
Jam menunjukkan pukul 7:12 malam. Olivia yang tengah melamun di depan jendela sembari melihat ke arah lautan yang luas.
"Nona, apa anda sudah mandi? " Que bertanya dengan sopan saat melihat Olivia duduk di dekat jendela.
"Iyah, aku sudah mandi. Kenapa? "
"Sekarang Nona ganti baju, lalu saya akan mendandani anda. " Ucapnya lagi membuat Olivia mengerutkan keningnya.
"Apa pria itu yang menyuruhmu? " Oliv bertanya datar.
"Iya Nona, mari saya pilihkan bajunya. "
Tanpa berkata apa-apa lagi, Olivia langsung masuk kedalam Walk-in Closet dan diikuti oleh Que.
Dia membulatkan kedua matanya saat melihat pakaian yang harus dia pakai.
"Aku tidak mau! Kenapa kau memilihkan baju ini? Apa tidak ada yang lain? " Protesnya.
"Maaf Nona, tapi ini adalah baju yang sudah Tuan pilihkan untuk anda. "
"Tidak! Aku tidak mau memakainya! "
"Nona harus memakainya, kalau tidak Tuan sendiri yang akan memakaikannya pada anda. " Ancam Que.
Olivia melotot mendengar ancaman Dari pelayan itu.
Sialan, dia seperti sudah tau saja kalau aku akan menolaknya hingga langsung menyiapkan ancaman untukku. " Gumam wanita itu kesal.
"Baiklah! Berikan itu. " Wanita itu merebut paksa baju yang Que tunjukkan padanya.
Dia pun memakainya dan tak butuh waktu lama dia pun keluar dari tempat dia berganti baju.
Olivia menggunakan Lingerie berwarna merah terang yang benar-benar tipis dan menerawang model Sleepwear.
__ADS_1
"Apa kau tidak salah?? Aku terlihat tidak memakai baju menggunakan baju ini? Kalau begini lebih baik aku langsung telanjang saja! " Oliv berusaha menutupi bagian dadanya yang benar-benar terbuka saat menggunakan Lingerie itu.
"Itu lebih disarankan Nona, jika anda ingin langsung telanjang silahkan. Tuan pasti suka! " Que bicara sembari tersenyum manis.
"Aku bukan wanita gila maaf. "
"Baiklah Nona, ayo saya dandani. " Que menuntun Olivia menuju ke luar dan mengarah ke meja rias.
Olivia duduk di depan meja dan Que pun langsung mendandaninya dengan teliti.
"Que, kenapa kau mendandani ku seperti tengah mendandani mayat hidup saja? " Olivia menatap aneh wajah nya sendiri di pantulan cermin.
"Ini adalah keinginan Tuan, Nona. " Jawab Que.
"Aku tidak suka jika seperti ini, natural saja jika dandanannya tipis. "
"Maaf Nona, ini perintah Tuan. "
"Tapi aku tak suka, jangan dandani saja aku. " Tolak nya dengan keras.
"Aku di bayar oleh Tuan untuk melakukan ini, jadi aku akan melakukan apa yang Tuan suruh pada saya. " Sambungnya.
"Apa aku menyuruhnya untuk melakukan ini? "
Que terdiam mendengar ucapan Olivia.
"Aku tanya, apa aku menyuruhnya untuk melakukan ini? " Tanyanya lagi.
Gadis itu masih terdiam dan tak tau harus menjawab apa.
"Aku tak menyuruhnya melakukan ini. Aku tak mau melakukan ini. Aku ini mirip pelacur, tapi aku tak di bayar olehnya. Aku mirip tawanan tapi dia memberikan apa yang aku inginkan. Hanya saja batin dan mental ku di siksa olehnya. "
"Siapa namamu? " Olivia kembali bertanya.
__ADS_1
"Qu-Que." Jawab Gadis itu terbata.
"Kau sangat mengabdi pada pria itu. Apa dia membayar mu sangat mahal hanya untuk melakukan hal ini? "
Que mengangguk pelan. Olivia tersenyum kecut melihat hal itu.
"Lanjutkan saja, aku tak peduli lagi. "
Que kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia keluar dari kamar setelah selesai mendandani Olivia.
Sedangkan wanita itu hanya menatap datar tubuhnya di cermin.
"Kenapa aku berasa mirip seperti seorang pelacur? Padahal dia tak membayar ku untuk melayaninya. Bahkan dia memaksaku hanya untuk membuat nafsunya puas! "
"Aku benci! Aku sangat membenci pria itu! Aku yakin dia tak pernah memakai pengaman saat menyentuhku. Aku tak sudi hamil anaknya! "
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Oliv. Dia tak ingin membalikkan tubuhnya karena tau siapa yang masuk. Namun yang dia khawatirkan adalah pakaian yang dia gunakan. Dia malu jika harus berhadapan dengan pria itu menggunakan pakaian yang sangat terbuka.
Dia begitu kaget saat merasakan sebuah tangan besar merangkul pinggangnya dan dengan cepat menjatuhkannya ke atas ranjang.
"Ahk! " Oliv memekik kaget saat tubuhnya tiba-tiba di banting ke atas kasur.
Apalagi saat melihat pria itu sudah merangkak maju mengarah padanya.
"Kau terlihat sangat cantik dan menawan memakai pakaian seperti ini. " Bisik nya tepat di telinga wanita itu.
"Apa kau benar-benar tak pernah merasa puas? Tadi pagi kau sudah menyentuhku hampir 3 jam bahkan tak membiarkan aku istirahat hanya untuk sebentar saja. Dan sekarang kau ingin menyentuhku lagi, hah?! "
Pria itu mengangkat salah satu alisnya. Tanpa bicara lagi dia langsung melepaskan pakaian bawah yang wanita itu kenakan dan merobek pakaian atas dengan kuat.
"Cih, merobek pakaian wanita sepertinya sudah menjadi keahlian mu. " Wanita itu tersenyum sinis menatap wajah pria yang sudah berhasil menelanjangi nya.
Namun pria itu masih terdiam. Dia kembali merosot ke bawah dan tak lama.
__ADS_1
"Ahh apa yang kau lakukan! "