
"Uncle, jangan marah dulu. Kami kan hanya bertanya saja? Tak bermaksud sama sekali untuk membuat mu marah. " Ucap Kendra dengan pelipis yang mulai berkeringat.
"Tapi pertanyaan kalian membuat ku kesal! " Ucap Kenan menutup kedua matanya dan kembali memasukkan pisaunya ke dalam baju nya.
"Hehe, jangan marah lagi Uncle. Sebaiknya kau perlihatkan saja bagaimana wajah Aunty kami. Kami benar-benar ingin melihatnya. " Pinta Kendra terkekeh.
"Que! " Panggil Kenan pada Que. Saat gadis itu sedang mencuci piring di dapur.
"Iya, Tuan. " Tanya Que setelah mendekat.
"Tolong bawa Oliv kemari setelah dia bangun. " Titah Kenan yang langsung dapat anggukan dari Que.
Gadis itu buru-buru keluar dari ruangan dan berjalan menuju ke kamar yang di tempat oleh Oliv.
"Oh, namanya Oliv, yah? Namanya bagus. Aku semakin penasaran bagaimana wajahnya. " Ketiga pria kembar itu saling menatap satu sama lain semakin penasaran.
Tak lama berselang, suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian mereka semua. Ketiga bocah itu langsung membulatkan matanya saat melihat Oliv masuk ke dalam ruangan itu.
Oliv pun menatap heran ketiga pria itu saat mereka sudah cukup dekat. Ketiga bocah itu masih menatap Oliv dengan mata yang melebar.
Melihat itu, Oliv mengerutkan keningnya bingung. Dia pun menatap Kenan. "Kenapa kau menyuruhku kemari? " Tanya Oliv.
"Tuh, ketiga bocah itu ingin bertemu dengan mu. " Tunjuk nya menggunakan dagu pada ketiga keponakannya.
"Aunty! Apa kau masih ingat kam?! " Tanya Kenzie dengan semangat dan tersenyum melihat Oliv.
Sedangkan Oliv dan Kenan hanya menatap heran ketiga bocah itu yang masih tersenyum senang padanya.
__ADS_1
"Iyah, apa Aunty masih ingat kami? " Kenzo ikut bertanya.
Namun Oliv masih mengerutkan keningnya heran. Dia sama sekali tak ingat dengan ketiga bocah di depannya.
"Kau kenal dengan mereka? " Tanya Kenan tak suka sembari menatap tajam Oliv.
Wanita itu menggeleng. "Entahlah, aku tak ingat. " Jawabnya.
Ketiga Bocah itu langsung cemberut dan terlihat lemas. "Yah, Aunty. Kejadiannya baru 1 setengah tahun yang lalu. Tapi Aunty sudah melupakan kami yang imut dan tampan ini. " Ucap Kenzie mengerucutkan bibirnya.
"Maaf, tapi.. Aku baru kali ini melihat kalian. " Oliv berkata jujur. Dia tak ingat pernah bertemu dengan mereka bertiga sebelum nya.
"Yah!! Padahal kan kita bertemu saat kita bertiga tak sengaja akan menabrak mu dan malah kami yan-l! " Kendra dan Kenzie refleks menutup mulut Kenzo dengan tangan mereka saat dia akan membongkar sesuatu yang mereka sembunyikan kuat-kuat dari keluarga mereka apalagi Kenan.
Kenan semakin menatap tajam ketiga keponakan nya itu. Sedangkan Oliv malah tengah berpikir di mana dia pernah bertemu dengan mereka?
"Uncle! Jangan marah dulu, tenang lah. Kami bisa jelaskan. Jangan marah-marah dulu, jangan hukum kami dan menyuruh kami memberi makan Sesar lagi. " Ucap Kendra memohon saat melihat Uncle nya itu menatap mereka dengan penuh kemarahan.
"Oh! Jadi kalian ketiga bocah itu! " Oliv tiba-tiba berucap yang membuat ketiga bocah itu tersenyum senang dan mengangguk.
"Iyah! Kau ingat sekarang? Maaf untuk yang waktu itu, kami tidak sengaja. " Balas Kenzo berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Oliv.
"Berhenti di sana atau ku patahkan kaki mu! " Sergah Kenan dengan suara tajam begitu pun dengan lirikannya pada keponakannya itu.
Kenzo tersenyum getir dan langsung mundur kembali ke belakang dengan perlahan.
"Hehe, sabar Uncle. Hanya ingin melihat lebih dekat saja. " Ucapnya terkekeh.
__ADS_1
"Kenapa kalian bisa bertemu? " Tanya pria itu menarik tangan Oliv dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya.
"Kejadiannya satu setengah tahun yang lalu Uncle, tapi kau janji jangan marah dan menghukum kami! " Jawab Kendra serius.
"Hem! " Pria itu hanya menjawab dengan demahan.
"Katakan! " Titahnya lagi dengan tegas.
Mereka bertiga pun mulai menjelaskan kronologi bagaimana mereka bisa bertemu.
Satu setengah tahun yang lalu..
Oliv waktu itu baru saja keluar dari sebuah kedai, dia ingin menyebrang dan menunggu rambu lalu lintas menghijau menandakan dirinya bisa lewat.
Setelah apa yang dia tunggu terjadi, dia pun mulai menyebrang. Namun dari arah lain, dia mendengar suara 3 mesin motor yang begitu berisik membuat dia langsung terhenti dan menatap ke arah ketiga motor besar yang dengan cepat nya melaju ke arahnya.
Wanita itu diam di tengah jalan tanpa bisa melakukan apapun. Sampai sebuah teriakan berhasil membuat dia tersadar dan langsung melompat ke sisi jalan.
Buak!! Srekk!!!
Ketiga motor itu langsung terjungkal ke depan. Ketiga pemuda yang mengendarai motor itu langsung terpental cukup jauh dari tempat. Mereka pun berusaha bangun dari posisi mereka dengan sekujur tubuh yang sakit.
"Arrghh, kaki ku tergelincir! " Ucap salah satu pemuda sembari melepas helm nya.
Oliv yang masih syok masih terduduk di sisi jalan sembari menatap kearah 3 pemuda yang meringis merasakan sakit di sekujur tubuh mereka.
Mereka pun di bantu oleh para warga untuk berdiri dan menepi. Begitupun dengan Oliv yang di bantu berdiri dan di beri air minum agar dia bisa tenang.
__ADS_1
Setelah Syok cukup berat, dia pun tersadar ketika 3 pemuda itu mendatanginya dan meminta maaf dengan apa yang baru saja mereka lakukan. Mereka begitu ter buru-buru hingga tak memperhatikan orang yang akan menyebrang.