Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 13


__ADS_3

"Kau mau pulang sekarang? " Tanya Tristan.


Oliv mengangguk. "Mau ku antar kan? Sekalian jalan-jalan malam. " Tawar pria itu.


Awalnya Oliv berpikir, dia pun menyeringai dengan lebar membuat Tristan bingung dan menautkan kedua alisnya.


"Kenapa? " Tanyanya.


"Kau ingin bertemu dengan Vera, kan? " Tanya Oliv belum merubah mimik wajahnya.


Seketika pria itu tertawa ringan dengan kedua pipi yang bersemu merah.


Melihat itu Oliv tertawa dengan lepas, dia melompat dan langsung memeluk tubuh Tristan hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah kebelakang.


"Ayo, jujur padaku? Kau menyukai Vera, kan? " Tanya Oliv kembali masih dalam posisinya.


Mendengar pertanyaan yang sama, Tristan pun tersenyum tipis dan menghela nafas pelan. "Sutt! Ini akan menjadi rahasia kita berdua. " Ucapnya menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir.


Oliv pun tersenyum dan mengangguk. Dia pun melakukan hal yang sama seperti yang Tristan lakukan.


Melihat kedekatan mereka semakin dekat hingga berani berpelukan didepan umum seperti itu, membuat orang yang masih mengawasi diam-diam di dalam mobil semakin geram dan marah.


"Beraninya mereka berpelukan di depan umum seperti itu! Awas saja kau Olivia Alberso, aku pasti akan menghukum mu! " Gumam Kenan dengan geram. Kedua tangannya mengepal dengan kuat seakan siap meninju pria yang ada di depannya itu.


"Eh, Apa kita perlu bertindak Tuan? " Tanya yang di depan mulai panik dan ketakutan saat melihat ekspresi wajah Tuannya itu.


Pria itu tak menjawab, dia masih menatap dengan tajam kedua manusia yang masih dengan nyamannya berpelukan didepan supermarket.


"Tunggu." Jawab Kenan berusaha menetralisir kan kemarahannya.

__ADS_1


"Kau datang kesini menggunakan apa? " Tanya Oliv saat melihat Tristan datang dari arah belakangnya dan tak melihat dia keluar dari mobil atau turun dari motor.


"Aku menggunakan mobil. " Jawab Tristan.


"Oh, apa mobil itu milikmu? " Tanyanya kembali sembari menunjuk ke arah belakang Tristan dimana mobil Kenan tengah terparkir.


Tristan berbalik dan menatap ke arah tunjukkan Oliv. Namun dia langsung mengerutkan keningnya dengan sangat dalam saat melihat tanda pada mobil yang Oliv tunjuk.


Dia pun dengan perlahan-lahan melepaskan Oliv dari pelukannya.


"Kenapa? " Melihat perubahan ekspresi wajah Tristan membuat Oliv ikut mengerutkan kedua alisnya.


"Tidak, Oliv. Maaf, aku tak bisa mengantarmu. Aku baru ingat kalau aku punya urusan lain, sampaikan pada Vera jika aku merindukannya. " Balas Pria itu langsung pergi dari sana menuju tempat dimana mobilnya di parkiran.


"Aku tak mungkin salah, tanda itu hanya bisa dipasang di mobilnya! " Gumam Tristan sembari masuk kedalam mobilnya.


Wanita itu kembali berbalik dan melanjutkan jalannya ingin mencari taxi. Karena dia tak bisa mengendarai mobil, dia pun pergi menggunakan Taxi.


"Jalan." Titah Pria yang masih ada didalam mobilnya itu setelah melihat Oliv kembali berjalan.


Pria itu tersenyum sinis setelah melihat Tristan menatap ke arah mobilnya.


"Sepertinya pria itu tau tentang ku juga. "


Disaat Oliv tengah menunggu Taxi, dia dikagetkan dengan adanya sebuah mobil yang tiba-tiba saja berhenti di hadapannya. Namun yang membuat dia semakin kaget, mobil itu mirip dengan mobil yang tadi dia tunjukkan pada Tristan.


"Ini, mobil siapa? " Tanyanya mulai panik.


Dia pun berjalan perlahan ke arah belakang dengan perasaan yang was-was. Takut orang yang ada didalam mobil bukan orang baik-baik.

__ADS_1


Pintu mobil belakang mobil pun terbuka perlahan-lahan dan mulai menampakkan seseorang yang tengah duduk santai didalam.


Oliv mengerutkan keningnya mencoba mengamati orang yang ada di dalam mobil. Mata nya pun melebar dikala melihat siapa yang ada didalam mobil.


"Kenapa dia bisa ada disini! " Oliv semakin berjalan mundur dan mencoba pergi dari sana.


Namun dengan cepat sebuah tangan yang rasanya tak asing kembali menahan tangannya dan dengan ringannya melempar dia masuk ke dalam mobil.


Bruk!


Pria itu pun ikut masuk dan kembali duduk dengan santai. "Jalan." Titahnya.


"Apa yang kau lakukan! Kau ingin menculik ku?! " Oliv menatap pria di hadapannya dengan nyalang saat dia tiba-tiba saja di tarik paksa masuk kedalam mobilnya.


Namun pria itu sama sekali tak menjawab dan malah menatap dirinya dengan sangat tajam.


"Apa?! " Wanita itu malah menantang dan memajukan wajahnya lebih dekat pada wajah pria itu hingga sukses membuat Kenan tersenyum tipis.


"Aku akan menculik mu. Jadi, diam lah. " Ucap pria itu dengan sangat ringan.


"Jangan sembarangan bertindak! Aku akan melaporkan mu pada polisi jika kau benar-benar berani menculik ku! " Oliv mengancam dengan masih menatap pria itu tajam.


Namun dia hanya tertawa dengan sangat keras mendengar ancaman itu. Yang membuat Oliv semakin kesal dan bingung.


"Apa kau sudah tidak waras, hah?! Tiba-tiba tertawa seperti itu! " Tanya Oliv dengan kencang karena semakin kesal.


Sedangkan yang di depan hanya diam karena ketakutan mendengar suara tertawa Tuannya yang begitu keras dan baru pertama kalinya terdengar lagi setelah bertahun-tahun.


Kenan menatap wanita di sampingnya lekat. "Mengancam ku wanita? " Tanya Kenan meremehkan dengan senyuman khasnya.

__ADS_1


__ADS_2