
Pagi itu Adel sudah bersiap-siap. Setelah selesai, dia pun menarik kopernya yang terasa sedikit berat. Dengan langkah pelan ia berjalan menuruni anak tangga.
Di bawah sana tampak mommy dan daddy sudah menunggunya.
"Sudah siap sayang?" tanya Alice pada putri kesayangannya itu.
"Siap moms," Sahut Adel dengan senyum manis mengembang di bibirnya.
"Oke! kita berangkat sekarang," sambung Rudi.
Mereka berjalan beriringan menuju ke teras rumah. Beberapa pelayan tampak membawa koper-koper mereka.
Pak Saleh, sopir pribadi keluarga itu terlihat sibuk menyusun koper-koper mereka di dalam bagasi mobil.
Setelah semuanya siap, Adel dan kedua orang tuanya pun masuk ke dalam mobil. Mobil di kemudikan oleh pak Saleh, berjalan menuju bandar udara kota Jogjakarta.
Mereka tiba di bandara dan langsung masuk untuk segera chek in dan masuk ke ruang tunggu.
Setelah selesai menurunkan majikannya, pak Saleh pun bergegas kembali ke rumah keluarga Raharja.
Sementara Adel dan kedua orang tuanya sudah berada dalam pesawat. Perjalanan pun di mulai, pesawat yang mereka tumpangi lepas landas menuju Ibukota.
Setibanya di bandar udara Soekarno-Hatta di Jakarta, Adel dan kedua orang tuanya segera keluar dari kabin pesawat yang mereka tumpangi, menuju ke ruang kedatangan domestik.
Di depan gate kedatangan domestik, tampak seorang pemuda tampan memengang subuah papan nama yang bertuliskan " my lovely Adelin and family "
Adel yang melihat namanya di papan itu wajahnya tersipu malu. Dengan langkah pelan ia pun menghampiri pemuda itu yang tak lain adalah Andrew. Sang kekasih pujaan hatinya.
"Apaan sih," Adel menurunkan papan nama itu dari tangan Andrew, Dia sangat malu di liat kedua orang tuanya.
Alice dan Andre yang mengikuti langkah putrinya hanya bisa senyum-senyum melihat tingkah keduanya.
"Om, tante, apa kabar? bagaimana perjalanannya?" tanya Andrew berbasa-basi menyambut kedatangan calon mertuanya.
Andrew menyalami tangan kedua orang tua Adel secara bergantian.
"Kabar kami baik-baik saja nak,". jawab Rian.
"Dan perjalanan ini sangat menyenangkan, gimana dengan kabarmu dan kedua orang tuamu nak?" Alice menimpali dengan balik bertanya pada Andrew.
"Kami semua baik-baik saja tante, om, sebentar lagi mama dan papa tiba mereka terjebak macet," jawab Andrew lagi.
"Loh, mereka mau kesini, merepotkan saja ya kami, seharusnya enggak perlu repot-repot nak Andrew, kamu saja yang jemput udah cukup," ucap Alice, merasa tak enak hati.
__ADS_1
"Tidak masalah tante, mama dan papa ingin menyambut tante."
Andrew datang menjemput mereka sendirian tanpa seorang sopir. Dia segera memasukkan koper-koper mereka ke dalam bagasi mobilnya.
Tak lama kemudian datang sepasang suami-istri dengan langkah sedikit terburu-buru, iya dialah Roxana dan Gunawan. Kedua orang tua Andrew.
"Maaf kami terlambat," ucap Roxana seraya memeluk erat Alice, wanita yang sebangsa dan satu negara dengannya dan sudah menjadi sahabatnya itu.
"Tidak apa, kamu berlebihan sekali," kata Alice sambil tersenyum. Lalu keduanya tertawa kecil.
"Gunawan"
"Rudi"
Gunawan menjabat tangan Rudi dan memperkenalkan namanya.
"Alice"
"Gunawan"
Lalu Roxana menggandeng Alice dan memperkenalkan pada suaminya.
Setelah itu Adel menghampiri mereka. Roxana memeluk Adel dengan Erat, "Kamu baik-baik saja kan sayang?"
Gunawan menghampiri Adel, "kamu pasti Adelin yang selalu Roxana dan Andrew ceritakan, kamu cantik sekali nak, pantas mereka berdua tergila-gila padamu," Gunawan mengusap lembut kepala Adel.
"Om,bisa aja," jawab Adel malu-malu. Ia menyalami tangan Gunawan dengan takjim.
"Udah-udah ayo kita pulang, nanti lanjut lagi ngobrolnya di rumah," seru Roxana.
Mereka pun segera memasuki mobil. Kedua orang tua Adel satu mobil dengan kedua orang tua Andrew. Rudi dan Gunawan berada di bangku depan. Sementara Roxana dan Alice duduk di bangku belakang. Mereka terlihat semakin akrab. Berbagai macam obrolan keluar dari bibir mereka selama perjalanan.
Sedangkan Andrew dan Adel mereka berdua saja dalam mobil. Sesekali Andrew tampak mrnggenggam tangan kekasihnya itu. Dia terlihat begitu sayang dan sangat merindukan kekasihnya.
Mobil Andrew terus mengekori mobil sang papa. Hingga mobil itu memberi tanda untuk belok ke kiridan berhenti di sebuah restorant mewah yang menyajikan berbagai hidangan laut.
Mereka pun berhenti dan keluar dari dalam mobil masing-masing. Lalu masuk ke dalam restorant tersebut dan duduk di satu tempat. Meja kaca dengan bentuk oval dan memanjang ada di hadapan mereka. Berbagai jenis hidangan mulai tersaji satu persatu di atas meja tersebut.
Setelah semua terhidang mereka pun mulai makan bersama. Ini adalah makan siang mereka.
Setelah selesai makan, mereka pun melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah keluarga Andrew. Andrew dan kedua orang tuanya benar-benar menyambut mereka dengan sempurna.
Setibanya di kediaman keluarga Andrew. Mereka di sambut para maid di rumah mewah itu. Beberapa maid tampak berbaris menunduk menyambut kedatangan mereka. Bak para pelayan kerajaan yang sedang menyambut kedatangan tuan putrinya.
__ADS_1
Setelah mereka semua keluar dari mobil. Roxana menyuruh sebagian maid untuk mengeluarkan koper-koper mereka dari dalam mobil Andrew. Lalu membawa koper-koper itu ke kamar pemiliknya. Sebagian maid lagi mereka perintahkan untuk mengantar para tamunya ke kamar masing-masing.
Mereka telah menyiapkan kamar yang mewah dan pastinya nyaman untuk Adel dan kedua orang tuanya.
Para maid membawa mereka ke kamarnya. Adel mendapatkan kan kamar sendiri, sedangkan untuk Rudi dan Alice mereka telah di siapkan satu kamar yang begitu mewah dengan nuansa keemasan.
"Silahkan beristirahat tuan dan nyonya," ucap para maid itu sebelum menutup pintu kamar Alice dan Rudi.
"Terimakasih," jawab Alice dengan tersenyum. Dia tetap ramah walau dengan pembantu sekalipun.
Sementara di kamar Adel, seorang maid tampak menarik koper Adel. Dan seorang lagi membuka pintu untuk Adel.
"Ini kamar nona, apa ada yang bisa kami bantu lagi nona?" tanya salah satu dari maid itu.
"Tidak, terimakasih mbak," jawab Adel dengan tersenyum.
"Kalau begitu silahlan beristirahat nona, kalau ada apa-apa silahkan panggil kami, kami siap melayani nona."
"Oke terimakasih."
"Kalau begitu kami permisi dulu."
Adel menanggapi para maid itu dengan mengangguk.
Setelah itu para maid pun keluar dan menutup pintu kamar Adel.
Adel tidak menyangka kalau Andrew dan kedua orang tuanya akan menyambut mereka dengan begitu istimewa. Dan Adel juga tidak menyangka kalau ternyata Andrew adalah putra tunggal dari keluarga yang kaya raya di ibukota ini.
Lalu apa bisnis keluarga ini? Dan apalah Andrew juga bekerja atau hanya mengandalkan kekayaan keluarganya? berbagai pikiran berkecamuk di kepala Adel secara tiba-tiba dan keluar begitu saja.
Wajar saja jika tiba-tiba terlintas pikiran seperti itu. Melihat keadaan keluarga ini yang teramat kaya dan juga Adel belum begitu mengenal Andrew.
Tapi selama ini Hanna dan Ollan pun telah menyelidiki Andrew dan memberi informasi yang akurat pada Adel.
"Ternyata benar kata Hanna, Keluarga Andrew bukan orang sembarangan dan sangat kaya-raya, semoga juga benar yang di ucapkan Hanna kalau Andrew seorang pekerja keras juga dan tidak hanya mengandalkan kekayaan keluarganya." ucap Adel bermonolog sendiri di dalam kamarnya.
Bersambung....
*maaf ya teman-teman semua🙏🙏🙏 saya sakit, dan baru bisa up.
jangan lupa dukungannya.
terimakasih....
__ADS_1