
Wanita itu meringis. Seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat karena permainan panas yang pria itu lakukan padanya.
Kenan mengangkat tubuh Oliv dan membawanya ke dalam kamar mandi.
Dia memasukkan tubuh Oliv ke dalam Bathtub dan menyalakan keran air.
Oliv terlonjat kaget saat air yang dinyalakan oleh pria itu begitu dingin hingga membuat seluruh tubuhnya langsung terasa kaku.
"Kau benar-benar ingin membunuhku! " Ucap Oliv pelan sembari menggigit bibir bawahnya dengan kuat menahan rasa dingin yang mulai menyerangnya.
"Kenapa? Agar tubuhmu tak terlalu banyak mengeluarkan keringat, sayang. " Ucapnya menyeringai.
Pria itu kembali memulai permainannya dan tak memperdulikan Olivia yang sudah memohon untuk berhenti karena rasa lelah dan dingin yang semakin menyerangnya.
Kenan baru berhenti, saat melihat Oliv pingsan karena terlalu lelah dan merasa sangat kedinginan.
Kenan mematikan keran air dan menguras yang ada di dalam bath. Dia pun mengangkat tubuh wanita nya dan keluar dari kamar mandi.
Di taruh nya tubuh Oliv di atas ranjang. Dia mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Wanita itu dengan perlahan. Membawakan baju dan memakaikannya untuk dia.
Pria itu menatap wajah pucat Oliv dan mengelus pipinya.
"Kau tau Olivia? Baru kali ini aku merasakan yang namanya cinta. Tapi kenapa? Kenapa wanita yang aku cintai malah melakukan ini? " Ucapnya menatap dalam wajah Oliv.
"Kau bodoh. Seharusnya kau bersyukur karena bisa di cintai pria seperti ku. Di luaran sana begitu banyak wanita yang mengantri siap memberikan sel***kangannya padaku dengan suka rela. Tapi kau malah menolak ku dengan terang-terangan. Jadi jangan salah kan aku jika aku bersikap kasar, karena aku tak suka di bantah dan di tolak! " Pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir pucat wanitanya dengan kasar. Lalu menggigit bibir bawahnya dengan perlahan-lahan namun langsung mengeluarkan cairan merah.
"Akan aku pastikan kau tak akan bisa keluar dari sini. Hidup, ataupun mati! " Pria itu mengungkung tubuh Olivia dan kembali memberikan beberapa tanda di leher dan dadanya.
Olivia terbangun saat merasakan sesuatu yang begitu geli menyerang dadanya. Saat dia ingin menyentuh dadanya, dia malah menyentuh sesuatu yang runcing. Dia pun menatap ke bawah dan langsung membulatkan matanya saat melihat pria itu tengah dengan nikmatnya menghisap p\*ting dada miliknya dengan rakus.
"Argh! " Wanita itu melenguh saat ujung dadanya itu di gigit dengan pelan.
"Apa-apaan kau ini? Kenapa kau men\*\*su seperti seorang bayi? " Oliv berucap sembari berusaha menyingkirkan kepala pria itu dari dadanya.
__ADS_1
Namun pria itu enggan menjauh dan malah semakin kuat menggigit ujung dadanya.
"Arrgghh! Sakitt! Jangan di gigit kuat-kuat! "
Olivia mencengkram dengan sangat kuat ujung rambut pria itu dan membiarkannya agar tak menggigit ujung dadanya lagi.
Wajah pria itu terlihat nyaman dengan setiap hisapan yang dia lakukan. Namun malah membuat Olivia aneh karena dia belum memproduksi asi. Lalu apa yang pria ini hisap?
"Aku belum memproduksi asi? Apa yang kau hisap sampai-sampai tak mau di lepas! " Tanyanya kesal. Dia mulai merasakan dadanya berdenyut linu karena ulah pria ini.
Namun Kenan tak menjawab dan masih dengan rakusnya menghisap p\*tung s\*s\* milik Oliv. Tak lama dia pun melepaskan hisapan nya.
*Menjijikan, apa pria ini tak punya rasa jijik sama sekali? Bahkan liang kewanitaan ku saja di jilat olehnya*. " Gumam Oliv.
"Kenapa belum ada air susunya? " Tanya pria itu kini beralih pada Dada sebelah kiri.
"Kau ini bagaimana! Tentu saja belum ada asi nya karena aku sendiri belum menyusui! Hamil nya juga belum! " Jawab Oliv begitu kesal bahkan diapun berani mencubit pinggang pria itu yang tak memakai baju atasan dengan kuat.
"Argh! Sakit, apa yang kau lakukan? " Adu pria itu sembari mengelus pinggangnya yang terasa perih.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? " Olivia balik bertanya dengan pertanyaan yang sama dengan yang Kenan tanyakan.
"Berhenti menghisap p\*ting s\*s\* ku! Rasanya sangat linu tau! " Lanjutnya berusaha memperbaiki pakaian atasnya yang terbuka sangat lebar.
"Itu bagus untuk wajah mu, agar wajahmu bisa terlihat lebih kencang. " Ucap pria itu mencegah tangan Oliv agar tak memperbaiki pakaiannya. Dia masih ingin bermain.
"Tidak! Kau sangat kasar dan rakus saat menghisap nya! "
"Aku akan bermain lembut, biarkan aku menghisap nya sebentar lagi saja. " Mohon nya memperlihatkan wajah yang tak pernah dia tunjukkan hingga membuat Wanita itu tertegun.
Mata mereka berdua untuk pertama kalinya bertemu dengan lembut. Oliv menatap netra mata berwarna hazel yang semakin lama semakin membesar.
Dia mengalihkan wajahnya ke arah lain tak mau berlama-lama melihat mata pria itu.
"Hanya sebentar saja. Jangan kasar-kasar! " Ucapnya mengizinkan pria itu kembali menghisap Dadanya.
Pria itu tersenyum samar. Dia membuka kembali pakaian yang awalnya ingin di tutup oleh wanita itu.
Wajah Olivia memerah padan saat kembali melihat pria itu menghisap dadanya dengan begitu lembut.
"Eugh... " Dia pun melenguh tanpa sadar merasakan hisapan pria itu di dadanya.
__ADS_1