TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Bertemu Sahabat


__ADS_3

Adel merebahkan tubuhnya di tempat tidur berukuran king size yang begitu empuk di kamar tamu yang di sediakan keluarga Andrew. Tak sadar ia pun terlelap.


Adel terkejut saat pintu di ketuk dari luar.


Tok, tok, tok.


Adel membuka matanya dengan cepat, lalu berjalan ke arah pintu.


"Mommy," seru Adel, lalu kembali ke arah ranjang dan duduk disana, di ikuti sang mommy.


"Kamu baru bangun?" tanya Alice pada Adel, karena melihat wajah putrinya yang terlihat muka bantal.


"Iya mom, Adel ketiduran," jawab Adel.


"Kamu tidak mandi dulu tadi."


"Iya, Adel ketiduran mommy."


"Ya udah, sekarang kamu mandi, mommy ke kamar dulu, lihat tuh udah jam berapa?" perintah Alice pada putrinya.


"Siap moms," seru Adel, ia menatap jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul tiga sore, itu artinya ia sudah terlelap sekitar dua jam. Ia berseru dengan memberi hormat seperti seorang militer.


Alice tersenyum melihat tingkah putrinya itu. Ia mencubit kecil pinggang Adel karena gemas. Lalu ia kembali ke kamarnya.


Setelah kepergian Alice, Adel masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandi. Ia mengguyur tubuhnya dengan air shower dan melihat pantulan dirinya di cermin. Tak mau berlama-lama Adel segera menuntaskan mandinya.


Sore ini ia menggunakan balutan kaus hitam, dengan celana panjang berdisain modis. Menggerai rambut coklat bergelombangnya ke bawah. Membawa tas ransel berukuran kecil, lalu berjalan ke luar kamar.


Andrew, yang sedang duduk di sofa, memperhatikan gadis itu dari atas sampai ke bawah saat Adel berjalan ke arahnya. Matanya tak berkedip barang sekejab saja. Ia terus memandang kekasihnya itu dengan kagum atas kecantikan dan kesederhanaannya.


"Mau kemana rapi seperti itu?" Andrew berdiri dan mrndekat, Pria itu memakai hodie hitam dan celana jeans.


"Oh, mau ke apartement," jawab Adel.


"Loh, kenapa tidak bilang?"


"Iya ini mau bilang,"


"Kok disitu mau pergi baru bilang, kalau misalnya aku ada kerjaan atau lagi di luar gimana?" ucap Andrew.


"Emangnya kamu di ajak? he he he," canda Adel.


"Oh, gitu ya, jadi aku gak di ajak, baiklah no problem," jawab Adrew pura-pura kesal, ia menyedekapkan tangannya di dada dan sedikit memanyunkan bibirnya.


Rupanya percakapan dua sejoli itu di dengar oleh Alice dan Rudi yang sedang keluar kamar juga.


"Tadi Adel ketiduran, kalau bukan tante yang bangunin, pasti tu anak belum bangun," seru Alice yang berjalan menghampiri mereka.


"Eh tante, om," ucap Andrew dengan menundukkan wajahnya, wajahnya memerah menahan malu, karena tingkahnya barusan yang tanpa ia sadari di perhatikan oleh calon mertuanya.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Alice pada putrinya.

__ADS_1


"Adel mau ke apartement mom, mau ambil berkas-berkas Adel yang di perlukan buat besok dan sekalian mau ketemu Ollan dan Hanna sebentar," jawab Adel menjelaskan pada mommy nya.


"Oh, kalau gitu biar Andrew anterin kamu dong sayang."


"Ya iyalah mommy, jadi siapa yang mau nganterin Adel kalau bukan Andrew, ini juga Adel baru mau pamit sama mommy dan daddy juga sama om dan tante, terus minta antar deh sama Andrew he he he," ucap Adel dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya.


"Tapi kamu itu tiba-tiba keluar kamar terus udah rapi dan bawa tas segala, jadi kesannya tiba-tiba mau pergi aja," kata Alice kembali.


"Iya sorry deh, Adel enggak berpikir kesitu habis buru-buru, dan maksud Adel sekalian keluar, kan besok wisudanya."


Andrew yang mendengar penjelasan kekasihnya ia tampak sangat bahagia, karena ternyata Adel sangat peduli padanya dan hanya menginginkan dia yang mengantarnya.


"Ya sudah kalau begitu cepat sana kalian berangkat," Rudi yang hanya jadi pendengar dari tadi akhirnya angkat bicara.


"Di mana mama dan papamu Ndrew?" tanya Alice.


"Ada teras sepertinya tante."


"Oh, ya sudah sana kalian pamit dulu."


"Iya tante."


Adel dan Andrew pun berjalan beriringan menuju teras untuk menemui Roxana dan Gunawan. Di ikuti oleh kedua orang tua Adel yang berjalan di belakang mereka berdua.


"Selamat sore om, tante," sapa Adel ketika sudah ada di depan kedua orang tua Andrew yang sedang duduk santai di teras rumah mereka.


"Selamat sore sayang, eh, kalian mau kemana kok udah rapi semua?" tanya Roxana penasaran.


"Adel mau ke apartement nya untuk mengambil berkas-berkas yang di perlukan untuk wisuda besok," Alice menjawab pertanyaan Roxana.


"Iya tante, Andrew akan pergi bersama Adel," kata Adel menimpali.


"Oh ya, bagus kalau begitu, apakah mommy dan daddy ikut juga?" Roxana menoleh pada Alice.


"Tidak, kami disini saja, kebetulan mereka akan bertemu sahabat Adel juga, urusan anak muda kami tidak mau mengganggu," Alice menjelaskan, ia tersenyum penuh pengertian.


Begitu pun kedua orang tua Andrew, mereka tampak manggut-manggut memahami ucapan Alice. Dua pasang orang tua itu memang sangat pengertian pada anak-anak mereka.


Setelah berpamitan Adel dan Andre pun segera pergi.


Mereka masuk ke mobil dan Andrew memundurkan mobilnya menjauh dari garasi.


Setelah memakan waktu kurang lebih tiga puluh menit, mereka pun sampai di bawah apartement Adel.


Mereka melenggang keluar dari mobil.


"Oh jadi sebelumnya kamu tinggal disini ya?" Andrew mengangkat kepalanya melihat keatas gedung yang menjulang tinggi itu.


"Iya dong, nggak mungkin tinggal di rumahmu," jawab Adel berseloroh.


"Memang tak mungkin, karena kita belum bertemu saat itu sayang, tapi setelah ini kamu akan tinggal di rumahku dan di hatiku selamanya," Andrew mengambil tangan Adel dan meletakkan di dadanya.

__ADS_1


"Ah gombal,". Adel menarik tangannya lalu tertawa.


Andrew tersenyum menatap kekasihnya itu. Ada rasa bangga pada dirinya terhadap Adel.


Saat mereka akan memasuki apartement, terdengar suara seseorang memanggil Adel.


"Adel, Adel," seru suara itu yang sepertinya suara dua orang yang berbeda.


Andrew dan Adel menoleh kesana kemari mencari arah suara itu. Hingga dua orang datang menghapiri mereka dan berdiri tepat di hadapan keduanya.


Adel langsung memeluk erak kedua sahabatnya itu. Mereka sudah lama tidak bertemu. Dua orang itu adalah Ollan dan Hanna. Dua sahabat yang sudah menyelamatkannya dari laki-laki tukang selingkuh, yaitu Nathan. Dua sahabat yang selalu melindunginya dari hal buruk yang akan menimpanya.


"Oll, Hann, aku rindu kalian," Adel memeluk kedua sahabatnya itu bergantian dengan sangat erat, netranya berkaca-kaca.


Andrew melihat itu, ia sudah mendengar cerita tentang Ollan dan Hanna dari Alice dan sudah cukup tahu cerita tentang keduanya. Ia membiarkan kekasihnya itu melepaskan rindu pada kedua sahabatnya.


"Aku juga rindu," ucap Ollan dan Hanna.


Hanna yang menyadari ada orang lain selain mereka segera melepas pelukan Adel pelan. Dia tahu ini pasti Andrew. Karena terlalu rindu kesannya Andrew seperti mereka kacangin aja.


"Kamu dengan siapa? Hanna pura-pura bertanya untuk menyadarkan Adel, Ia tahu sahabatnya itu payah kalau sudah rindu bisa-bisa dia lupa telah datang dengan kekasihnya.


Adel pun menoleh dan tersenyum pada Andrew. Andrew mendekat, ia melihat sisa bulir bening di sudut mata Adel. Dengan tangannya dia menghapus sisa air mata di sudut netra itu.


"Jangan menangis, cengeng tahu," ejek Andrew untuk membuat Adel tertawa ia sengaja berkata begitu.


Adel pun memutar bola matanya, sembari memanyunkan bibirnya.


"Jangan bikin lipstik kamu berantakan," sahut Andrew, ia menggenggam tangan gadis itu lalu berjalan mendekati Ollan dan Hanna.


Adel sudah mengatakan pada Andrew saat di mobil tadi kalau mereka akan bertemu Ollan dan Hanna di apartementnya nanti.


Adel juga sudah mengirim pesan pada Ollan dan juga Hanna saat ia masih di dalam kamar di rumah Andrew. Itulah akhirnya mereka bertemu disini.


"Kenalkan ini Andrew, kekasih yang sangat baik hati dan pengertian," seru Adel pada kedua sahabatnya.


"Andrew,"


"Ollan,"


"Hanna,"


Mereka bertiga saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing.


Andrew merasa bahagia, Adel mengenalkan dirinya sebagai kekasihnya. Wajahnya tampak berbinar-binar.


Mereka semua berjalan menuju ke dalam apartemen Adel.


Bersambung....


*Maaf ya teman-teman cuma bisa up segini dulu🙏🙏

__ADS_1


mohon dukungannya ya...


terimakasih


__ADS_2