
Kenan menatap wajah tenang Olivia yang kembali tertidur setelah kembali di gempur olehnya selama 2 jam lamanya.
Dia mengusap lembut rambut wanita itu dan mengecup kening nya pelan.
"Setelah dia bangun, suruh dia mandi dan langsung turun ke bawah untuk sarapan. " Titahnya yang langsung mendapat anggukan dari Que.
"Aku tak menyangka, kau bisa melakukan hal ini pada wanita itu. " Ucap seorang pria yang duduk santai di atas sofa sembari meminum Whiskey di tangannya.
Kenan menatap tajam wajah sahabatnya itu lalu menghela nafas dan duduk depannya.
"Aku bisa melakukan apapun padanya tanpa ada gangguan dari siapapun. " Ujarnya ikut meminum Whiskey yang sudah di sediakan di atas meja.
"Kenapa kau tidak menikahinya saja? Itu akan lebih baik untuk kalian berdua. " Usulnya.
"Aku akan menikahinya, tapi tidak sekarang. Setelah kita pergi ke acara resepsi pernikahan putra tunggal Tuan Davidson, aku akan langsung menikahinya. " Pria itu menghabiskan minumannya dalam sekali teguk kan.
Aksa menatap datar wajah sahabatnya itu, perlahan dia menutup mata dan menghela nafas panjang.
"Sebaiknya cepat, jangan sampai dia hamil sebelum kau menikah dengannya. "
Pria itu mengangkat salah satu alisnya. "Kenapa memangnya jika dia hamil duluan? " Aksa kembali meminum minumannya.
"Kau tak kasian padanya? Aku yakin kau membawanya kemari dalam paksaan yang artinya kau menculiknya. Dan aku tau, kau juga terus melakukan itu padanya sejak dia datang kemari. Aku hanya khawatir, dia kenapa-napa karena ulah bejad mu. "
Kenan menatap tajam wajah Aksa. "Jangan salah paham dulu. Aku tau kau mengerti dengan apa yang aku maksud, jadi sebaiknya kau percepat itu semua. " Aksa berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan itu.
"Selamat tinggal. " Ucapnya sebelum menutup pintu.
__ADS_1
Pria itu termenung di tempatnya. Aksa benar, dia harus cepat menikahi Oliv. Karena wanita itu sangat tak mau hamil anaknya, bisa saja dia nekat bunuh diri atau mengaborsi anaknya saat tau hamil dalam hubungan haram dan tanpa mempunyai status sebagai istrinya.
Kenan menutup matanya sayu.
1 setengah bulan pun berlalu.
Kenan menatap kagum wanita yang kini tengah berjalan mendekat ke arahnya.
Oliv berjalan dengan begitu anggunnya. Wajah cantik yang di poles oleh Make up yang tak terlalu tebal membuat aura kecantikannya semakin terpancar. Menggunakan Gaun berwarna biru langit malam dengan hiasan berkilau di setiap inci gaun tersebut.
Wanita itu menatap aneh saat melihat Kenan terus-menerus tersenyum padanya.
"Kau cantik. " Puji nya menarik pinggang ramping wanita itu dan mencium telinganya sekilas.
Mereka berjalan cukup jauh dari tempat Oliv berganti pakaian dan masuk kedalam helikopter yang telah lama menunggu mereka.
Helikopter pun mulai terbang perlahan ke udara. Olivia menatap ke bawah Heli dengan perlahan, lalu kembali ke atas.
"Jangan melihat kemana saja. " Ucap Kenan melihat Wanita itu celingak-celinguk kemana saja.
Oliv langsung diam dan duduk dengan lemas. Sampai akhirnya 6 jam pun berlalu dan mereka sampai di tempat Acara pernikahan.
Oliv semakin tak bisa diam karena bokongnya amat pegal terus-menerus duduk di kursi Helikopter.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali? Bokongku pegal. " Ucap Oliv mengelus bokongnya sendiri.
"Kita sudah sampai. Sebentar lagi turun. " Jawab Kenan ikut mengelus bokong Oliv.
"Jangan sentuh. " Oliv menyentuh lengan Kenan mencoba melepaskan tangannya dari bokongnya.
Namun melihat tatapan tak bersahabat dari pria itu membuat dia harus mengalah.
Helikopter pun turun dengan perlahan menginjak tanah.
Semua yang ada di sana menatap penasaran siapa yang membawa helikopter ke acara pernikahan.
Pernikahan Vino di selenggarakan di Prancis, itu sebabnya Kenan membawa Oliv ke negara itu agar bisa datang ke sana.
Padahal, Vino akan memberikan tiket pada Oliv agar bisa sampai ke acara pernikahannya. Namun saat mendengar dari Vera kalau Oliv sudah hilang beberapa hari, Vino pun tak peduli dan kembali lagi.
Semua menatap kagum saat melihat Kenan dan Oliv turun dari Helikopter. Bukan kagum tanpa alasan, tapi karena mereka kagum jika seorang seperti Kenan Rodriguez akan mempunyai waktu pergi ke acara pernikahan itu.
"Kenapa mereka terus melihat kita? " Tanya Oliv merasa risih menatap orang-orang yang menatap nya dengan tatapan Kagum, tajam dan jijik.
"Jangan hiraukan, ayo masuk. Kau tamu undangan pertama disini. " Kenan berjalan beriringan dengan Oliv. Sedangkan wanita itu semakin mempererat lingkaran tangan di tangan kekar pria itu.
Semua tatapan orang-orang yang ada di sana langsung tertuju pada kedua pasangan itu saat baru saja masuk ke dalam.
Melihat semua tamu undangannya tiba-tiba hening. Pengantin pria itu menatap ke arah jalan masuk villa nya.
__ADS_1
Dia membulatkan matanya tak percaya melihat siapa yang datang ke acara pernikahannya.