
Olivia menatap bibir bawahnya yang sedikit robek karena perbuatan kasar dari pria itu yang selalu menggigitnya saat dia tak mau membuka mulut.
"Aku harus pergi dari sini. Tapi bagaimana caranya? Di sini hanya ada hutan dan lautan, mana mungkin aku bisa keluar dari sini? "
Wanita itu berusaha berpikir keras agar bisa keluar dari sana. Dia juga berpikir pasti Vera tengah mencarinya karena dia menghilang lagi.
"Bagaimana? Apa kau menemukan nya? " Tanya seorang wanita dengan khawatir pada seorang pria yang baru saja datang.
Pria itu menghela nafas pelan dan menggeleng. "Dia sudah tidak ada di sini. " Ucap pria itu.
Vera mengerutkan keningnya. "Maksud mu apa? Tidak ada di sini bagaimana? "
"Keberadaan Olivia tidak bisa terdeteksi. Kemungkinan besar dia di bawa ke luar negara ini. " Jelas Tristan.
"Mana mungkin! Bagaimana mungkin dia bisa pergi ke luar negeri hanya dalam waktu semalam? "
"Tidak ada yang tidak mungkin, dan aku sekarang tengah mencurigai seseorang. "
"Siapa? "
"Apa kau tau siapa saja pria yang tengah deket dengan Oliv? "
"Pria yang deket dengannya? " Vera terlihat berpikir. Dia pun mulai mengingat kenan yang setiap saat selalu menganggu Oliv.
"Ada! Namanya Kenan. Pria itu selalu saja menganggu Oliv sejak pertemuan pertama mereka. "
"Kenan katamu? Kenan Rodrigues? "
__ADS_1
"Aku tidak tau siapa nama panjangnya, tapi yang pasti namanya Kenan. "
"Kenapa mereka bisa bertemu? "
Vera terdiam. Nama mungkin dia mengatakan kalau Oliv dan Kenan bertemu karena One Night stand.
"Kenapa kau diam Vera? Kenapa mereka bisa bertemu? Aku mau jawaban yang jujur! Aku tau kau berbohong atau tidak padaku. " Pria itu menekan dengan tegas.
"Mereka bertemu, karena... " Vera menggantungkan ucapannya.
"Karena apa? "
"Apa? One night stand katamu? "
Vera mengangguk. "Waktu itu aku mengajak Oliv datang ke Bar, tanpa di sangka hal itu pun terjadi. " Jelasnya.
Tristan terdiam. *Pantas saja waktu itu aku melihat mobilnya di depan supermarket saat aku tengah bersama dengan Oliv*. " Gumam Tristan.
*Jika memang benar firasat ku, pasti Kenan lah yang telah membawanya. Jika Kenan membawanya ke luar negeri, maka akan kemana dia membawanya? Mengingat dia punya banyak tempat di setiap negara*. " Gumamnya lagi.
"Kau jangan Khawatir Vera, aku pasti akan menemukan nya. Walaupun itu akan sedikit mustahil. "
Wanita itu menatap tak mengerti pria di hadapannya. "Jika firasat ku benar, maka lawan kita bukan lah orang sembarangan. Aku perlu mengerahkan banyak kekuatan agar bisa menemukan informasi tentang Oliv. "
__ADS_1
"Memangnya siapa pria itu? Sampai-sampai kau begitu waspada padanya? " Vera semakin bingung melihat tingkah Tristan yang begitu serius saat menyangkut pria bernama Kenan itu.
"Kau tidak tau, dia pria yang sangat berbahaya. Dia akan melakukan apapun agar apa yang dia mau menjadi miliknya. Dia tidak peduli jika itu akan membuat nyawa orang lain menjadi taruhannya. Yang dia inginkan hanya memiliki apa yang dia inginkan. Dan sekarang, sasarannya adalah Oliv. "
"Sekejam itu? Aku tidak percaya, Oliv Bisa mati jika hidup dengan pria seperti itu. " Vera tersenyum kecut.
"Tenanglah, aku pasti akan membawanya kembali. Walaupun aku bisa saja kehilangan bisnisku. " Tristan berusaha menenangkan dengan lembut.
Dia tau, jika dia ikut campur dalam urusan Kenan. Maka Bisnisnya yang akan di jadikan sasaran oleh pria itu.
"Ini juga salahku, aku membiarkan dia pulang sendiri padahal aku sadar jika Kenan ada di sana. "
*Baiklah Kenan, tidak biasanya kau bermain dengan wanita. Apa mungkin kau mencintai Olivia? Karena setau ku, kau akan sangat anti menyentuh wanita jika* *bukan karena wanita itu yang menarik perhatianmu*. " Tristan Kembali bergumam dalam lamunannya.
"Tuan, seseorang dari Indonesia ada yang berusaha mencari keberadaan Nona Olivia. " Ucap Zio saat melihat alat pelacakan nya bereaksi terhadap alat yang mencoba melacak keberadaan Olivia.
"Sepertinya yang mencari wanita itu bukan polisi, siapa? " Kenan bertanya tenang masih menatap Laptopnya.
"Dia adalah Tuan Christopher Zeus Smit. " Jawab Zio.
"Dia? Kenapa dia mencari keberadaan Oliv? Apa dia ada hubungan dengan Oliv? "
"Menurut yang saya ketahui, dia adalah orang yang pernah menyelamatkan Nona Olivia saat dia akan di culik oleh beberapa orang. Dan dari sanalah mereka mulai dekat, tapi Tuan jangan khawatir. Tuan Christopher menyukai Nona Vera. " Jelas pria berkaca mata itu sembari tersenyum.
"Apa perlu kita bertindak? " Lanjutnya.
"Tidak perlu. Dia tak akan bisa menemukan tempat ini karena tempat ini tak ada di peta ataupun peta GPS. "
"Baiklah, maka kita pun tak perlu membuat Bisnis nya bangkrut? Walaupun itu cukup susah karena dia punya kekuatan yang hampir setara dengan anda. " Usulnya lagi.
"Tidak perlu. Itu hanya membuang waktu saja. Jika hanya itu yang ingin kau sampaikan, maka pergilah dari sini. " Usir pria itu tanpa mau menoleh sedikit pun.
Zio pun mengangguk. Dia pun pamit dan pergi dari sana.
__ADS_1