Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 24


__ADS_3

Kenan tertegun dengan apa yang baru saja wanita itu lakukan padanya. Dia pun ikut menatap marah pada wanita di hadapannya.


"Aku sudah menduga! Aku bukanlah wanita satu-satunya yang kau bawa kemari! Setelah kau bosan dengan ku lalu apa?! Apa kau akan menjual ku ke lintah darat? Atau membunuhku?! " Sergah Olivia dengan cepat.


Kenan melepaskan jarinya yang masih bersemayam di dalam Lubang kewanitaan wanita ini.


Dia ikut mengepalkan tangan dan mengeraskan rahang bawahnya.


"Kau satu-satunya wanita yang berani mengangkat tanganmu di hadapanku. " Ucap pria itu langsung mencengkram lengan Oliv yang baru saja menampar nya.


Dia menggigit keras-keras telapak tangan wanita itu hingga membuat dia meringis kesakitan. "Lepaskan! Sakit! "


"Kau sendiri yang membuat hal itu terjadi padamu! Jadi jangan salahkan aku. Awalnya hari ini aku akan membebaskan mu, tapi karena kau memperlakukan aku seperti ini, aku berubah pikiran. "


Ctar!


"ARGH!! " Wanita itu langsung ambruk kembali saat Kenan mencambuk tubuhnya menggunakan sabuk miliknya dengan sangat kuat.


Olivia meringis hingga air matanya mengalir dengan begitu deras karena saking sakit dan perihnya. Dia menatap pinggang dan juga bokong bagian sampingnya yang memerah akibat cambukan sabuk milik pria itu.


Ctar!


Pria itu kembali melayangkan sabuknya dengan cukup kuat pada tubuh mulus milik wanita itu kembali.


"Arrgh! Sa-sakit Tuan.., " Lirih nya mulai menangis tersedu-sedu.


"Kau sendiri yang membuatku ingin melakukan ini padamu! Lihatlah sekarang, tubuh indah dan mulus mu kini sudah memerah karena cambukan ku. Ini adalah hukuman mu karena berani menamparku dan menuduh ku! "


Pria itu membalikkan tubuh Oliv dan kembali melayangkan cambukan nya yang mengenai dada, perut dan juga paha wanita itu.


"Hisk.. Tuan, sa-sakit. Ma-maaf kan aku, "


Ctar!


"Arrgghhhh! Tuan, hiks.. Hiks.. , "


Kenan melempar sabuknya ke lantai dan menatap wajah wanitanya itu dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku akan memaafkan mu, jika kau bisa memuaskan ku dengan cara mu sendiri. " Ucapnya menyeringai.


"Hiks.. Ta-tapi, aku tidak tau caranya-"


Plak!


"Argh, Tuan.. Sakit, " Kenan memukul bokong Oliv kuat-kuat hingga membuat wanita itu kembali meringis.


"Aku tidak peduli bagaimana pun caranya, asalkan aku puas! "


Oliv terdiam dan masih terisak. Bagaimana cara dia membuat pria itu puas sedangkan dia tak tau caranya memuaskan seorang pria?


Kenan masih berusaha sabar menunggu. Namun wanitanya itu masih belum bangun dan malah terus menangis.


"Jika dalam hitungan ke 3 kau masih tidak masuk ke dalam pangkuanku, aku akan memasukkan mu ke dalam kolam ikan piranha lalu setelah itu melempar tulang mu ke dalam jurang! " Ancam pria itu mulai merasakan kesabarannya yang hampir menipis.


"1.. " Dia mulai menghitung.


Oliv membulatkan kedua matanya. Dan dengan susah payah berusaha terbangun dari rasa sakitnya.


Wanita itu sudah bangun dan mulai bergeser masuk ke dalam pelukan pria itu.


"3! "


Puk!


Dia tepat waktu. Dia memeluk tubuh pria itu erat-erat dan memejamkan matanya.


Kenan membalasnya pelukan wanita itu. Dia bisa merasakan kalau tubuh wanita itu bergetar karena ulahnya.


Dia mengelus dadanya, turun ke pinggang, lalu bokong dan paha.


"Sekarang, kau tau apa yang harus kau lakukan? " Tanya pria itu pelan.


Oliv menggelengkan kepala pelan. "Puaskan aku. Puaskan aku dengan cara yang berbeda! Aku tidak peduli bagaimana caranya asalkan aku puas! "


Wanita itu diam. Dia bersumpah tak tau caranya memuaskan seorang pria apalagi dengan caranya sendiri.

__ADS_1


Kenan menatap wajah Wanita itu dengan penuh ketelitian.


Dia membuka celana bagian atasnya dan memperlihatkan miliknya yang sudah tegang siap menusuk mangsanya dengan sekali tusuk.


Tanpa ancang-ancang, dia langsung memasukkan raja miliknya ke dalam singgasana milik Olivia hanya dalam sekali hentakkan.


"Ahh.. "


"Bergeraklah." Titahnya pelan.


Namun Oliv masih diam karena tak mengerti apanya yang harus di gerakkan.


"Apanya? " Tanya nya polos.


"Gerakkan pinggul mu, cepat! " Titahnya.


Dengan ragu Oliv menggerakkan pinggulnya perlahan-lahan dan mulai merasakan sesuatu.


"Aahh.. " Wanita itu kembali mende*ah merasakan permainannya sendiri.


Dia pun tanpa sadar mulai sedikit mempercepat permainannya hingga membuat Kenan tersenyum miring karena dia juga baru merasakan gerakan seperti ini.


Dan tentu saja rasanya sangat nikmat.


"Kerja bagus, wanita. " Bisik nya menggigit kecil ujung telinga Oliv.


"Arrgghhhh... " 4 menit berlangsung, Wanita itu sudah melakukan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Jangan di tekan! Kau ingin membuat Raja ku patah, hah?! " Sergahnya saat merasakan raja miliknya di tekan oleh wanita itu saat melakukan pelepasan.


"Emm, ma-maaf.. " Lirih wanita itu yang sudah terbuai dengan permainannya sendiri.


Oh, Oliv! Bukannya kau akan selalu menyadarkan dirimu sendiri saat sudah mulai terbuai dengan semua permainannya? Tapi kenapa sekarang kau malah masuk ke dalam perangkap mu sendiri?!


Setelah 20 menit, Kenan melakukan pelepasan untuk permata kalinya sedangkan Oliv untuk ke 5 kalinya.


"Kau sungguh lemah. " Bisik nya kembali mulai membaringkan tubuh Oliv.

__ADS_1


__ADS_2