Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 27


__ADS_3

Lebih baik menatap wajahnya yang tengah datar dari pada yang sedang marah dan tersenyum manis. " Gumam Oliv kembali.


Sedangkan Tuan David masih dengan penjelasan ungal-ugalannya karena takut Kenan mengetahui semua hal jahat yang dia lakukan dulu pada Olivia.


"Tuan ini bicara apa? Saya sama sekali tak melakukan kesalahan apapun pada anda. Bagaimana mungkin saya merasa seperti itu. " Ucapnya menyeka keringat yang sudah membanjiri pelipisnya.


Oliv melirik sinis pria tua di hadapannya.


Kemana sikap angkuh dan sombongnya dulu? Kenapa dia jadi seperti bawahan yang takut ketahuan jika dirinya telah berkhianat? Apa Kakek tua ini takut pada Pria ini? " Gumam Oliv.


"Tidak melakukan kesalahan, yah? " Lagi-lagi pria itu bertanya dengan polos dan mengusap dagunya yang di penuhi bulu-bulu halus.


Tuan David kembali mengangguk dan tersenyum mantap. "Saya turut merasa senang karena sebentar lagi anda akan menikah. Semoga kalian berdua selalu bersama. " Ucapnya.


DEG!! DEG!! DEG!!


Oliv menundukkan wajahnya ke bawah dengan perasaan yang ketakutan dan gelisah.


Dia mulai menetaskan air matanya satu persatu dengan perlahan. Namun dia mencoba menyembunyikan air matanya dengan menyeka semuanya.


Aku mohon Tuhan, tolong keluarkan aku dari keadaan ini. Tolong yakinkan aku kalau aku hanya bermimpi dan ini tak benar-benar terjadi. Aku tak mau menikah dengan pria yang tak aku cintai! " Gumamnya dengan tubuh semakin bergetar.


Menyadari tubuh wanitanya itu bergetar, Kenan menatapnya dan merengkuh tubuhnya memasukkan dia ke dalam pelukannya lalu bertanya.


"Ada apa? Apa kau baik-baik saja? " Tanyanya.


Wanita itu tak menjawab dan malah menatap dengan mata berkaca-kaca pada nya.


Kenan menggetarkan giginya melihat hal itu. Sudah jelas, air mata yang mengenang di pelupuk mata wanita itu adalah tanda sebuah penolakan. Dia mendekati telinga wanita itu dan berbisik.


"Jika kau terus menerus memperlihatkan mata basah mu itu saat kita akan menikah, aku pastikan akan mencongkelnya dari matamu! " Ancam pria itu dengan tajam dan tak lama dia pun mengelus punggung Oliv dengan perlahan.


"Jika kau sakit, kita pulang saja, yah? Tuan David, maafkan aku. Aku harus pulang lebih cepat karena istriku sakit, saya permisi dulu. " Ucap kenan lalu memapah tubuh Oliv berjalan keluar dari sana.

__ADS_1


Tuan David mengangguk dengan cepat dan berterima kasih karena dia mau repot-repot datang ke acara pernikahan putranya.


Vino menatap dengan sendu Kenan dan Oliv yang berjalan ke arah luar dari Villa. Entah kenapa dia sangat tak rela melihat sang mantan kekasih mempunyai orang baru.




Setelah Kenan dan Oliv naik ke dalam Helikopter, Helikopter pun kembali menyala dan perlahan-lahan mulai naik ke atas udara.



Tubuh Oliv masih bergetar di dalam pangkuan Kenan dengan wajah dia susup kan ke dalam dada bidang pria itu.



"Aku-Aku tak mau menikah.. " Lirih wanita itu dengan suara terpotong-potong.




"Arrghh!! " Oliv memekik kesakitan saat lengan pria itu mencengkram pinggangnya kuat-kuat.



"Tu-Tuan, tolong.. Hentikan.. " Lirihnya kembali berusaha menahan tangis.



Kenan menatap ke bawah dan menatap tajam wajah Wanita itu. "Angkat wajahmu! " Titahnya.


__ADS_1


Karena tak mau membuat pria itu semakin menyiksanya. Dia pun mengangkat perlahan wajahnya dan menatap kedua manik mata Hazel menyala miliknya.



"Aku sudah bicara berapa kali padamu. Aku tak suka penolakan! Aku tak suka keinginanku di bantah! Jadi jangan memancing kemarahan ku! " Sergahnya dengan tajam.



Wanita itu diam dengan air mata yang sudah terjatuh ke pipi dan dagunya.



"A-Aku mohon, ak-aku belum siap untuk menjadi istri. " Ujarnya memohon.



"Kau tak perlu melakukan apapun untukku, kau hanya perlu memberiku kasih sayang, menatapku dengan penuh cinta, menemaniku di mana pun aku berada! Dan tentu sebagai teman ranjang yang nyata! " Ucapnya mengungkap kan semua yang dia inginkan setelah mereka menikah.



Tapi itu semua tak akan bisa Oliv berikan padanya walaupun mereka benar-benar menikah. Karena Oliv sama sekali tak mencintainya dan tak mau memberi dia kasih sayang karena dia selalu saja menyiksanya.



*Aku tak bisa memberikan sesuatu yang tak mau aku berikan pada orang yang tak aku cintai*! " Gumam Gadis itu mulai pasrah di saat tangan Kenan mulai menurunkan baju bagian atasnya hingga membuat belahan dadanya terlihat sangat jelas.



Dia mendekatkan wajahnya ke sana dan menggigitnya kuat-kuat hingga membuat Oliv meringis penuh keperihan.



Setelah puas memberi banyak tanda di sana. Pria itu pun menduselkan wajahnya tepat di ceruk leher sang wanita. Dia menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu.

__ADS_1



"Jangan pernah membantah. Dan ikuti saja semua alur hidup yang sudah Tuhan takdir kan untukmu dan aku!! "


__ADS_2