Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 6


__ADS_3

"Apa katamu? "


Baru saja Oliv dan Vera sampai di rumah dan sudah mandi, makan dan tengah menonton TV. Tiba-tiba saja Vera heboh sendiri dan mengatakan jika ada seseorang yang bisa dia kenalkan pada Oliv untuk melakukan kencan buta.


"Iya, ada seseorang yang tertarik dengan mu dan ingin bertemu denganmu malam ini. " Ucapnya lagi dengan sumringah.


"Kau menyuruhku kencan buta setelah apa yang ku alami tadi malam? Bahkan aku menangis hingga sejadi-jadinya di kamar mandi karena nasib ku saat ini! " Tanya Oliv kesal tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya itu.


"Kau tak mau dia? Ya sudah, ku cari saja akun pria yang meniduri mu tadi. " Balas Vera datar dan dengan santai membuka media sosialnya yang lain.


"Hei! Jangan seperti itu! Aku tak mau melihat wajah si brengsek itu! Baik-baik, aku akan bertemu dengannya. " Cegah Oliv terpaksa.


"Bagus, lagipula bukan tanpa alasan aku melakukan hal ini. Agar kau bisa cepat-cepat melupakan Vino. Mungkin menjadi teman dari pria itu? "


"Sahabat macam apa kau ini, disaat aku seperti ini kau malah menyuruhku kencan buta! " Omel Oliv kesal.


"Hanya untuk bersenang-senang Liv. "


"Perasaan bukan mainan Ver. "


"Aku tau, maka dari itu jangan terlalu melibatkan perasaan saat bersahabat dengan seorang pria. Maka inilah yang kau alami saat membawa perasaan dalam pertemanan mu dengan seorang pria. "


Seketika Oliv terdiam. Vera benar, dia terlalu membawa perasaan saat berteman dengan sahabat prianya hingga inilah yang terjadi padanya. Karena dia mencintai sahabat prianya, persahabatannya tak bertahan lama begitupun dengan hubungan cintanya.


"Kau benar Ver, baiklah! Atur saja jadwal ku dengannya! " Balas Oliv pasrah.


"Baiklah, jam 7 malam di restoran yang biasa kita kunjungi. "


"Ya! Terserah kau saja! " Oliv melemparkan bantal Sofa kearah wajah sahabatnya itu yang dengan cekatan langsung ditangkap olehnya.


"Jangan lupa berdandan yang cantik! " Ucapnya dengan cukup kencang yang tak di hiraukan oleh Oliv dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Oliv menjatuhkan dirinya di atas kasur dan membenamkan wajahnya pada bantal. Dia pun menatap kemeja hitam yang sudah di cuci, di keringkan didalam mesin cuci dan langsung dia setrika yang berada di atas meja naskah.


"Apa perlu aku kembalikan kemeja nya? Mengingat harga kemeja itu yang begitu mahal. Tapi, apa dia mau pakaian yang sudah ku gunakan? " Gumam Oliv memandangi kemeja tersebut.


Dia kembali beranjak dan mengambil kemeja itu dan menghirup aroma parfum yang masih menempel pada kemeja tersebut.


"Parfum mahal, sudah di cuci pakai mesin cuci pun aromanya masih tercium. "

__ADS_1


Tanpa keinginannya, tiba-tiba saja pikirannya mengingat malam panas dimana dirinya ditiduri oleh pria bernama Kenan itu.


"Sial! Kenapa aku tiba-tiba mengingat malam sial itu! " Ucap Oliv frustasi.


Dia harus membuang pikiran itu jauh jauh agar tak membuat dia gila!


"Aku harus melepaskan ingatan gila itu!! " Oliv kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur dan mengurung dirinya sendiri di dalam selimut tebal.


*


*


*


Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7, waktunya Oliv dan pria yang membuat janji dengannya bertemu. Dia pun sudah siap-siap dan tinggal pergi menuju tempat mereka membuat janji.


"Ingat, yah Liv. Namanya Rayyan Garcia. Dan saat aku lihat fotonya, dia sangat tampan dan itu foto asli bukan editan. " Ucap Vera mengingatkan sebelum Oliv menemui pria itu.


"Aku ingat, kalau begitu aku pergi sekarang. "


"Hati-hati."





"Astaga! Dia datang sangat cepat! " Oliv buru-buru berjalan mendekat kearahnya dengan perasaan yang tak enak.



"Maaf membuatmu menunggu, apa kau sudah menunggu lama? " Tanya Oliv dengan perasaan tak enak.



Pria itu menatapnya dan langsung tersenyum.


"Tidak, aku yang datang terlalu awal. Silahkan duduk. " Tawar pria itu ramah.

__ADS_1



Oliv pun tersenyum dan duduk di hadapan pria tersebut. Dia menatap pria tampan di hadapannya itu dengan canggung.



"Namamu Olivia Alberso, kan? Senang bertemu dengan mu. " Tanya sang pria memulai pembicaraan.



"Iyah, dan kau Rayyan Garcia, kan? Senang bertemu dengan mu juga. "



"Dilihat dari biodata nya, ternyata kau masih muda yah? Baru berapa tahun kau lulus kuliah? " Tanyanya kembali.



"Baru setengah tahun yang lalu, umurku juga baru akan menginjak 22 tahun. " Jawabnya.



"Kita berbeda 8 tahun, sebentar lagi umurku juga menginjak 30 tahun. "



"Wah, tapi kau juga terlihat masih muda dan tampan. " Puji Oliv mengeluarkan semua yang ada didalam pikirannya.



"Kau juga, kau terlihat anggun memakai pakaian seperti itu. Dan terlihat sangat cantik. " Puji nya balik.



Oliv tertawa ringan. Mereka pun mengobrol cukup lama. Oliv pun merasa sangat nyaman dengan semua obrolan yang mereka obrolkan sampai tak sadar jika waktu sudah hampir menunjukkan pukul 9 malam.



Mereka pun memutuskan untuk mengakhiri pertemuan karena tak enak membiarkan anak gadis seperti Oliv pulang terlalu lama. Walaupun kenyataan dia sudah bukan gadis lagi.

__ADS_1


__ADS_2