
Nathan melajukan mobilnya dengan kencang, yang ada di pikirannya sekarang adalah bagaimana ia bisa cepat sampai ke apartement Adel. Karena ia sudah berjanji akan mengantar Adel ke kampus hari ini.
Dengan cepat Nathan telah tiba di apartement kekasihnya. Ia segera mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya.
"Ck!" decap kasar keluar dari mulutnya. Ia baru tersadar kalau tadi ia mematikan ponselnya. Bahkan ia juga baru melihat arloji di tangannya yang menunjukkan pukul dua belas siang.
"Ahhh, aku sudah terlambat gara-gara wanita itu," ucapnya kesal.
Nathan menghidupkan ponselnya lalu segera menghubungi Adel.
πΉπΉπΉπΉ
"Hallo sayang, aku udah di depan," kata Nathan, begitu Adel mengangkat panggilannya.
"Sayang, aku udah di kampus, bahkan udah hampir pulang," jawab Adel dari sebrang sana.
"Oh, maafkan aku ya, tadi ada sedikit masalah. Nanti aku jelasin. Sekarang kamu tunggu aja disitu aku akan segera kesana oke!" tegas Nathan.
"Tapi sayang, nanti kamu capek bolak-balik kesini, dan aku juga bawa mobil.
"Oh ya, nggak apa-apa sayang, kalau gitu mas tinggal mobil disini aja dan kesana naik taxi online nanti biar mas yang bawa mobil kamu, oke my honey." ucap Nathan dengan sangat manis. Dan benar saja ucapannya benar-benar telah membuat Adel meleleh. Dalam pikirannya Nathan betul-betul lelaki idamannya. Adel terdiam terkesima dengan ucapan Nathan.
"Sayang, kenapa diam? ya udah kalau gitu mas kesana sekarang ya,"
"Oh, iya sayang, aku nggak apa-apa kok lagi mikirin kamu aja. Kamu baik banget mas."
"Tentu sayang aku akan lakukan apapun buat kamu, aku akan selalu menjagamu, oke bye," Nathan menutup panggilan.
"Bye mas," jawab Adel disana.
πΈπΈπΈπΈ
Nathan memesan taxi. Tak berapa lama taxi pun datang. Ia segera naik dan taxi berjalan menuju kampus Adel. Demi Adel Nathan sampe rela bolak-balik kesana-kemari.
π»π»π»
Adel di kampus.
Ia tampak sudah berada di halaman kampus berdiri di samping mobilnya. Hari ini ia sangat senang karena skripsinya telah di terima dosen pembimbingnya. Tinggal beberapa langkah lagi untuk mendapatkan gelar sarjana. Sidang, lalu wisuda dan tunangan dengan Nathan itu impiannya.
Beberapa menit kemudian Nathan pun tiba, setelah membayar ongkos taxinya ia pun turun. Adel yang telah lama menunggunya, begitu melihat kekasihnya telah datang ia pun segera berhambur memeluk Nathan.
"Mas, kok lama sih mas tadi jemput Adel?" tanya Adel manja, sekarang ia sudah tidak jaim lagi. Hubungannya semakin dekat dengan Nathan.
"Maaf ya sayang, tadi ada masalah."
Nathan menerima kunci mobil yang di berikan Adel. Ia masuk ke dalam mobil Adel dan di susul oleh Adel yang juga membuka pintu satunya lagi, lalu duduk di sebelah Nathan. Kemudian Nathan memutar mobil keluar dari halaman kampus.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi.
"Masalah apa mas?"
"Tiba-tiba tadi mobil mas mogok di jalan pas lagi perjalanan jemput kamu, yah terpaksa mas telepon montir buat betulin mobilnya, dan montirnya lama datang, cara kerjanya juga lama, jadi kesal mas tadi," jawab Nathan mengarang cerita bohong demi menutupi kebusukannya bersama Zaskia.
"Oh, gitu, pantas aja tadi Adel sepeti melihat mobil mas Nathan di jalan."
"Hah, kamu melihatnya sayang?". tanya Nathan terkejut, matanya membulat sempurna dan bibirnya sedikit terbuka. Ia was-was takut kalau saja Adel juga melihat keberadaan Zaskia.
Nathan menepikan mobil sebentar di pinggir jalan. Ia ingin mendengar apa yang di katakan Adel.
"Iya mas, aku melihat mobil kamu." kata Adel.
"Lalu kamu melihat apalagi sayang?" tanya Nathan ingin memastikan.
"Tidak ada, karena aku buru-buru, tadi aku sekilas melihat mobil kamu mas, tapi pas aku udah ngelewati mobil kamu baru aku sadar, ya udah aku tetap lanjutin jalan karena buru-buru."
"Ohh, gitu jadi kamu nggak lihat mas dan montir-montir itu?" Nathan sengaja pura-pura bertanya begitu untuk meyakinkan Adel.
"Enggak sayang, maaf ya," jawab Adel tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Nathan mengambil tangan kekasihnya itu lalu mendaratkan sebuah kecupan disana.
Hari ini Adel justru merasa bangga dengan kekasihnya itu. Hingga niatnya untuk bertunangan dengannya pun semakin mantap.
Nathan memandangnya dengan penuh cinta.
"Ada mas, di restorant xxx, disana makanannya sangat enak tempat nya juga nyaman buat ngobrol."
"Oke, kita kesana kamu tunjukin jalannya ya,"
"Iya mas, sekalian Aku mau telpon mommy nanti disana,"
"Apa rencanamu sayang?"
"Rencanaku selanjutnya, memberitahu mommy tentang hubungan kita, lalu seminggu setelah sidang nanti Aku akan pulang ke Jogja, Setelah mommy dan daddy menyetujui rencana pertunangan kita barulah mas Nathan dan keluarga kesana, gimana mas?"
"Setuju banget sayang, mas sangat setuju."
Mereka tiba di restorant.
Mereka berjalan beriringan, beberapa mata pengunjung memperhatikan mereka. Memang setiap jalan denga Adel, mereka pasti menjadi pusat perhatian karena profesi Adel yang seorang artis tentunya.
Mereka duduk. Seorang pelayan restorant datang dan menyerahkan buku menu pada mereka. Setelah mencatat beberapa pesanan makanan dan minuman yang di pesan Nathan dan Adel, pelayan pun meninggalkan mereka.
Sambil menunggu pesanannya datang mereka melanjutkan kembali obrolannya.
"Mas, aku telepon mommy sekarang ya," Adel meminta izin pada Nathan.
__ADS_1
"Hemm, silahkan," jawab Nathan.
πΉπΉπΉπΉ
"Hallo sayang, apa kabar? kamu baik-baik saja? kenapa lama sekali kamu baru menghubungi mommy?" tanya wanita bule di sebrang sana setelah panggilan terhubung. Yah wanita bule bernama Alice Gracia adalah mommy dari Adel.
"Aku baik-baik aja mom, aku harap mommy dan daddy juga begitu."
"Iya sayang, mommy dan daddy baik-baik saja, tapi kami sangat merindukanmu, kapan kamu pulang sayang?"
"Secepatnya Aku akan pulang mom, tunggu Aku selesai sidang sekripsi seminggu lagi. Dan juga ada yang mau aku omongin ke mommy,"
"Apa itu sayang? apa tentang kamu dan pacarmu? kalian mau tunangan? kalau itu mommy dan daddy sangat setuju," ucap maminya Adel.
"Hah, emangnya mommy tahu darimana?"
"Dari mana lagi, dari berita infotainment lah sayang, kamu lupa ya kalau putri mommy seorang artis?" ucap mami sambil tertawa kecil.
Adel tersenyum mendengar ucapan maminya.
"Emangnya mommy tahu siapa calon Aku?"
"Tahu dong sayang, mommy setiap hari mantengin tv hanya untuk lihat berita tentang kalian. Mommy senang melihatmu bahagia."
"Makasih ya mom, ini aku lagi sama mas Nathan, mommy mau ngomong?"
"Oh ya mana dia?"
Adel menyerahkan ponselnya pada Nathan.
"Hallo tante, perkenalkan saya Nathan."
"Hallo nak, terimakasih udah jagain anak tante. Tante titip Adel ya,"
"Iya tante, pasti karena saya sangat mencintai Adel.
Nathan menyerahkan ponsel pada Adel.
"Oke mom, Adel makan siang dulu ya."
"Oke sayang, bye,"
"Bye mommy,"
panggilan di matikan.
Adel memasukkan ponsel ke dalam tas nya.
__ADS_1
Bersambung.....