wanita itu kembali bertanya dengan kaget saat sadar jika pria ini tau kalau dia adalah mantan kekasih dari pria yang akan menikah.
[Itu mudah sayang, aku sudah tau semua tentangmu. Tahun berapa kau lahir, bentuk tubuhmu bagaimana, tinggi mu berapa, gaya rambutmu apa, bahkan makanan kesukaan mun aku tau semuanya. ]
"Kau memata-mataiku?! "
[Tidak. Aku hanya saja tak mau wanitaku nakal pada pria lain, termasuk pada pria yang berani berkencan denganmu! ]
"Apa katamu? "
Oliv mengerutkan keningnya tak mengerti. Dia berusaha memutar otaknya agar bisa mencerna semua ucapan pria itu.
__ADS_1
"Kau dalang dari tiba-tiba nya Rayyan tak mau bertemu denganku lagi?! " Tanya Oliv dengan begitu kesal. Begitu kesalnya hingga ketikannya ada banyak yang typo.
[Ya! Aku tak suka milikku bersama dengan orang lain, kau hanya milikku! Dan akan selamanya seperti itu! ]
"Apa-apa kau ini? Memangnya kau siapa berani melakukan itu! " Oliv semakin tak Terima.
[Oh? Ingin ada ikatan terlebih dahulu? Baiklah, aku tak akan segan-segan untuk mengajakmu menikah. Sekarang pun aku bisa pergi ke pengadilan agama untuk mengurus surat nikah kita. ] Jawab pria itu dengan santai.
"Bukan itu maksud ku! Kita tak saling kenal tapi dengan seenaknya kau bilang kalau aku adalah milikmu! Jangan seenaknya walaupun kau punya banyak kekuasaan dan uang! "
[Semua orang bisa melakukan apapun asalkan ada uang dan kemampuan. ]
"Pokonya aku tidak peduli! Jangan ganggu aku! "
Saat Oliv ingin melempar ponselnya ke sofa, ponselnya kembali berdering. Namun dia membiarkan nya saat melihat jika pria brengsek itu yang menelponnya.
karena tak di jawab. Kenan terus menerus menelpon Nomer Oliv dan tak akan berhenti sebelum di angkat.
Karena merasa risih dan kesal, akhirnya Olivia pun mengalah dan mengangkat telponnya.
"Ada apalagi denganmu? Tak bisa membuatku tenang sebentar saja! " Amuk Oliv kesal.
“Tidak! Aku tak akan membiarkan mu tenang sebelum kau jadi milikku. ”
"Tolonglah Tuan! Selain monster menakutkan kau juga seorang pemaksa? Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? " Tanya Oliv mulai frustasi.
“Kau, tubuhmu, semua yang ada di tubuhmu. ”
"Bedebah sialan! "
__ADS_1
“Pikirkan kembali ajakan ku, sayang. ” Ucapnya sebelum akhirnya Oliv menutup sambungan telpon.