TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
RENCANA OLLAN DAN HANNA


__ADS_3

Kondisi Adel sudah mulai membaik. Hari ini ia dan kedua sahabatnya di temani oleh Nathan berencana ke pantai dan ke pusat belanja barang oleh-oleh khas Bali. Adel berniat pulang ke Jogja setelah kembali ke Jakarta nanti. Jadi, ia ingin membelikan oleh-oleh untuk seluruh anggota keluarganya di Jogja.


"Mas, jadi kita perginya?" tanya Adel saat mereka sedang sarapan bersama Ollan dan Hanna.


"Jadi dong sayang...." jawab Nathan sambil mengembangkan senyum manisnya.


Di pagi yang cerah ini, Adel, Ollan, Hanna dan Nathan, sudah berada di pusat pembelanjaan. Adel dan Nathan berada di depan. Semantara Ollan dan Hanna di belakang mereka. Mereka tampak memilih-milih sesuatu yang menarik untuk mereka beli. Ollan dan Hanna juga tampak sedang memilih-milih barang yang akan mereka beli. Ollan terlihat sedang memilih baju barong.


"Bagus nggak beb?". tanya Ollan pada Hanna.


"Bagus...." jawab Hanna.


"Aku ambil selusin yang seperti ini, buat di bagiin karyawan aku di salon." kata Ollan, dia memang mempunyai usaha salon, di Jakarta.


"Iya, bagus itu... waktu hari jum'at atau hari apa gitu, mereka bisa seragaman kaus itu ya kan...? jadi....kelihatan unik nanti." Hanna memberi saran pada Ollan.


"Bli, tolong bungkus yang ini...." seru Ollan pada penjual kaus itu."


"Baik gek, eh....bli,...." jawab si penjual yang nampak bingung dengan gender Ollan.


"Bli....bli... serah elo deh?" Ollan tampak kesal.


(Bli\= panggilan untuk laki-laki di Bali.)


(Gek\= panggilan untuk perempuan di Bali.)


Ollan berjalan memutari kios itu, sambil melenggak-lenggokkan tubuhnya. Sementara Hanna terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu. Hanna terlihat memilih daster dan juga tas khas Bali.


"Cantik nggak....?" tanya Hanna pada Ollan.


"Cantik, keren...." Ollan mengangguk-anggukkan wajahnya.


Saking asyiknya berbelanja, mereka sampai melupakan Adel. Begitupun dengan Adel, dia lupa dengan kedua sahabatnya itu. Dia terus berjalan bergandengan dengan Nathan. Mereka berjalan menyusuri setiap kios di pinggiran tempat wisata itu.


"Bli, bungkus yang ini semua!" seru Hanna.


"Punya saya juga bli,..." sambung Ollan.


"Oke gek, segera saya siapkan." jawab penjual itu.


"Berapa semuanya bli?" Hanna mengeluarkan dompet dari dalam tasnya.

__ADS_1


"Gue aja yang bayar Han," Ollan pun tak mau kalah, dia juga mengeluarkan dompetnya.


"Gue aja! berapa semuanya bli?" Hanna tampak memaksa.


Sang pedagang terlihat kebingungan dengan tingkah mereka. Keduanya memang sahabat yang saling menyayangi satu sama lain.


"Berapa bli?" Hanna mengulangi pertanyaannya.


"Gue aja Han, cepetan dong bli di hitung...." Ollan tampak kesal dengan si penjual.


"Semuanya satu juta delapan ratus, gek...." si penjual masih terlihat bingung, ia menoleh pada Ollan dan Hanna secara bergantian.


Hanna akan mengeluarkan uangnya, dia sudah membuka dompetnya, lalu Ollan menggesernya, "gue bayar yang ini, nanti kita duduk di kafe sana , elo yang bayar." Ollan menunjuk sebuah kafe di sekitar tempat itu.


"Serah elo deh," kata Hanna yang sudah menyerah.


Lalu Ollan membuka dompet dan mengeluarkan uang pecahan seratus ribuan sebanyak dua puluh lembar. Kemudian ia menyerahkan uang itu pada si pedagang.


"Ini bli, kembaliannya buat bli saja."


"Wah....terimakasih banyak gek," kata si pedagang dengan tersenyum.


"Sama-sama bli...." jawab Ollan.


"Mana Adel, Han?" mata Ollan menyapu sekitar tempat itu.


"Entah nggak lihat gue, tadi gue lihat di kios sebelah, kok sekarang nggak ada ya?" Hanna celingukan kesana-kemari.


"Udah, biarin aja. Kita ke kafe itu aja yuk, ada yang mau gue omongin sama elo."


"Gue juga Oll, mau ngomong sesuatu sama elo."


"Makanya, cus....mumpung mereka berdua lagi nggak sama kita."


"Iya, dari kemarin gue mau cerita sama elo susah banget, nggak ada kesempatan buat ngomong. Selalu saja ada mereka berdua. Padahal yang mau gue ceritain ke elo ya tentang mereka."


"Sama!" kata Hanna tegas.


Mereka berjalan ke arah kafe yang di tunjuk Ollan. Setibanya di sana mereka di sambut ramah oleh pelayan-pelayan kafe di sana.


Lalu mereka duduk dan memesan minuman. Dan Ollan, ia mulai membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Han, gue nggak setuju Adel berhubungan dengan Nathan."


"Gue juga Oll, sepertinya Nathan sudah berubah sekarang. Dia kurang perhatian dengan Adel."


"Bukan itu maksud gue, tapi sepertinya Nathan menyembunyikan sesuatu dari Adel."


"Maksud elo?" Hanna mengerutkan dahinya.


"Nathan selingkuh!"


"Ssssttttt....!" Hanna meletakkan jari telunjuknya di bibir.


"Gue curiga, Nathan selingkuh dengan Zaskia." ucap Ollan pelan.


"Hah...!!! emang atas dasar apa elo bisa curiga seperti itu??" Hanna terkejut mendengar penjelasan Ollan.


"Gue curiga, waktu gue elo suruh panggil Nathan pagi-pagi itu...."


"Curiga kenapa? jangan bertele-tele kalau cerita." ucap Hanna menekankan.


"Gue curiga, Zaskia ada di dalam kamat Nathan." bisik Ollan di telinga Hanna.


"What????" mulut Hanna ternganga mendengar penjelasan Ollan.


"Iya Han, gue dengar suara perempuan sedang berbicara di kamar Nathan, dan saat dia buka pintu gue liat kondisi kamar itu bahkan kondisi Nathan juga berantakan....seperti habis terjadi sesuatu!" Ollan menjelaskan dengan panjang lebar.


"Gak bisa di biarin ini Oll, dokter bilang Adel overdosis obat tidur, tapi Adel tidak ada minum obat apapun. Dan gue curiga ada yang kasih Adel obat tidur...."


"Tuh kan Han, elo aja curiga gitu, apalagi gue, malam pesta itu Seira mencari kakaknya, Zaskia tidak bersama seira! Seira kecarian dan menanyakannya padaku. Pagi di kamar Nathan aku curiga ada Zaskia di dalam, terus waktu aku panggil pak Johan dan bu Dewi, aku melihat Zaskia berjalan dengan kondisi berantakan ia berjalan dari arah kamar Nathan menuju kamarnya." Ollan bercerita panjang dengan raut wajah yang penuh emosi.


"Jadi kita harus gima Oll? gue juga curiga ada orang yang sengaja kasih obat tidur buat Adel. Waktu Nathan panggil gue si Adel sudah tidur di tepi kolam, gue pikir dia kecapekan. Gue salah disitu harusnya gue curiga...." Hanna menyesali kejadian malam itu.


"Udah lah sekarang apa rencana elo Han?"


"Rencana gue, kita cari bukti-bukti perselingkuhan Nathan, setelah terkumpul kita akan memberitahu Adel, gimana menurut elo?"


"Gue setuju!! karena kita nggak punya bukti apa-apa kita nggak bisa nyuruh Adel putus gitu aja dari Nathan."


" Iya....jadi rencana kita sekarang kita mata-matai mereka kita cari bukti, kita kumpulin dan kita tunjukkan ke Adel."


"Untuk sekarang, kita pura-pura nggak tau apa-apa aja, bersikap biasa aja. Biarin mereka tetap jalan tapi kita harus jaga Adel dan terus awasi gerak-gerik Zaskia dan juga Nathan."

__ADS_1


"Setuju!!!" ucap mereka bersamaan lalu bersulang minumannya.


Bersambung....


__ADS_2