Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 8


__ADS_3

Oliv kembali mengacak-acak rambutnya frustasi dan langsung berdiri dari duduknya menuju ke arah kamar.


"Memang sialan! Setidaknya jika tak suka padaku bilang saja, jangan malah memblokir kontak ku setelah memuji semua penampilanku. Dasar pria sialan! Kenapa semua pria yang aku temui harus pria sialan semua!! " Jerit nya begitu frustasi dengan kehidupan percintaannya.


"Oliv! Jangan bicara seperti itu, mungkin ini ada kesalahpahaman. Pasti ada alasan dia melakukan itu. " Ucap Vera masih berusaha meyakinkan hati sahabatnya itu.


"Ya! Dan alasannya karena aku jelek dan dia tak menyukaiku! Sudahlah, lupakan soal percintaan! Aku muak, aku benar benar muak! Jangan ganggu aku, aku benar benar ingin menangis saat ini! "


"Sudah aku diputuskan dengan cara yang tak manusiawi oleh Vino, diambil kesucian oleh pria brengsek, dan sekarang di tolak secara terang-terangan oleh seorang pria! Kisah percintaan ku memang sangat kacau! " Cecar nya dengan panjang lebar.


Oliv kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan mulai menangis.


"Benar-benar bajingan, gara-gara pria aku sudah menangis beberapa kali. Dasar para bedebah sialan!! "


Vera yang mendengar keluh kesah Oliv dari luar kamar hanya bisa menghela nafas pasrah. Dia pun berinisiatif untuk menanyakan hal ini pada Rayyan.


Dia pun pergi dari sana menuju kamar dan mengambil ponselnya.


"Halo, Rayyan? Maaf menganggu malam-malam seperti ini. " Vera berucap saat telponnya sudah diangkat.


“Ya, Vera? Tidak papa, kenapa kau menelpon ku? ”


"Maaf, bukannya mau ikut campur antara kau dan juga Oliv. Wajarlah, kalian juga baru pertama bertemu. Aku hanya ingin bertanya, kenapa setelah kalian bertemu kau memblokir semua media sosialnya? Maaf, hanya ingin tau saja. "


“Itu rupanya, maaf. Aku hanya merasa tak pantas bersama dengannya. Tapi aku jujur saja, dia wanita yang cantik, anggun dan sopan. Aku menyukainya. ”


"Lalu kenapa kau melakukan itu? Dia menangis sekarang karena kau tiba-tiba memblokir semua media sosialnya. "


“Dia menangis? Maaf, aku bukan bermaksud ingin membuat dia sakit hati. Hanya saja dia sudah memiliki pria yang lebih baik dari pada aku. ”


Seketika kedua alis Vera mengkerut. "Kenapa kau bisa bicara seperti itu? Setau aku Oliv tak punya hubungan apa-apa dengan para pria di luar sana. Atau mungkin saja aku tidak tau? "

__ADS_1


“Mungkin saja kau tidak tau. Tapi yang pasti, pria ini jauh lebih baik dari pada aku. Dan dia jauh lebih cocok bersama dengan Oliv dari pada aku. Tolong sampaikan maaf ku padanya, aku tak bermaksud membuat dia sakit hati. ”


Sebenarnya Vera masih merasa bingung dan tak tau dengan pria yang Rayyan maksud. Tapi dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan menutup pembicaraan.


"Pria mana yang Rayyan maksud? Apa mungkin Oliv punya pria lain dan aku tidak tau? Tapi mana mungkin! Jika dia dekat dengan pria lain dia pasti akan memberitahu aku! " Vera menyentuh keningnya tak mengerti.


"Nanti ku tanyakan saja padanya, jika bertanya sekarang takutnya dia malah mengamuk padaku. "




Bruk!



Seorang pria tampan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa tunggal nya dan mengambil segelas wine yang sudah disediakan di atas meja.




"Olivia Alberso. " Tiba-tiba saja dia tertawa ringan masih dengan menatap foto tersebut.



"Ingin sekali aku menyentuh kembali tubuh indah mu itu. " Lanjutnya.



"Lihat saja, kau pasti akan menjadi milikku, Olivia Alberso. " Tekadnya dengan sangat yakin.

__ADS_1



Setelah Wine yang dia minum habis, kini giliran rokok yang akan dia hirup. Menghirup rokok itu dengan perlahan dan mengeluarkan asapnya dengan perlahan dan dengan gaya angkuhnya. Membuat seluruh ruangan jadi penuh dengan asap.



"Seharusnya wanita itu bersyukur, karena bisa di kejar oleh pria sepertiku. Pria yang biasanya dikejar sekarang mengejar seorang wanita, sungguh di luar dugaan. "



"Itulah yang aku rasakan sekarang. " Kenan mengalihkan pandangannya disaat mendengar suara dari depan pintu kamarnya.



"Mau apa kau kemari? Dan sudah aku bilang, sebelum masuk kamarku kau harus mengetuk pintu. Ini bukan daerah mu! " Ucap Kenan menatap kesal sahabatnya itu.



"Maaf, tapi aku cukup terkejut saat mendengar berita dari Aurora kalau kau tengah mengejar seorang wanita. Apa kau yakin wanita itu akan baik-baik saja setelah kau tandai sebagai milikmu? " Tanya Aksa duduk di salah satu sofa menghadap ke arah sahabatnya.



"Memangnya apa yang terjadi padanya jika aku menandainya sebagai milikku? Apa dia akan mati, begitu? " Tanya Kenan balik semakin kesal.



"Kau tau kan, si wanita \*\*\*\*\*\* yang pura-pura selalu baik itu padamu! Ituu! " Aksa memberi kode dengan memonyong-monyongkan bibirnya.



Kenan langsung mengerti dan tersenyum sinis. "Kau pikir dia bisa apa pada wanitaku? Seluruh kendali keluarganya ada padaku, jika dia berani macam-macam pada wanitaku, aku tak akan segan lagi pada keluarganya! "

__ADS_1



Kedua pria itu sama sama tersenyum dengan sinis dan terlihat mengerikan.


__ADS_2