
Nathan mendengar pintu ruangannya di ketuk, hingga membuatnya tersadar dari lamunannya. Ia menarik nafas dan melonggarkan krah bajunya yang tidak sesak. Lalu berjalan duduk di kursinya dan memerintahkan seseorang di balik pintu untuk masuk, "masuk!"
Pintu di buka seorang lelaki tampan segera masuk dan duduk di hadapan Nathan.
"Ada apa Jod?" tanya Nathan pada Jodi.
"Nanti malam kita di undang makan malam oleh pak Gunawan," jawab Jodi, pak Gunawan adalah orang yang baru bekerjasama dengan perusahaan Jodi. Makan malam yang di adakan bukan sekedar makan malam biasa, tapi ada urusan bisnis yang akan di bicarakan disana.
"Aku tidak bisa datang, kamu bisa menggantikan aku." ucap Nathan.
"Kenapa begitu? ini penting, memangnya kamu ada urusan apa?" Jodi mengerutkan sebelah matanya penasaran.
"Urusan yang lebih penting."
"Urusan apa yang lebih penting dari perusahaan? Adel tidak ada disini, Lalu urusan apa."
"Ada, kamu tidak perlu tahu, ini lebih penting dari segalanya, dan juga menyangkut hubunganku denga Adel nantinya."
"Jangan bilang kamu akan bertemu Zaskia." Jodi melirik ke arah Nathan.
"Tidak." jawab Nathan singkat.
"Oke kalau begitu aku saja yang datang ke acara pak Gunawan nanti malam." ucap Jodi menyetujui permintaan Nathan.
Jam pulang kantor sudah tiba. Nathan bersiap untuk pulang. Sebelum keluar ruangan dia sempat menerima pesan dari Zaskia, "mas, jangan lupa nanti malam."
Nathan bergegas masuk ke dalam mobilnya, lalu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Ia janji bertemu dengan Zaskia jam delapan.
Setelah melihat jam, Nathan segera mandi dan bersiap-siap. Saat akan pergi Nathan kembali menerima pesan dari Zaskia, "mas kita nggak jadi ketemu di kafe xxx, kita ketemu di hote Garuda saja."
Nathan sempat bingung dan curiga saat membaca pesan Zaskia.
"Kenapa?" tanya Nathan.
__ADS_1
"Aku takut di lihat wartawan mas, sekarang wartawan mengekori aku kemana-mana, aku juga takut di mata-matain Ollan dan Hanna, bisa-bisa nanti mereka menyerangku."
Membaca pesan penjelasan dari Zaskia, Nathan pun merasa ngeri dan takut jika itu terjadi, apalagi kalau sampai Ollan dan Hanna yang melihat bisa bahaya pikir Nathan. Dan akhirnya ia pun menyetujui permintaan Zaskia, untuk bertemu di hotel.
Sebelum Nathan sampai ke hotel yang di janjikan, Zaskia sudah memberi tahu nomor kamarnya.
Nathan dalam perjalanan ke hotel.
Sementara Zaskia di kamar hotel, ia telah menunggu kedatangan Nathan. Ia berpakaian minim bahan, sangat seksi, ia memakai dres ketat yang mencetak bongkahan panta* nya dan blous yang rendah bagian dadanya, sehinga setengan pay*dar* nya menyebul ke atas.
Zaskia memang biasa berpakaian Seksi. Tapi malam ini dia lebih menggoda. Tadinya ia berniat memakai lingerie berwarna merah. Tapi ia menggantinya karena takut Nathan akan mengiranya menjebak dia. Hingga ia membuka lingerie itu dan menggantinya dengan yang sekarang ia kenakan.
Zaskia mengeluarkan dua botol air mineral dan membubuhkan sesuatu di botol satunya. Lalu ia duduk dengan santai menunggu kedatangan Nathan.
Bel pintu kamar hotel itu berbunyi. Jantung Zaskia berdebar hebat. Ia menarik nafas panjang dan melepasnya perlahan. Lalu bangkit dari kusinya dan merapikan pakaiannya. Menata dirinya agar terlihat seseksi mungkin.
Zaskia berjalan ke arah pintu. suara high heels nya yang beradu dengan lantai menggema di ruangan itu.
Pintu di buka dan menampakkan Nathan berdiri disana dengan menenteng koper kecil di tangannya.
Zaskia duduk di atas meja hias. Ia duduk dengan gaya yang sangat seksi, ia mengangkat sebelah kakinya, menompangkan ke kaki satunya. Saat ia melakukan gerakan itu Nathan sempat melihat cd nya yang berwarna hitam dan pangkal pahanya yang terlihat putih mulus. Nathan berkali-kali menelan salivanya, dadanya bergemuruh menahan gejolak yang membara.
"duduk mas," Zaskia memerintahkan Nathan untuk duduk.
Nathan duduk di sebuah sofa yang berjarak dua meter dari meja tempat Zaskia duduk. Dengan demikian ia malah bisa melihat dengan jelas bagian-bagian intim dari tubuh Zaskia. Berkali kali Nathan menelan salivanya kembali. Ia terus mencoba menahan dirinya agar tidak terbawa suasana.
"Sudah mas bawa uangnya," tanya Zaskia, ia turun dan menghampiri Nathan.
"Sudah, ini lima ratus juta untukmu dan jangan ganggu hidupku lagi." Nathan membuka koper lalu menutupnya kembali.
Zaskia berdiri persis di hadapannya. Bahkan pusakanya tergesek dengan panta* Zaskia. Dan itu menimbulkan sensasi tersendiri bagi Nathan. Zaskia merasakan benda keras menekan bokon* nya ia menyadari itu adalah milik Nathan. Dan Zaskiapun tersenyum licik.
Nathan memutar badan dan berpamitan dengan Zaskia. Ruangan yang dingin itu terasa panas baginya. Ia merasa gerah dan ingin segera keluar dari sana.
__ADS_1
"Aku pulang dulu," pamit Nathan.
"Tunggu mas, aku tidak percaya sama kamu, jangan pergi dulu aku mau hitung dulu uangnya," cegah Zaskia ia menarik tangan Nathan, tanpa menoleh pada sang pemilik tangan.
Walaupun Nathan merasa alasan Zaskia tidak masuk akal, namun entah mengapa ia malah menyukainya. Nathan merasa senang Zaskia menahannya.
"Mas Nathan duduk aja disitu, aku akan menghitungnya."
Nathan menuruti perintah Zaskia.
Sekarang ia duduk di kursi meja hias dan Zaskia berada di sofa, mereka telah bertukar posisi.
di atas meja hias ada dua botol air mineral. Zaskia berjalan ke arah Nathan, lalu mengambil satu botol air mineral itu dan meminumnya. Nathan yang sedari tadi terus menelan saliva ia pun merasa kerongkongannya kering.
Saat Nathan akan mengambil botol yang tersisa, Zaskia mengambilnya.
"Mas mau minum ya, biar Zaskia bukain mas untuk yang terakhir kali," Zaskia pura-pura membuka segel tutup botol yang sudah tidak bersegel itu, dan menyerahkannya pada Nathan.
"Terimakasih," ucap Nathan ia menerima botol itu dan meneguk airnya sampai tinggal sedikit.
Zaskia berjalan menuju koper yang berisi uang dan meninggalkan senyum liciknya disana.
Nathan terus menatap Zaskia yang begitu seksi. Tubuhnya terasa panas dingin, dan kepalanya seakan membesar, bagian bawahnya mengeras sempurna dan terasa ingin di sentuh. Tanpa disadari, sambil menatap Zaskia yang sesekali menungg*ng menampakkan belahan panta* nya, tangan Nathan meraba-raba miliknya sendiri, rasanya ia ingin segera menancapkanya ke bokon* Zaskia dalam posisi nungg*ng seperti itu.
Zaskia yang sedari tadi mengekor matanya untuk memperhatikan Nathan. Ia tampak tersenyum puas telah berhasil menyiksa nafs* pria di depannya.
Zaskia berjalan menghampiri Nathan. Lalu ia berbisik di telinga Nathan, "uangnya sudah cukup, mas Nathan boleh pergi."
Setelah membisikkan kata-kata itu, Zaskia hendak melangkah meninggalkan Nathan, tapi tangan Nathan menahannya.
***Apa yang akan terjadi? apakah Nathan akan tergoda? semoga tidak.
nantikan kisah selanjutnya....
__ADS_1
Bersambung.....