
"Kalau begitu aku pulang lebih dulu, terimakasih untuk malam ini. " Ucap Oliv setelah mereka keluar dari Restoran.
"Tidak, seharusnya aku yang berterimakasih. Terimakasih untuk malam ini, dan semoga kita bisa bertemu kembali. "
"Iyah, jika kau dan aku ada waktu. Kalau begitu aku pulang lebih dulu. " Pamitnya.
"Iyah, Hati-hati. "
Oliv mengangguk dan mulai berjalan ke arah parkiran. Rayyan pun masih memperhatikan Oliv sampai di parkiran dan masuk kedalam mobilnya hingga mulai melajukan mobilnya menuju ke arah jalan raya.
Dia pun menghela nafas dan ikut berjalan ke arah parkiran. Namun dia terkejut dikala ada sebuah mobil mewah yang tiba-tiba saja berhenti dihadapannya. Yang membuat dia kaget dan bingung, saat ada yang keluar dari bagian depan mobil dan membukakan pintu belakang mobil yang sudah memperlihatkan seorang pria tengah duduk dengan santai di dalam mobil sembari menyilang kan kedua kakinya.
"Tuan kami ingin bicara dengan anda. " Ucap sang pria yang keluar dari bagian depan mobil.
Rayyan menatap tajam pria yang masih dengan santainya duduk didalam mobil.
"Kami tak akan melakukan apapun pada anda. Sekarang silahkan anda masuk kedalam. " Titah pria itu kembali.
Rayyan pun kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil dan masuk kedalam. Duduk dengan santai di sampai pria pemilik mobil saat sudah tau siapa pemilik mobil ini.
"Tau siapa aku? " Tanya pria pemilik mobil itu.
"Ya, aku terkejut bisa bertemu langsung denganmu. " Jawab Rayyan santai.
"Kau tau letak kesalahanmu? " Tanyanya lagi.
Rayyan mengerutkan keningnya bingung. "Kesalahan? Kesalahan apa yang aku lakukan padamu? " Tanyanya balik dengan bingung.
"Kau sudah berani mengajak wanitaku melakukan kencan buta. " Jawab Kenan mulai menatap tajam ke arah depan.
Awalnya Rayyan masih bingung dan tak mengerti. Namun lambat laun, Rayyan pun mengerti maksud dari 'Wanitaku'. Wanita yang Kenan maksud adalah Oliv. Rayyan pun tersenyum dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil.
"Maaf, tapi aku tidak tau kalau dia wanita-mu. Aku mengajaknya berkencan karena aku mengenalnya di media sosial. " Jelas Rayyan.
"Kau sudah tau dia milik siapa sekarang, jadi jauhi dia dan jangan pernah bertemu dengannya lagi. Dia milikku! " Ucap Kenan penuh penekanan.
__ADS_1
Rayyan tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya dengan perlahan-lahan.
"Aku mengerti, kalau begitu aku pergi sekarang. " Rayyan turun dari dalam mobil dan mulai kembali berjalan ke arah mobilnya.
"Jalan." Titahnya pada sang supir. Mobil pun kembali melaju.
Jangan tanyakan kenapa Kenan bisa tau kalau Oliv melakukan kencan buta. Setelah pertemuan pertama mereka, Kenan mulai terus memperhatikan Oliv dari jarak dekat maupun jauh. Hal kecil sekalipun yang Oliv lakukan, maka pria itu akan mengetahuinya bahkan tanpa Oliv sadari.
Dan satu lagi, keinginan Kenan selalu mutlak dan tak bisa di ganggu-gugat. Jika dia ingin ini, maka harus mendapat ini! Tak boleh yang lain! Dan sekarang sasarannya adalah Olivia. Satu-satunya wanita yang pernah dia tiduri tanpa menggunakan pengaman.
Dan tentu, didalam rahimnya sudah banyak keturunan miliknya yang hampir gugur. Tidak tau bagaimana nasib yang lainnya, apakah akan berhasil mencapai kesuksesan atau semuanya akan ikut gugur?
"Jika kau hamil anakku, wanita. Maka akan semakin mudah aku mendapatkan mu. " Ucapnya tersenyum lebar.
Tak lama, suara telponnya pun berdering yang membuat dia harus mengalihkan pandangannya pada benda pipih tersebut.
"Kenapa? "
“Kenan! Kenapa kau tiba tiba pergi saat rapat tengah berlangsung? Kau gila! ” Amuk seorang wanita yang ada di sebrang.
"Dasar manusia tak tau di untung! Sudah bagus ku biarkan hidup, tapi mereka masih saja tak tau diri! " Gumam Kenan begitu kesal.
"Bagaimana kencannya? Lancar? " Tanya Vera saat melihat Oliv baru saja datang dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Lancar, ternyata dia sangat baik. Dia sangat nyaman diajak mengobrol. " Jawab Oliv masih menyandarkan tubuhnya dan menutup kedua matanya.
Vera pun ikut duduk di sampingnya dan menyenggol bahu sahabatnya itu. "Bagaimana? Sudah ku bilang kan? Sekarang bagaimana perasaan mu? "
__ADS_1
"Lebih baik, ternyata itu menenangkan juga. "
Vera bertepuk tangan pelan sangat senang dengan kemajuan sahabatnya itu. Oliv masih tersenyum sekarang, namun itu semua berubah saat dia melihat WhatsApp miliknya.
"Kenapa? " Tanya Vera saat melihat perubahan raut wajah Oliv.
"Rayyan memblokir Nomorku Ver! "
"Apa?! "
"Lihat ini! " Oliv menunjukkan sisa chat nya bersama Rayyan dan terlihat ada notifikasi yang mengatakan jika nomor itu sudah di blokir.
"Kenapa dia memblokir nomormu? " Tanya Vera tak percaya.
"Aku tak tau. Kenapa dia melakukan ini? Apa gara-gara aku jelek? Setelah bertemu denganku dia langsung memblokir nomerku, bahkan semua media sosial ku diblokir olehnya! "
"Mana mungkin seperti itu! Ini pasti kesalahpahaman. " Elak Vera mencoba meyakinkan sahabatnya itu.
__ADS_1