Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 15


__ADS_3

"Jika aku waras, aku tak mungkin akan membawamu kemari. Dan karena kau sudah ada di tanganku, kau sudah menjadi milikku! " Kenan berucap dengan santai.


"Aku mohon jangan bicara seperti itu! Kau sama sekali tak ada hak untuk mengatakan itu padaku! " Oliv sudah mulai lelah. Wanita itu menatap dengan tatapan pasrah pada pria di hadapannya ini.


"Kita hanya bertemu tanpa sengaja, tapi kenapa kau berbuat seperti ini padaku? Apa yang aku lakukan sampai-sampai kau mengejar ku seperti orang gila! " Oliv berbicara dengan kesal tak mengerti dengan jalan pikiran pria di hadapannya.


"Aku tak tau, tapi yang pasti sekarang. Jika kau berusaha kabur dari sini, aku tak akan segan-segan untuk membuat mu menyesali apa yang kau lakukan. " Pria itu berbicara dengan nada tajam sembari menatap wajah wanita di hadapannya itu dengan lebih tajam lagi.


Tubuh wanita itu seketika menegang menatap wajah dingin pria di hadapannya. Dia pun kini sudah tak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa diam menatap penuh ketakutan.


Pria itu tersenyum menyeringai dengan lebar. Dia berjalan mendekat kearah Olivia yang tentu membuat wanita itu ketakutan.


"Jangan sentuh aku! " Dia menepis tangan Kenan yang hendak menyentuh pipi kirinya.


Kenan menatap tangannya yang sudah di tepis oleh wanitanya itu. "Kau berani melakukan ini? " Tanyanya penuh penekanan.


"Jangan sentuh aku! Aku tak mau kau sentuh lagi! "


Pria itu menatap tajam wajah Olivia dan langsung mendorong tubuhnya dengan sengat kuat hingga membentur ke arah dinding.


"Ahk! Apa yang kau lakukan! Jangan!! " Dia memekik dengan cukup keras saat Kenan kembali menyesap leher jenjang nya.


"Lepaskan! Apa kau belum puas, hah?! "


"Aku tak akan pernah puas jika menyentuh tubuhmu. " Ucapnya menyusupkan tangan kirinya hingga jari panjangnya itu mengusap sesuatu di bagian dalam.


"Aahh, jangan sentuh itu! " Wanita itu berusaha menahan ******* nya yang akan keluar di saat pria itu terus-menerus mengusap bagian sensitif nya.

__ADS_1


Bahkan dia baru sadar kalau dia sama sekali tak memakai pakaian dalam dan hanya memakai sebuah kemeja panjang yang mungkin milik pria itu.


Namun pria itu hanya menyeringai dan semakin nakal dengan berusaha memasukkan jarinya ke dalam kewanitaan milik Olivia.


"Aahh, jangan di masukkan! Jangan masuk ke sana! "


"Lalu harus ku masukkan kemana, sayang? " Tanyanya masih tersenyum dan berusaha menggerakkan jarinya yang masih nyaman bersemayam didalam.


"Ahh, jangan di sana... Jangan..! Jangan di gerakkan...!! "


"Apa ini sayang? Baru seperti ini kau sudah bas*h? Kau sungguh lemah. " Ledek pria itu saat merasakan tangannya itu basah.


Wajah Olivia memerah menahan sesuatu yang harusnya tak pernah dia ucapkan.


Kenan semakin bergairah. Dia melepaskan jarinya dan menyingkap pakaian Wanita itu. Dia pun ikut melepaskan resleting celananya yang sukses membuat wanita itu membelalakkan matanya.


"Aku tidak mau! Kau ingin membuatku hamil, hah?! " Teriaknya penuh kekesalan mencoba mendorong tubuh pria itu dari dekatnya.


"Itu bukan ide yang buruk. " Kenan menyeringai bagai orang gila dan tanpa aba-aba langsung memasukkan miliknya dengan sempurna kedalam kewanitaan Olivia.


"Ahk! Jangan di gerakkan!! "


Pria itu mulai memainkan ritme permainannya dengan sangat bersemangat. Sedangkan Oliv hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan agar dia tak mende*ah.


"Mende*ah lah, aku tau kau sedang menahannya. " Ucap pria itu semakin mempercepat permainannya.


"Aahhh, berhenti. Jangan lakukan lagi, emm... "

__ADS_1


kedua kaki wanita itu bergetar hebat menahan sesuatu yang sangat hebat seperti ingin menyembur keluar dengan dashyat.


"Aahhh aku bilang berhenti. Aahh ahh... Jangan, aku mohon.., " Tanpa disadarinya, satu tetes air mata menetes dari pelupuk matanya.


Walaupun tubuhnya bereaksi dengan apa yang Kenan lakukan padanya, tapi batinnya sama sekali tak menerima dengan pemaksaan yang Pria itu lakukan padanya.


"Aaahhhh..., " Tubuh wanita itu bergetar dengan sangat hebat. Tubuhnya pun jadi sangat lemas setelah melakukan pelepasan.


Tapi pria itu masih melanjutkan permainannya karena dia sama sekali belum mencapai ujung.


"Kau menyuruhku berhenti, tapi nyatanya tubuhmu itu menerima semua yang aku lakukan bahkan kau sudah pelepasan 2 kali. "


Dia sama sekali tak peduli dengan Olivia yang tengah menangis hingga terisak karena ulahnya. Karena yang dia inginkan sekarang adalah mencapai puncak paling nikmat.


Ritme permainan pun menjadi lebih cepat dari sebelumnya hingga membuat Olivia tak bisa menahan des*hannya lagi.


"Aahhh.. "


"Aarrgghhh.. " Pria itu menyemburkan cairan hangatnya masuk ke dalam rahim wanita itu.


Olivia bersumpah, dia merasakan rahimnya itu hangat untuk ke 3 kalinya.


"Jangan menangis, aku tau kau menikmati permainanku. " Ucapnya mengelus air mata yang masih bergadang atas pelupuk matanya.


Namun Olivia langsung memalingkan wajahnya dengan terus menangis dengan terisak.


"Jangan pura-pura menangis di hadapanku, karena semua itu tak akan pernah membuat hatiku melunak. Aku tertarik padamu, aku menyukai mu, kau hanya milikku. Walaupun kau adalah wanita yang aku cintai, tapi jika kau tak mematuhi apa yang aku inginkan, aku tetap tak akan membiarkan itu. "

__ADS_1


__ADS_2