Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 33


__ADS_3

Kenan menghela nafas panjang. Dia menyandarkan bahunya di sandaran kursi dan menatap kearah Oliv yang tengah menyeka air matanya.


"Apa ceritaku begitu menyentuh hingga kau menangis? " Pria itu tersenyum melihat Oliv menangis.


Wanita itu memalingkan wajahnya ke arah jendela dan mengerucutkan bibirnya. "Tidak, hanya saja.. Ceritanya seperti tak asing terdengar di telingaku. " Jawab Olivia masih terisak.


Kenan kembali merangkul pinggang wanita di sampingnya dan kembali memasukkan dia ke dalam pelukannya.


"Aku ingin kembali ke indonesia. " Pinta Oliv dengan pelan dan lirih. Takut pria ini marah karena permintaannya yang ingin kembali ke indo.


Kenan menatap ke bawah, dia masih melihat wanitanya menunduk dan menyusupkan wajahnya ke dalam dada bidangnya.


"Setelah menikah dan Memotret mu kita akan kembali. " Balas Kenan datar.


"Kau benar-benar ingin menikah? " Tanya Oliv kembali tanpa sadar. Dia pun langsung membungkam mulutnya kala melihat tatapan membunuh pria di depannya.


"Bagus kau bertanya seperti itu, pernikahan kita akan di adakan dua minggu lagi. Setelah itu kita akan kembali ke indonesia. " Putusnya.


Wanita itu kembali menunduk. Padahal dia ingin sekarang kembali ke Indonesia, tapi dia tau jika dia mengatakan hal itu dan memaksa pria ini untuk mengabulkan keinginannya, bisa-bisa setelah sampai pria ini akan kembali menghempaskan nya ke atas tempat tidur. Dan dia tak mau sampai itu terjadi lagi sekarang, dia tak pernah merasakan gerakan lembut tangan pria itu saat tengah menyentuhnya.


Pasti Vera tengah sibuk mencari ku. Maaf Vera, aku membuatmu khawatir. " Gumam Oliv dalam hati memikirkan sahabat yang sudah dia anggap kakak nya sendiri.

__ADS_1


Sedangkan di Indonesia. Vera dan Tristan tengah duduk melamun masih memikirkan keadaan sahabatnya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


Walaupun Tristan memiliki firasat yang menculik Oliv adalah, dia tetap tidak punya bukti kuat dan dia pun jadi tak bisa bertindak lebih lanjut lagi.


Vera menghela nafas panjang. Wanita dengan rambut sebahu itu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


"Sudah lebih dari 2 hari Oliv menghilang. Dan sekarang dia belum di temukan, aku takut dia kenapa-napa atau memang benar pria bernama Kenan itu yang sudah menculiknya. Aku takut pria itu melakukan sesuatu padanya. " Tangisan wanita itu pecah dengan wajah menunduk dan kedua mata memejam.


Dia sungguh khawatir dengan keadaan Olivia. Bagaimana jika dia tak akan pernah kembali? Bagaimana jika dia pergi meninggalkannya.


Tristan yang melihat Vera menangis langsung menghampiri dan memeluk tubuhnya sembari mengusap punggungnya yang terasa bergetar.


"Tidak, itu tidak akan terjadi. Kau tenang saja. Dan jangan berpikir seperti itu. Aku yakin sekarang Oliv baik-baik saja, jadi kau hanya perlu berdoa agar Tuhan selalu melindunginya. " Balas Tristan sembari tersenyum dan mengusap lembut air mata yang sudah berjatuhan dari pelupuk matanya.


"Tapi aku mengkhawatirkan nya! Aku menyesal menyuruhnya belanja sendiri waktu itu, jika tidak mungkin dia masih bersama ku. Hiks.. Hiks.. " Vera meremas kuat kerah Mantel berwarna hitam yang kini tengah Tristan gunakan.


"Sudah, jangan salahkan dirimu. Lebih baik kau tidur sekarang, dari kemarin kau belum tidur, kan? " Titahnya menatap dengan penuh kekhawatiran pada wajah Vera.


Sebenarnya Tristan tak terlalu mengkhawatirkan Olivia, namun yang sekarang sangat dia khawatirkan adalah Vera. Karena sejak Oliv menghilang, Vera jadi sudah tidur dan makan. Dia terus bersuara kalau dia khawatir pada Wanita yang sudah dia anggap adiknya sendiri itu.


Vera menggeleng. "Aku tidak mengantuk, aku hanya ingin Oliv kembali. "

__ADS_1


"No! Jika kau seperti ini terus, bagaimana nanti jika dia tiba-tiba datang dan melihat mu seperti ini karena mengkhawatirkan nya? Kau akan membuat dia merasa bersalah, Vera. " Tristan kembali meyakinkan.


"Ayo tidur walaupun sebentar, aku berjanji padamu bahwa Oliv akan kembali. Jadi ayo tidurlah. "


Vera mengangguk. Tristan pun mengangkat tubuhnya dan berjalan ke arah kamar Vera dan menurunkan tubuhnya di atas ranjang. Lalu menyelimuti nya.


"Tidurlah, aku janji akan menemukan Olivia. " Vera kembali mengangguk. Dia pun menutup matanya dan berjalan kearah luar.


Di luar. Tristan kembali menelpon Asistennya dan menanyakan keberadaan Oliv.


“Tuan, sepertinya memang benar Nona Oliv di bawa dari negara ini. Perkiraan saya jika memang benar Tuan Kenan yang membawa Nona Oliv, dia akan membawa Nona Oliv ke dua tempat. ” Jelas sang asisten di telpon.


"Kemana? "


“Antara Prancis dan Inggris. ”


"Besok kita akan pergi ke dua negara itu dan menyelidiki di sana! " Titah Tristan dengan tegas.


“Baik! ”


Tristan bergegas pergi dari rumah itu setelah menyuruh anak buahnya untuk menjaga rumah ini sampai dia kembali.

__ADS_1


__ADS_2