
Oliv tak menjawab namun masih menatap dengan tajam pria itu.
"Pergi ke hotel. " Ucap tiba-tiba.
Tubuh Oliv seketika menegang mendengar kata 'Hotel' Dan refleks mundur hingga membentur pintu mobil.
Pria itu tersenyum melihat wajah tegang wanitanya itu. "Kenapa mundur, hem? Dan kenapa wajahmu tiba-tiba menjadi tegang seperti itu? "
"Jangan macam-macam! Kenapa kau ingin membawa mobil ini ke hotel! " Oliv bertanya dengan nada ketakutan.
Dia tersenyum sinis.
Bruk!
Pria itu mendekat dan dengan erat merangkul tubuh kecil Oliv hingga membuat dia kesulitan bernafas dan bergerak.
"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! "
"Kenapa bertanya kenapa aku mau membawamu ke hotel? Tentu saja karena aku ingin menyapa tubuh indah mu itu, aku merindukannya. " Ucap pria itu dengan suara serak khasnya.
"Jangan gila! Aku tak mau melayani mu! " Oliv masih berusaha melepaskan cengkraman pria di hadapannya.
"Cek, bagaimana ini? Tapi aku tak menerima penolakan mu. " Kenan menatap kaca di depan mobilnya dan menatap sopir yang ada di depan. Dia memberikan kode yang langsung di mengerti oleh sang sopir.
Tak lama, sebuah papan hitam tiba-tiba saja naik dengan perlahan-lahan hingga menutupi jarak antara bangku depan dan bangku belakang.
Oliv melebarkan matanya sangat lebar melihat benda itu.
"Apa yang ingin kau lakukan? "
Pria itu tak menjawab, dia hanya tersenyum sinis dan pada akhirnya dia membuat Oliv tak mampu lagi melawan.
Kenan mengancingkan baju kemejanya dan kembali menatap Oliv yang terkapar lemas di sampingnya. Wanita itu masih berbaring dan pingsan karena permainan brutal yang di lakukan oleh nya.
Dia mengusap air mata yang masih tersisa di ujung mata Oliv dan kembali merapihkan bajunya yang berantakan karena ulah dirinya.
"Set! Dia mencakar leherku kencang sekali. " Kenan menyentuh leher bagian belakangnya yang di cakar begitu kuat oleh Oliv saat dia akan kembali melakukan penyatuan dengan wanita itu.
"Bercinta di mobil tak buruk juga. " Dia tersenyum puas tak memikirkan pria di depan yang wajahnya sudah memerah karena mendengar suara-suara aneh di belakang mobil yang dia buat.
"Apa masih lama? " Pria itu bertanya dengan santai.
"Se-sebentar lagi kita sampai di bandara Tuan. " Jawab yang di depan tergagap.
Kenan mengerutkan keningnya mendengar nada gagap dari supirnya tersebut.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba gagap? " Kenan bertanya tanpa rasa berdosa sama sekali.
"Tidak Tuan, saya hanya merasa malam ini sangat dingin saja. " Jawabnya bohong.
"Dingin? Padahal aku merasa sangat kepanasan. " Pria itu menjawab dengan datar.
Pria di depan hanya tersenyum dengan perasaannya yang sedikit kesal.
Awalnya Kenan menyuruh untuk di bawa ke Hotel. Tapi, dia pun merubah tujuan saat dia selesai melakukan pelepasan.
Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di bandara. Kenan keluar dari mobil setelah selesai membalut tubuh Oliv dengan Jasnya dan langsung menuju ke arah Jet pribadinya yang sudah siap untuk terbang.
Saat dia baru saja membuka mata, dia sudah melihat langit-langit yang asing dimatanya hingga membuat dia terdiam sejenak untuk berpikir sampai akhirnya dia sadar kalau ini bukanlah langit-langit di kamarnya.
"Ini di mana?! " Oliv langsung terbangun dan menatap ke sekeliling.
Wanita itu mengedarkan pandangannya ke segala arah di dalam kamar itu. Kamar bernuansa merah dengan emas itu terlihat sangat megah dan mewah, dengan gaya-gaya eropa.
"Ini di mana? Kenapa aku bisa tiba-tiba ada di sini? "
Dia berusaha mengingat-ingat kejadian sebelumnya yang dia alami.
wajahnya berubah jadi begitu kesal saat sudah mengingat semua yang terjadi padanya.
"Pria sialan! Kemana dia membawaku setelah kembali menikmati tubuhku! " Dia bertanya dengan penuh kekesalan.
__ADS_1
Oliv beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah jendela di kamar. Dia kaget bukan main karena yang ada di sana hanyalah hutan dan pantai yang luas.
"APA?! " Dia menatap ke kanan dan kiri. Tapi yang temukan hanya Hutan. Bahkan itu pun asing di matanya.
"Ini dimana?! Apa aku benar-benar di culik olehnya?! "
Klak.
Oliv mengalihkan pandangannya dengan cepat saat mendengar suara di belakangnya.
Wanita itu langsung memicingkan mata saat melihat pria yang masuk kedalam kamar dengan santai dan berjalan mendekatinya.
"Kenapa kau membawaku kemari?! Ini dimana? " Tanya wanita itu dengan cepat.
Kenan menguap pelan dan kembali menatapnya. "Kau berada di kastil ku, kita ada di Prancis. " Jawab pria itu santai.
"Apa?! Prancis! Kau bilang Prancis! " Dia membulatkan matanya tak percaya.
"Bagaimana bisa kita ada di Prancis! Jelas-jelas kemarin malam kita masih ada di indonesia! Kau benar-benar menculik ku! "
"Kenapa kau membawaku kemari, hah?! Kau tak waras, yah! "
ekspresi Kenan saat ini🤨
__ADS_1