Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 9


__ADS_3

"Kenapa kau kemari? " Tanya Kenan setelah beberapa lama mereka mengobrol kan soal hal-hal yang hanya mereka ketahui.


"Ada undangan dari Tuan Davidson, putranya akan menikah 2 bulan lagi. " Aksa menyodorkan undangan yang dihiasi dengan tulisan emas sebagai penanda nya.


Seketika pria itu mengerutkan keningnya saat melihat foto mempelai prianya. Dia pun terkekeh kecil yang membuat Aksa ikut mengerutkan keningnya bingung.


"Ternyata dia memang putra Tuan Davidson? " Tanya Kenan seakan tak percaya dan masih terkekeh.


"Kenapa kau tiba-tiba tertawa? Tentu saja dia putra Tuan Davidson, apa ada yang lucu dari undangannya? " Tanya Aksa heran.


Kenan menggeleng. "Tidak." Jawabnya.


"Lalu? "


Kenan menunjuk wajah mempelai prianya yang membuat Aksa semakin bingung. "Ada apa dengan mempelai prianya? Apa menurutmu dia jelek? Tapi menurut ku dia juga cukup jelek. " Tatap Aksa pada foto wajah mempelai pria sembari mengusap-usap rahang kokohnya yang ditumbuhi janggut yang begitu tipis, yang membuat auranya semakin terlihat tampan dan menawan.


"Bukan, tapi pria ini adalah mantan kekasih Wanitaku. " Jelas Kenan.


"Apa?! Yang benar kau? Dia mantan kekasih wanita-mu? " Aksa membulatkan kedua matanya tak percaya.


Kenan mengangguk.


"Wah, secantik apa wanita-mu itu sampai-sampai bisa menarik perhatian Putra Tuan Davidson dan menarik perhatianmu? " Tanya Aksa mulai penasaran dengan sosok wanita sahabatnya itu.


"Yang pasti dia istimewa, aku tak mau menunjukkannya pada mu. Aku takut kau terpesona oleh kecantikannya dan akan jatuh hati padanya. " Tolak Kenan menyembunyikan foto Oliv.

__ADS_1


"Cih! Pelit, apa secantik itu? " Aksa berdecih kesal.


"Tentu saja dia sangat cantik! "


Aksa hanya memutar kedua bola matanya malas dan langsung beranjak dari sana meninggalkan sahabatnya yang sudah jadi Cinlok alias Cinta lokasi.


"Jika aku sudah mendapat undangannya, itu berarti dia pun sudah mendapat undangan yang sama? Jika aku pergi bersama dengannya, ini pasti akan sangat jadi luar biasa! " Pria itu menyeringai lebar dan beranjak dari duduknya menuju lemari pakaian.


*


*


*


Vino Davidson Dan Noviana Celsi.


Itu adalah undangan pernikahan dari Vino, mantan kekasih Oliv yang akan diselenggarakan 2 bulan lagi.


Awalnya undangan itu diterima oleh Vera, karena tadi Oliv tengah mandi. Namun karena tak mau menyembunyikan apa-apa, Vera pun terpaksa menyerahkan undangan itu pada Olivia.


Mimik wajah wanita itu langsung berubah saat membaca tulisan bertinta emas itu.


Lama Oliv memandangi undangan itu, dia pun tersenyum dengan kecut.


"Sudah hampir 1 tahun kita bersama Vin, tapi kau tiba tiba saja pergi dari kehidupanku tanpa alasan sedikitpun. Dan saat kau kembali, kau malah memberikan undangan padaku? " Oliv terkekeh ringan.

__ADS_1


"Baru saja kita putus 4 hari. Dan kau sudah punya yang baru lagi, bahkan akan menikah? Apa saat kita masih bersama kau sudah memiliki dia, Vin? "


Wanita itu kembali menangis dengan terisak saat melihat foto tersenyum dari wajah pria yang dia cintai itu.


"Kenapa rasanya dunia begitu tak adil padaku? Sudah aku di buang oleh orang tuaku saat aku masih kecil, ditinggalkan tanpa alasan oleh pria yang aku cintai, dan dinodai oleh pria asing yang brengsek! Kenapa tak ada yang menyayangiku! " Jerit nya yang langsung tersungkur ke atas lantai semakin menangis dengan kencang.


"Liv! "


Vera yang dari tadi hanya memperhatikan dari luar kamar langsung masuk kedalam saat melihat Oliv jatuh dari atas kasur.


"Kenapa tak ada yang menyayangiku? Kenapa tak ada yang bangga memilikiku? Kenapa? Apa aku anak pembawa sial hingga semua orang tak menginginkanku? " Teriaknya dengan histeris didalam pelukan Vera.


"Jangan bicara seperti itu, kau harus ingat jika kau masih mempunyai-ku sayang? Aku sangat menyayangimu, aku sudah menganggap mu sebagai adikku sendiri. Aku sangat bangga bisa bertemu denganmu dan menjadi keluargamu. Sekarang jangan menangis dan kuatlah. " Vera menyeka air mata yang masih menetes dari pelupuk mata sahabatnya itu.


"Dunia memang kejam, tapi pasti diantara luasnya dunia ini. Akan ada seseorang yang menyayangimu, mencintaimu dan bangga bisa memilikimu. Mereka yang menyia-nyiakan mu suatu saat nanti pasti akan menyesal! "


"Kau tau, tidak akan ada pelangi jika tidak ada hujan? Ini adalah permulaan hidup barumu yang akan diawali oleh tangisan dan akan diakhiri dengan senyuman. Percaya padaku? " Vera mengelus kedua pipi Olivia dan masih setia menyeka semua air matanya yang jatuh.


"Suatu saat nanti, aku yakin pasti akan ada seseorang yang merubah hidupmu sampai 180% "


Oliv mulai tenang, tangisannya mulai mereda. Dia mulai menyeka air matanya sendiri.


"Kuatlah sayang, hidup akan terasa begitu hampa tanpa adanya cobaan hidup? Kau mengerti kan? " Tanya Vera tersenyum.


Oliv mengangguk dan mulai tersenyum kembali. "Ini baru kesayanganku. Tersenyumlah, tunjukkan pada dunia kalau semua yang dia berikan padamu tak akan mempengaruhi hidup mu! "

__ADS_1


__ADS_2