Tawanan Cinta Tuan Arogan

Tawanan Cinta Tuan Arogan
Bab 30


__ADS_3

Setelah menceritakan semuanya, ketiga bocah itu langsung terkekeh kecil dan tersenyum getir. Mereka kembali menundukkan wajah mereka saat mendapat tatapan maut dari sang Uncle.


"Maaf Uncle, kami waktu itu benar-benar tak sengaja. " Ucap Kendra mewakili kedua adiknya.


"Apa waktu itu kalian berusaha lolos dari kejaran bawahan Daddy kalian? " Tanya Kenan memijat kedua pelipisnya saat mendengar ulah ketiga keponakan nya itu satu setengah tahun yang lalu..


"Iyah, dia benar-benar mengerahkan semua bawahan terbaiknya hanya untuk bisa menangkap kami. Jadi kami pun terpaksa kabur dengan terburu-buru. Dan karena itu kami pun bisa mengenal Aunty kami lebih dulu dari pada Uncle. " Kenzie berucap santai sambil nyengir kuda.


Kenan menatap ketiga keponakannya itu dengan kesal. Dia pun merogoh saku celananya dan menelpon seseorang.


"Paman Kay, ketiga putramu ada di Kastil ku. " Ucapnya singkat pada orang di telpon. Namun berhasil membuat ke 6 mata ketiga bocah itu melotot lebar.


"Uncle! Kau kejam sekali! " Sentak mereka bersamaan dan langsung berlari kearah Uncle mereka.


"Tenang dulu Uncle, jangan marah-marah. Kami akan pergi, jadi Daddy tak udah khawatir. " Kenzie meraih telpon milik Kenan dan berbicara pada Daddy nya.


“Daddy sudah capek dengan kalian. Kenan, hukum saja mereka. Asalkan setelah Cassandra pulang, mereka pun pulang. ” Ucap Daddy Kay di sambungan telpon dan langsung mematikan telponnya.


Ketiga bocah itu membeku mendengar penuturan sang Daddy.


Kenan menatap ketiga keponakannya itu dengan geram. "ZIO!! " Panggil nya dengan keras pada bawahannya.


Mendengar panggilan dari Bosnya yang sangat keras, Zio pun buru-buru menghampiri Bosnya itu.


"Ya Tuan? " Tanyanya Tegas.


"Bawa ketiga Bocah ini kembali, tapi beri mereka hadiah ke hutan larangan. " Titahnya dan langsung berdiri dari sana sembari menyeret tubuh Oliv.


"APA?! Uncle! Ampuni kami, kami janji tak akan kesini tanpa izin mu lagi! " Teriak ketiga bocah itu memohon.


"Mari Tuan Muda, ikut saya. " Ajak Zio ramah namun terkesan menusuk.


"Uncle Zio! Tolong jangan lakukan itu pada kami! " Mohon Kendra dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Maaf Tuan Muda, ini perintah. " Zio Tersenyum dan kembali mengajak ketiga bocah muda itu keluar dari dalam Kastil.




"Memangnya di sini ada hutan terlarang? " Tanya Oliv saat mendengar Kenan menyebutkan hutan terlarang.



"Ada. Di setiap sisi dan belakang Kastil ini itu namanya hutan terlarang. Di sebut hutan terlarang karena saat itu para bawahan ku tiba-tiba menghilang saat pergi ke sana. 2 hari kami mencarinya dan belum ketemu, sampai akhirnya ketemu dengan melihat tubuh mereka yang terikat oleh akar dan masuk ke dalam lumpur hidup. " Jelas Kenan panjang lebar.

__ADS_1



"Lalu kenapa kau mengirim mereka ke sana? Apa kau tidak kasian? Mereka kan masih keponakan mu? " Tanya Oliv lagi-lagi tak mengerti dengan jalan pikir pria di sampingnya.



"Kenapa? Kau mengkhawatirkan mereka? " Kenan menatap tajam wajah di sampingnya dengan tak suka.



"Tentu saja, bagaimana kalau mereka kenapa-nap-"



Bug!



Kenan kembali menghempaskan tubuh mungil wanita itu ke depan dinding.



"Apa lagi salah ku! " Tanya Wanita itu kesal lagi-lagi di banting ke dinding.




"Jangan bicara aneh-aneh! Aku tak mungkin menyukai mereka, ayolah! Kau ini kenapa? "



Namun pria itu tak menjawab dan malah memilih untuk mencium bibir wanitanya itu dengan sangat buas. Tanpa membiarkan dia bernafas sedikit pun.



Hingga membuat Oliv merasa sesak di dadanya. Dia pun memukul dada bidang pria itu agar melepaskan nya.



"Mungkin kau bisa menyukai mereka. Jika tidak lalu kenapa kau harus mengkhawatirkan mereka? " Lengan pria itu kini beraksi dengan menyusup masuk ke dalam baju yang tengah dia gunakan, lalu mengelus pahanya perlahan-lahan.



"Apa yang mau kau lakukan? Apa kau juga berani melakukan itu di sini? " Olivia berusaha menyingkirkan lengan pria itu dari pahanya dan pergi.

__ADS_1



Tapi pria itu tak peduli dan malah menaikkan lengannya menuju benda favoritnya.



"Kau tak memakai Bra? " Tanya Pria itu saat merasa begitu mudah untuk meremas gundukan itu.



"Tak, tak nyaman.. Aah.. " Oliv melenguh pelan saat pria itu mulai kembali menghisap leher jenjangnya.



Pria itu berhenti, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Dia mengeluarkan sebuah kalung berlian yang gantungan nya terdapat huruf K dan O.



Oliv membulatkan kedua matanya saat melihat benda mewah tersebut.



"Itu apa? " Tanyanya sembari menyentuh inisial K.



"Ini adalah kalung Berlian. K, adalah Inisial namaku. Dan O, adalah Inisial namamu. " Jawab pria itu mulai memasangkan kalung tersebut.



Setelah kalung di pasang, dia kembali mencium leher Oliv. "Pakai ini dan jangan pernah di lepas. Karena kalung ini hanya bisa di lepas dengan alat khusus. " Bisik nya kembali mencium leher wanita itu.



Oliv diam dan tak ingin menjawab lagi.



*Kenapa kau begitu yakin kalau kita akan tetap bersama? Aku tau takdir membelamu, tapi tekad ku sudah bulat! Aku akan memaksamu agar aku bisa kembali ke indonesia*! " Gumam Wanita itu mencakar kuat-kuat lengan Kenan.



"Kenapa kau mencakar lenganku? " Pertanyaan pria itu sukses membuat Oliv sadar dan menatap wajahnya. Lalu menatap lengan yang dia cakar.


__ADS_1


"Ma-maaf, aku tak sengaja. " Ucapnya melepaskan kuku miliknya dari lengan Kenan.


__ADS_2