
Brukk!!!!
Tubuh wanita itu sudah sangat lemah di tambah dengan pria itu kini membanting tubuh mungilnya ke tembok membuat tubuhnya semakin melemah.
Olivia meringis menahan sakit saat punggungnya terbentur. Pria itu kini mendekatinya. Dia mencengkram dagu wanita itu kuat - kuat hingga dia mendongak menatapnya.
Dia meneteskan air matanya karena rasa sakit yang dia rasakan di sekujur tubuhnya.
"Kau tau, Olivia? Jika kisah mu di tuangkan ke dalam sebuah buku, maka pembaca akan men cap mu sebagai protagonis terbodoh yang pernah ada. " Pria itu menyeringai lebar.
"Tu-Tuan, sa-sakit.. " Lirihnya saat merasakan dagunya berdenyut nyeri.
"Aku sudah bilang padamu, seharusnya kau itu menurut dan jangan membantah semua yang aku katakan. Kubur dalam - dalam impian bodoh mu yang ingin kabur dari ku, karena sampai kapan pun. Itu tak akan pernah terjadi! " Dia mencengkram pinggang wanita itu hingga dia memekik kesakitan menahan dekapan kuat pria itu.
"Arrghh!! "
Dia sudah tak bisa menahan tangisannya lagi. Oliv menangis kuat - kuat merasakan seluruh tubuh dan hatinya yang sakit.
"To-Tolong lepaskan.. Sakit... Sakit sekali.. " Lirih wanita mencoba melepaskan diri.
Namun bukan Kenan namanya. Jika sudah tersulut emosi dia tak akan bisa menahannya. Dia kembali membanting tubuh Oliv ke atas kasur dan menindih nya.
Dia pun kembali menggagahinya hingga Olivia terkapar lemah di atas ranjang tak berdaya. Luka lebam di sekujur tubuhnya sudah menjadi saksi betapa ganasnya pria itu hingga membuatnya seperti ini.
__ADS_1
"Lain kali, menurut lah jika aku menyuruhmu melakukan apapun. Jangan terus menyulut emosiku, wanita bodoh! Kau mengerti? " Tanyanya mengelus lembut pipi kiri Oliv.
Wanita itu hanya mengangguk dan tak mau menjawab. Sisa - sisa air mata masih terlihat jelas di kedua pipinya, bahkan matanya pun sangat merah dan sembab.
Setelah mengatakan hal itu, Kenan pun bangkit dari atas kasur dan keluar dari kamar meninggalkan Oliv yang langsung menangis dengan terisak saat mengingat perlakuan pria itu padanya.
"Hiks.. Hiks.. Kenapa aku tak bisa lepas dari nya? " Tangis wanita semakin kencang.
*
*
*
*
"Apa saja yang kau lakukan pada wanita itu? " Tanya Aksa saat melihat raut wajah Kenan yang tak bersahabat.
"Kenapa dengan wanita bodoh itu? Apa susahnya jika dia menerima rasa cinta ku padanya? Dia hanya mementingkan egonya dan tak memperdulikan perasaan ku! Dia hanya terus berpikir bagaimana caranya agar bisa lepas dari ku! Padahal aku bisa memberikan semua yang dia inginkan! " Geram Kenan sembari mencengkram kuat - Kuat gelas di tangannya.
Hingga beberapa saat...
Krek!!
__ADS_1
Gelas itu pecah berkeping berjatuhan ke atas lantai dengan di iringi darah yang mengalir cukup deras ke bawah.
"Aku mencintainya. Dan aku hanya berusaha memilikinya. Tapi wanita itu begitu egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri! Padahal, jika dia menurut dengan apa yang aku katakan, aku pasti tak akan memperlakukan dia seperti ini! " Lanjut pria itu.
Aksa hanya diam sembari menyimak setiap kata yang pria di hadapannya itu ucapkan.
"Aku tak salah memperlakukan dia dengan kasar, karena dia sendiri tak mau menurut padaku. Padahal dia sudah hidup dalam keberuntungan bisa di cintai dan bersama dengan pria seperti ku. Tapi dia? Dengan terus menerus dan suara menyedihkan nya dia terus menginginkan aku melepaskan nya?! " Pria itu semakin geram.
"Kau sungguh mencintainya? " Kini Aksa kembali buka suara.
"Tentu saja! Aku sangat mencintainya sejak pertama kali aku bertemu dengannya! Tapi dia? Dengan mentah nya dia menolak perasaanku! Jadi jangan salah kan aku jika aku memperlakukan dia seperti itu. Karena kalau dia menurut, aku juga tak akan seperti itu padanya. "
"Aku dengar kalian akan menikah? " Tanya Pria itu kembali.
"Ya! Aku akan menikahi wanita bodoh yang berusaha kabur dari ku itu. Kau harus datang sebagai saksi pernikahan kami. Setelah menikah, dia akan di nobatkan menjadi Nyonya muda pertama di keluarga Rodriguez. " Kenan tiba - tiba terkekeh.
"Bukannya dia sudah sangat beruntung karena dia bisa masuk ke dalam keluarga ini karena pemimpin kedua keluarga ini? Tapi apa? Dia hanya terus minta di lepaskan dan lepaskan! Dia seperti tengah di penjara olehku! Padahal aku tak membatasi aktivitas nya dan dia bisa melakukan apapun sesukanya! Memang sudah dasarnya dia egois! "
"Sebaiknya kau membawa Oliv dari Kastil ini. " Usul Aksa membuat Kenan langsung menatapnya bingung.
"Kenapa aku harus melakukan itu? " Pria itu mengerutkan kedua alisnya.
"Karena walaupun dia bisa melakukan apapun, jika dia tinggal di tempat seperti ini yang setiap sisinya di kelilingi hutan dan laut, dia juga tak bisa bebas, Ken! "
__ADS_1
"Kau mendukung wanita bodoh itu?! " Kenan menatap tajam wajah sahabatnya.
Aksa menghela nafas panjang. Sulit bicara pada orang yang tengah marah karena masalah cinta.