Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 20. 21+


__ADS_3

"Ahh Apa yang kau lakukan! " Olivia menjerit saat merasakan sesuatu yang begitu aneh menyentuh area sensitif nya.


"Ahh, berhenti. Apa yang kau lakukan! " Wanita itu semakin menjerit disaat sesuatu itu mulai bergerak naik turun dan semakin liar di sana.


Dia menatap ke depan dan membulatkan kedua matanya saat melihat pria itu dengan lincah nya memainkan area sensitif nya menggunakan Lidah.


"Apa kau gila! Bagaimana bisa kau melakukan hal seperti ini! Aahh.. "


Pria itu tersenyum miring mendengar suara De*ahan yang keluar dari mulut Olivia.


Bagaimana bisa dia melakukan hal ini, ahh sial kenapa ini begitu Nikmat?! " Gumam Olivia merasakan sapuan yang pria itu lakukan pada Area sensitif miliknya.


"Emm, apa yang kau lakukan! Berhenti melakukan itu! " Wanita itu berusaha menolak perasaannya yang begitu nikmat merasakan permainan dari pria itu.


Kenan mencengkram kedua paha milik Wanita itu dan mencengkram nya dengan kuat.


"Sakit, kenapa kau selalu saja kasar? "


"Diam lah, aku tau kau menikmatinya. Jadi jangan banyak bicara dan kau hanya perlu mende*ah saja. " Ucapnya kembali melumas area sensitif Oliv.


Wanita itu berusaha menahan de*ahannya kuat-kuat dengan menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.


"Kenapa denganmu? Aku bilang mende*ah lah! " Pria itu kembali memasukkan ke 2 jarinya ke dalam liang sensitif Olivia dan langsung menari salsa di dalam.


"Aahh... Ahhh eumm.. " Tanpa di sadari olehnya. Dia kembali mende*ah sembari menutup kedua matanya.

__ADS_1


Dia mencengkram seprai kuat-kuat dan menahan agar tak keluar lebih dulu.


Ahhh... Kenapa dia begitu lembut sekarang? Sstthhh, aahh.. Tidak Olivia! Jangan sampai kau terbuai dengan apa yang dia lakukan pada mu! " Gumam Wanita itu berusaha tersadar saat dia mulai terbuai dengan permainan pria itu.


Namun apa dayanya? Pria itu semakin dalam bermain dan mulai menyentuh sesuatu yang semakin membuat wanita itu tak bisa menahan de*ahannya.


"Aarrgghhh... Aahh jangan sentuh itu.. Eumm.. "


Tak berselang beberapa menit, cairan hangat pun bisa Kenan rasakan mengalir dengan pelan dari jari-jari tangannya.


Dia tersenyum penuh kepuasan melihat hal itu. "Seharusnya dari awal kau jadi penurut seperti ini. Aku jadi tak perlu mengasari mu karena sikap mu yang suka membantah. "


Pria itu mulai mengambil ancang-ancang ingin kembali memasukkan Rajanya ke dalam singgah sana indah milik Wanitanya itu.


"Jangan di masukkan lagi! Jika ingin keluarkan di luar saja! " Ucapan Olivia sukses membuat Kenan berhenti dari aktifitasnya.


Kenan menatap dingin wajah Olivia. Sorot mata yang awalnya menghitam dan penuh dengan kobaran abi gairah tiba-tiba berubah tajam mendengar penolakan dari wanita itu.


Tanpa aba-aba, dia merangkak naik dan mencekik leher Olivia hingga membuat wanita itu kaget dan tak bisa bernafas.


"Apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku! " Wanita itu berbicara dengan kesulitan karena dirinya tak bisa bernafas dengan baik.


"Kau bilang apa barusan?! Keluarkan di luar? Terang-terangan sekali kau tak ingin mengandung anakku! " Kenan berucap marah.


Dia semakin mencengkram kuat leher wanita itu hingga dia melemah dan tak mampu untuk kembali memberontak.

__ADS_1


"Kau, memang pria gila, " Ucap Oliv dengan terbata.


Kenan melepaskan leher Oliv dan menyeret wanita itu hingga dia ambruk ke atas lantai yang dingin.


"Apalagi yang ingin kau lakukan?! Jika kau ingin membunuhku langsung saja sekarang! " Ujar Oliv semakin kesal dengan apa yang pria itu lakukan.


Pria itu mengungkung tubuh Oliv dan masih menatapnya dengan penuh kemarahan.


"Membunuhmu? Itu hanya akan terjadi jika aku sudah benar-benar kecewa dan sakit hati dengan apa yang kau lakukan. "


"Cih! Pria tak punya hati seperti mu berbicara soal kecewa dan sakit hati? Heh, jangan membuatku ingin tertawa! "


Kenan semakin kesal. Dia pun dengan sangat cepat mulai memasukkan Rajanya ke dalam singgah sana milik Oliv.


"Eugh! "


Pria itu kembali memulai ritme permainannya dengan sangat cepat hingga membuat tubuh wanita itu kaget.


"Aahh, kau memang pria tak punya hati! Eughh, kau menyiksa tubuhku tapi kau masih ingin menikmatinya? Argh! " Oliv semakin mengerang saat pria itu semakin kuat meng*entak tubuhnya.


"Sudah aku bilang, jangan banyak bicara! Kau hanya perlu mende*ah dan meng*rang! " Seperti awalnya tadi pagi. Dia semakin mempercepat ritme permainannya dan akan mencengkram perut wanita itu kuat-kuat jika dia berusaha menahan desahannya.


Dia pun tak bisa berbuat apa-apa selain mende*ah dan meng**ng dengan kuat.


Olivia sudah melakukan pelepasan 4 kali, namun pria itu sama sekali belum memiliki tanda-tanda akan pelepasan. Sampai akhirnya dia semakin gila memainkan ritme nya dan kembali menyemburkan cairan kental hangat miliknya masuk ke dalam rahim wanita itu.

__ADS_1


Di akhir dia tersenyum miring dan berbisik dengan pelan. "Akan ku pastikan kau hamil anakku, wanita! " Tekan nya sembari menggigit kecil telinga milik wanitanya itu.


__ADS_2