
Pria itu membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Oliv?! " Gumam pria itu lirih.
Dia semakin kaget melihat Olivia datang dengan seorang tamu penting yang ayahnya undang.
Kenan... Rodriguez.. " Gumamnya kembali.
Dia bukan hilang ternyata, tapi di bawa oleh Kenan kemari? " Gumam Nya lagi.
Melihat keterkejutan dari wajah sang mantan kekasih, Oliv menatap wajah pria itu datar dan merubah raut wajahnya menjadi angkuh.
Mereka mendekat dan semakin membuat Vino tak percaya.
"Ada apa Tuan Muda Vino? Kenapa anda menatap calon istri saya sampai seperti itu? Apa kalian sudah saling kenal? " Tanya Kenan berpura-pura.
DEGG!!!
Bukan hanya Vino yang kaget, namun Oliv pun ikut kaget bukan main dengan ucapan pria itu hingga membuat seluruh tubuhnya bergetar. Dia menatap wajah Kenan perlahan dan melihat pria itu hanya tersenyum menatap ke arah mantan kekasihnya.
Vino tersadar. Dia menatap Kenan dan tersenyum getir. "Tidak, kami hanya teman dulu saat bekerja. " Jawab Vino berbohong. Namun pandangannya masih belum beralih pada sang mantan kekasih.
"Teman nya ternyata? Baguslah, aku pun ingin memberikan mu ini juga. " Kenan menyerahkan sebuah amplop dengan dominan berwarna putih dan pink, dengan tulisan emas murni tertulis di sana.
Kenan Rodriguez Bersama Olivia Alberso.
Oliv membulatkan matanya tak tahan bahkan hampir membuat kedua matanya lepas dari tempatnya. Dia meremas Lengan pria itu dengan kuat sembari menggigit bibirnya.
__ADS_1
Apa maksud nya?! Kenapa dia memberikan undangan pernikahan pada Vino! Bahkan dia tak memberitahu aku soal hal ini! Tidak!! Aku tidak mau menikah dengan nya!! " Batin Oliv dengan lutut melemas.
Vino mengambil amplop itu dengan tangan bergetar dan menatap Amplop undangan itu dengan sayu.
Kenapa aku tak rela mendengarnya? Padahal akulah yang telah meninggalkannya. " Gumam pria itu membaca isi Amplop.
"Selamat, yah? Oliv! Kau mendapatkan orang yang luar biasa hebat! " Ucap Novi dengan polos tanpa tau yang sebenarnya terjadi pada mereka.
Oliv mengangkat wajahnya dan berusaha menyembunyikan air matanya. Dia tersenyum manis dan mengangguk.
"Selamat untuk kalian, semoga nanti kalian bisa punya waktu untuk datang di pernikahan kami. " Ucapnya.
"Tentu, kami akan datang. " Ucapnya dengan lirih.
Kenan tersenyum puas melihat wajah tak rela pada wajah Vino.
"Tuan Kenan, anda sudah datang. " Suara seorang pria patuh baya mengalihkan perhatian mereka semua.
Namun wajah Tuan David sama hal nya dengan sang putra saat melihat Oliv tengah melingkarkan tangannya di lengan Kenan.
Dia meneguk ludah kasar.
Kenapa wanita ini bisa ada dengan Tuan Kenan? Apa mereka punya hubungan? " Gumam Tuan David penuh kegelisahan.
Dulu saat Vino dan Oliv masih menjadi sepasang Kekasih, dialah yang telah menyuruh Vino untuk memutuskan Oliv dan menikah dengan Novi karena dia berpikir Olivia sama sekali tak setara dengan mereka.
Awalnya Vino ragu. Namun setelah memikirkan ucapan sang Ayah, dia pun memutuskan untuk memutuskan hubungannya dengan Oliv dan menikah dengan Novi.
__ADS_1
Tuan Davin takut jika sampai Oliv memberitahu kan semua hal yang pernah dia lakukan pada Oliv dulu. Termasuk saat dia mempermalukan Oliv di tengah umum dengan sebutan wanita murahan.
Tapi saat melihat Oliv bisa menggandeng tangan Kenan dengan sangat bebas dan manja seperti itu tanpa laki-laki itu terganggu, dia pun jadi gelagapan sendiri.
Bukan wanita sembarangan yang bisa melakukan hal itu dengan Kenan jika bukan karena dia yang tertarik pada wanita itu.
"Tuan David? Kenapa anda dan putra anda memperlihatkan ekspresi yang sama saat melihat calon istri saya? Apakah kalian sudah saling mengenal? " Tanya Kenan santai.
DUARRR!!!
Bagai petir yang menyambar keras di kepalanya. Tuan David langsung merasakan lemas di tubuhnya saat tau Oliv adalah calon istri Kenan.
Matilah aku! Jika sampai Oliv mengatakan aku dulu sudah menghinanya habis-habisan di depan umum, bisa-bisa perusahaan ku hancur!! " Gumam pria patuh baya itu dengan linangan keringat dingin yang sudah mengucur dari kepalanya.
Kenan tersenyum menyeringai namun berusaha dia sembunyikan.
Sepertinya dia bergetar ketakutan karena takut aku akan menghancurkan bisnis dan perusahaan nya. " Gumam Kenan kembali menatap dengan pura-pura tak tau pada Tuan David.
Tentulah. Jika tidak tau tentang hal yang terjadi, bukan Kenan lah namanya.
Dia sudah tau tentang apa yang Tuan David lakukan pada Wanitanya termasuk dirinya yang menghina habis-habisan Oliv di depan umum.
"Tuan David, kenapa anda diam saja saat saya bertanya pada anda? " Tanya Kenan berpura-pura tersinggung karena pertanyaannya tak di jawab.
Pria patuh baya itu tersentak dan kembali menatap Kenan. Dia tertawa dengan terpaksa dan takut melihat wajah tak bersahabat dari Kenan.
"Iya Tuan, dia kan teman Putraku dulu, jadi aku kenal dia siapa. " Jawab Tuan David takut-takut.
__ADS_1
"Oh, ya? Lalu kenapa anda terlihat ketakutan seperti itu? Anda seperti seseorang yang tengah berbuat salah dan takut ke salahnya terbongkar. " Kenan tersenyum begitu manis. Oliv tercengang melihat pria ganas itu tersenyum hingga membuat dia merinding ngeri.
Dia lebih mengerikan saat tersenyum.. " Gumam Oliv.