Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 32


__ADS_3

Nenek Yolanda kembali menatap wajah Olivia. Wanita itu pun tersenyum dengan canggung kearahnya.


Nenek Yolanda pun berusaha tersenyum manis ke arahnya. "Nak, sini. Duduk dengan nenek. " Ucap Nenek Yolanda lembut.


Oliv terdiam. Dia pun menatap wajah Kenan, pria itu mengangguk dan membiarkan lengannya yang dari tadi menyentuh pinggang wanita itu terlepas.


Oliv berjalan perlahan ke arah Nenek Yolanda dan duduk di sampingnya. Nenek Yolanda tersenyum dan memegang kedua tangannya.


"Kau sangat cantik dengan wajah yang teduh. " Nenek Yolanda memuji sembari mengelus pipi kiri Olivia.


"Berapa umurmu? "


"22 tahun. " Jawab Olivia.


"Wah, kau masih sangat muda yah? Kenapa kau mau bersama cucuku yang Tua itu? Padahal tahun ini usianya suda menginjak 33 tahun. " Bisik nya di telinga Oliv yang mampu membuat wanita itu membulatkan matanya karena baru tau usia lelaki itu.


Sedangkan Kenan yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas.


Semua yang ada di sana tertawa. Kecuali si kembar triplet yang hanya terkekeh kecil karena takut di beri amukan oleh Uncle nya itu.

__ADS_1


Setelah lamanya mengobrol dan makan malam, akhirnya Kenan dan Oliv pun harus kembali karena Kenan memiliki tugas yang belum dia selesaikan.


"Kau saja yang pergi, biarkan Oliv tetap disini. " Pinta Nenek Yolanda sembari terus memegang lengan Oliv.


"Maaf, nek. Mungkin lain kali, karena urusan ku dengan dia. Jadi maafkan aku. " Tolak Kenan menangkap pinggang kecil Wanita itu dan dia masukkan kedalam pelukannya.


Bibir nenek Yolanda mengerucut mendengar penolakan cucunya itu.


"Kami pulang dulu. "


"Dah, nek! Sehat terus, yah? " Pamit Oliv setelah mencium pipi kanan wanita sepuh itu. Entah kenapa dia ingin melakukan itu dan ikut berbalik di samping Kenan.


Helikopter pun kembali naik. Kedua manusia yang ada di bangku belakang masih terdiam. Oliv terus bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Kenapa, Nenek terus memanggilku dengan sebutan Viona? Memangnya, siapa Viona itu? " Tanya Oliv memberanikan diri.


Kenan menghela nafas panjang. "Dia adalah satu-satunya cucu perempuan Nenek. Tapi dia bukan cucu kandung nenek, nenek hanya menganggapnya cucu karena dia sangat menyayangi Viona. Dia adalah putri dari sahabat ayahku. Waktu kecil, kami selalu bermain bersama walaupun usia kami berbeda 16 tahun, waktu itu usianya 5 tahun sedangkan aku 16 tahun. "


"Sejak pertemuan pertama, kami sudah sangat akrab layaknya adik kakak. Aku sangat memanjakannya tapi tak terlalu memanjakannya, karena aku ingin dia menjadi gadis yang kuat dan mandiri. Kami bahkan baru kenal selama setengah tahun tapi sudah sangat akrab layaknya kaka beradik. "

__ADS_1


"Ayahku dan ayah Viona pun setuju untuk menjodohkan kami. Aku tak keberatan, karena aku pikir saat dewasa nanti Viona akan tumbuh menjadi gadis kuat dan cantik. Tapi itu semua harus berakhir hanya menjadi pikiran ku saja. "


Oliv mengerutkan keningnya melihat raut wajah pria itu yang langsung berubah.


"Kenapa? Ada apa dengan gadis kecil itu? " Tanya Oliv begitu penasaran.


"Saat ulang tahunnya yang ke 6 tahun, aku memberikan dia hadiah boneka beruang putih seperti yang selalu dia inginkan. Aku sangat menyayanginya dan mencintainya. Jadi aku memberikan apa yang dia minta padaku. Setelah 4 hari ulang tahun Viona berlalu, sebuah kabar menggemparkan seluruh keluarga Rodriguez. "


"Terjadi sebuah pembunuhan di sebuah mension milik keluarga Alberto. Semua keluarganya mati terbunuh dengan luka tak main-main di tubuh mereka. Tentu membuat semua keluarga ku kaget, kami datang ke mension keluarga itu Ramai-ramai dan sudah mendapati ada 5 ambulance dan polisi yang datang ke sana. "


"Kami semua syok karena melihat Kedua orang tua Viona terbunuh dengan 8 luka tusuk di bagian perut. Sedangkan Bibi Valencia mendapat luka di area intimnya karena tertusuk benda tajam. " Wanita itu menatap tak percaya mendengar cerita yang Pria itu ceritakan.


Entah kenapa matanya tiba-tiba saja memanas mendengar hal itu. "Sedangkan Viona... Gadis kecilku.. " Kenan tak melanjutkan ucapannya. Rahangnya mengeras dikala mengingat apa yang terjadi pada gadis kecilnya itu. Kedua tangannya pun mengepal kuat, kedua matanya menatap murka ke depan.


"Dia mati dalam keadaan kepala terputus! " Oliv tersentak mendengar Lanjutan cerita pria itu. Tanpa disadari olehnya, air mata yang sudah mengenang di pelupuk matanya akhirnya luruh juga pada kedua pipinya. Dia menutup mulutnya tak percaya dan kaget.


"Aku syok dan kaget melihat hal itu. Boneka beruang putih yang aku berikan padanya pun, sudah ternoda dengan warna merah darah. " Lanjutnya begitu lirih.


"Ternyata setelah di selidiki, itu semua adalah ulah dari para pesaing bisnis Paman Arsenio. Mereka membunuh seluruh keluarga paman Arsen sebagai ungkapan balas dendam karena selalu dikalahkan oleh Arsen dalam urusan bisnis. Padahal Perusahaan Arsenio Berto adalah perusahaan yang baru saja di bangun, tapi karena kehebatan paman Arsenio untuk mengurus perusahaan, perusahaan itu pun berubah menjadi perusahaan raksasa hanya dalam kurun waktu 5 tahun. "

__ADS_1


"Bahkan hampir bisa menyaingi perusahaan milik Ayahku. Setelah tau dalang di balik terbunuhnya paman Arsen, ayahku dan Paman Kay tak tinggal diam. Mereka akhirnya kembali menyelidiki untuk mencari bukti. Dan akhirnya, setelah setengah tahun berlalu penantian kami. Dalangnya tertangkap dan langsung di masukkan ke dalam penjara seumur hidup karena melakukan pembunuhan berantai. "


"Melihat mereka di penjara, aku belum puas. Aku ingin mereka mati seperti apa yang gadis kecilku alami. Aku bersumpah di depan makam Viona, aku akan membalas semua orang yang telah menyakiti nya. Dan sekarang semua orang yang terlibat dalam pembunuhan pun di hukum mati setelah di siksa selama 3 tahun di penjara. "


__ADS_2