
"Ahh.. " Dia kembali mende*ah saat lengan lelaki itu mulai kembali mengelus perut dan kakinya dengan perlahan.
"Jangan lagi, aku lelah.., " Olivia berucap lirih saat pria itu kembali menyingkap pakaian bagian bawahnya.
Kenan mendelik menatap wajah Oliv yang masih memerah karena ulahnya.
Dia kembali menutup pakaian wanita itu lalu turun dari atas ranjang. Dia memakai kembali kemeja miliknya.
"Aku akan kembali, besok jam 7 pagi kau harus sudah siap di meja makan. Dan jangan membantah dengan semua yang Que ucapkan, karena dia tak akan berani bicara jika bukan aku yang menyuruhnya bicara padamu. " Ucapnya sembari memasangkan dasi.
Oliv tak menjawab. Dia hanya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan memejamkan mata.
Dia pun merasakan jika keningnya itu di cium dengan lembut. Lalu setelah beberapa detik pintu kamar pun terdengar tertutup.
Oliv kembali terbangun. Dia menatap pintu kamar tersebut tanpa berkedip.
"Apa aku salah? Dia memperlakukan ku dengan begitu lembut saat aku menuruti semua yang dia inginkan. Tapi dia menyiksaku saat aku membantah semua yang dia inginkan. "
"Tapi perasaanku tetap menyuruhku untuk pergi dari sini. Aku tak mau hidup dengan pria yang sama sekali tak aku cintai, apalagi pria itu asing dalam hidupku. "
"Dan lagi, aku tak mau hamil anaknya. Aku akan semakin sulit untuk lepas darinya. Jika saja disaat kita bertemu untuk kedua kalinya, dia memberikan sedikit saja kesan baik padaku. Aku pasti akan sedikit mempunyai rasa nyaman atau tenang berada di dekatnya."
__ADS_1
"Tapi, berada di dekatnya hanya membuat perasaan ku tertekan. Setiap kali aku melawan, dia tak segan-segan mengasariku semau yang dia inginkan. " Oliv menyeka air mata yang tiba-tiba terjatuh ke pipinya.
"Tapi setidaknya, Pria itu tak sebajingan dan sebrengsek Vino. Tapi aku yakin, pria itu pasti mempunyai banyak wanita. Dia pasti akan menyingkirkan ku atau mungkin membunuhku saat dia sudah bosan denganku. " Olivia mengeluarkan semua yang ada di dalam kepalanya.
Kepalanya terasa mau pecah setiap memikirkan hal itu. Di tambah dia juga belum makan malam, perutnya dari tadi berbunyi minta di isi.
Dia pun turun dari ranjang dan berjalan ke arah luar. Untung dia masih ingat di mana ruang makan, jadi dia tak akan tersesat di dalam kastil itu.
"Nona Oliv, kenapa anda belum tidur? " Que langsung bergegas menghampiri Oliv saat melihat Nona nya itu belum tidur.
"Maaf Que, aku lapar. Jadi aku turun ingin mengambil beberapa makanan. " Jawab Oliv jujur.
"Terimakasih Que. Oh, iya? Apa boleh, aku pinjam ponselmu? " Tanyanya.
"Apa? Untuk apa Nona? " Wajah gadis muda itu terlihat berkeringat saat di tanya tentang ponsel.
"Kenapa? Jangan bilang hanya memainkan ponsel saja aku tidak di perbolehkan oleh pria itu? " Oliv menatap Que datar.
"Tidak Nona, boleh. Ini ponsel saya. " Que langsung menyerahkan ponselnya pada Oliv.
Ponsel setiap pelayan yang ada di sana sudah Kenan pasang penyadap. Jadi, jika mereka menelpon seseorang atau memberi pesan pada seseorang Kenan akan mengetahuinya. Namun itu khusus untuk Oliv, karena dia tau wanita itu pasti akan meminjam ponsel milik pelayannya.
__ADS_1
Oliv membuka ponsel itu dan membuka aplikasi FB. Dia mengetik nama Vino_Erlag dan langsung menampilkan wajah tampan pria itu sebagian profil.
Wanita itu menggerakkan jari lentiknya ke bawah untuk melihat setiap postingan foto yang pria itu unggah.
Semua foto mereka berdua yang pernah pria itu post telah hilang di hapus, dan di ganti dengan wanita baru.
Oliv menatap datar wajah pria yang tengah bahagia mencium calon istrinya itu. Dan di dalam foto itu pun tertulis 'Satu setengah bulan lagi, sayang. Sabarlah. '
"Cih! Sayang? Aku yakin kau juga akan selingkuh setelah menikah dengan wanita baru mu itu. "
Pembalasan bagaimana yang setimpal dengan apa yang kau lakukan padaku sekarang? Dasar pria sialan tak tau di untung! " Gumam Oliv dalam hati sembari memberikan Emoji love pada setiap foto yang ada di dalam postingan pria itu.
Que yang baru selesai memasak menatap heran pada Nona nya itu yang begitu semangat memberikan Emoji Love pada setiap foto yang di posting di sebuah akun.
"Nona, makan malam anda sudah siap. " Ucap Que mencoba mengalihkan perhatian Oliv dan akan kembali mengambil ponselnya.
"Oh, terimakasih Que. Dan ini juga terimakasih yah? " Oliv menyodorkan ponsel Que dan langsung di ambil oleh gadis itu.
Que tersenyum dan pamit dari sana. Dia buru-buru masuk ke dalam dapur dan menginformasikan apa yang dia lihat barusan pada sang Tuan.
[Maaf mengganggu Tuan, barusan Nona Oliv meminjam ponsel saya dan mencari sebuah Akun Vino_Erlag.Dia memberikan Emoji Love pada semua foto yang akun tersebut posting. ] Tulis Que dalam pesannya.
__ADS_1