Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 12


__ADS_3

Setelah telponnya di matikan. Pria itu menatap sinis kearah layar ponselnya yang ber wallpaper foto Seorang gadis cantik yang tengah tersenyum dengan manis.


"Zio." Panggilnya pada sang bawahan.


"Ya Tuan? " Jawab sang bawahan dengan cepat.


"Suruh perancang busana paling terkenal untuk merancang kan pakaian paling mewah dan mahalnya. Pakaian ini harus mewah, elegan dan terlihat menawan saat wanitaku memakainya. " Titah sang Tuan.


"Baik, Tuan. "


"Untuk ukurannya aku akan mengirimkan itu padamu nanti. "


Zio kembali mengangguk dan pergi dari sana setelah dapat perintah dari Tuannya itu.


Pria itu kembali tersenyum dengan puas. Setelah mendapat nomor ponsel wanitanya, dia pasti akan sering menghubunginya walaupun pasti akan di tolak olehnya. Tapi bukan Kenan jika tak memaksa.


"Wanitaku, akan selamanya jadi wanitaku. " Gumamnya berdiri dari duduknya dak berjalan menatap gedung gedung tinggi dari kaca besar di ruangannya.


*


*


*


Hari-hari mereka jalankan dengan perasaan hati yang berbeda-beda. Jika Vera sengat senang akan di ajak kencan oleh kekasihnya nanti malam, berbeda dengan Oliv yang hanya bisa membaringkan tubuhnya dengan lemas di atas sofa karena terus-menerus di ganggu oleh Kenan.


Pria itu terus mengirimkan dia chat dan menelponnya. Jika dia tak membalas maka dia akan mengancam akan datang kemari dan membawa wanita itu pergi dari rumah alias menculiknya.


"Hei, ayolah semangat sedikit. Kau ini begitu lemah, letih, lesu tak bergairah sama sekali. " Ucap Vera berdiri di samping Oliv dan menyilang kan kedua tangannya di depan dada melihat sahabatnya yang sedari tadi hanya berbaring saja.


"Aku tak bisa semangat jika aku terus-menerus di teror seperti itu oleh Monster ini! " Jawab Oliv memukul bantal yang tengah dia gunakan.


"Ayolah Liv, mungkin pria tampan itu menyukaimu? "


"Namanya Kenan! Berhenti menyebutnya tampan, dia sama sekali tidak tampan! Dan satu lagi, dia tak mungkin menyukaiku! Walaupun dia menyukai ku aku tak akan membalasnya! " Sergah Oliv begitu kesal karena Vera terus menyebut Kenan dengan sebutan tampan.

__ADS_1


Mendengar itu, Vera langsung tersenyum sinis mendengar sergahan Oliv. "Kau cemburu saat aku bilang dia tampan, yah? " Ucapnya.


"Tidak! Aku sama sekali tidak cemburu! Berhenti menganggu ku, pergi sana! " lagi-lagi Oliv melemparkan bantal yang tengah ia gunakan pada wajah Vera.


"Dari pada kau galau tak jelas seperti ini, lebih baik kau pergi supermarket untuk membeli telur, susu dan juga penyedap makanan. Itu semua di dapur sudah habis, cepat pergi? " Usir Vera yang terlihat jengah melihat Oliv terus seperti ini sejak minggu-minggu terakhir.


"Ish! " Dengan kesal Oliv bangkit dari pembaringannya lalu mengambil jaket dan pergi dari rumah dengan menutup pintu sangat kencang.


Vera yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan sahabatnya itu.




Setelah Oliv selesai belanja dan keluar dari supermarket, dia di kaget kan dengan seseorang yang tiba-tiba memanggilnya dari belakang yang langsung membuatnya menatap ke sumber suara.



"Tristan? " Oliv menatap kaget pria yang beberapa bulan yang lalu baru saja pergi ke New York itu, Tiba-tiba saja ada di sana.




Pria bernama Tristan itu hanya tertawa ringan dan tersenyum melihat kepolosan wajah Oliv.



"2 hari yang lalu aku baru kembali, saat itu aku begitu sibuk sampai lupa untuk memberitahu kalian. " Jawab Tristan mengelus lembut kepala Oliv.



Christopher Zeus Smit, Atau biasa di panggil Tristan itu adalah seorang pemuda keturunan Amerika yang menetap di Indonesia sejak usianya 26 tahun.


__ADS_1


Usianya sekarang sudah bertambah jadi 32 tahun. Dia kenal dengan Oliv dan menjadi temannya karena sebuah tragedi.



Waktu itu Oliv hampir di culik oleh beberapa pria, dan dialah yang menyelamatkannya. Dan menjadi teman dekat setelah kejadian itu.



"Setelah cukup lama tak bertemu, auramu jadi sangat berbeda, yah? Kau terlihat semakin cantik. " Ucap Tristan meneliti setiap inci bentuk wajah Oliv yang menurutnya semakin cantik.



"Yah, kau baru sadar kalau aku ini cantik? Dasar buta. " Ejek Oliv dibarengi dengan gelak tawanya.



"Hei, jangan seperti itu. Aku jujur, kau semakin cantik. "



"Terimakasih."



Tanpa disadari oleh mereka, dari belakang mereka ada sebuah mobil mewah yang orang didalamnya terus mengawasi setiap gerakan mereka. Termasuk saat Tristan mengelus kepala Oliv, membuat pria yang duduk dibelakang kursi mobil mengepalkan kedua tangannya dengan rahang bawah yang sudah mengeras.



"Apa kita perlu melakukan sesuatu pada pria itu, Tuan? " Tanya yang ada di depan mobil menatap Tuannya itu dari arah kaca depan mobil.



"Biarkan, pria itu juga bukan pria sembarangan. " Jawab Kenan semakin menatap tajam pria di luar.


__ADS_1


"*Christopher Zeus Smith. Aku tak menyangka semua pria yang dekat dengannya bukan pria biasa*. " Gumam Kenan menatap pria yang masih tersenyum manis kearah wanitanya itu.


__ADS_2