
Nathan dan keluarganya telah keluar dari hotel tempat di adakannya acara. Mereka membawa Zaskia ke rumah sakit. Zaskia masih pura-pura pingsan. Beberapa perawat ke luar membawa brankar, Lalu mereka memindahkan tubuh Zaskia ke atas brankan dan membawanya ke IGD.
Nathan, Nadia serta kedua orang tua mereka mengikutinya dari belakang.
Dokter memeriksa Zaskia. Dan benar adanya kalau Zaskia memang sedang hamil dengan usia kandungan tiga minggu.
"Selamat untuk anda pak, istri bapak positif hamil," ucap dokter itu seraya menjabat tangan Nathan dengan senyum di bibirnya.
"Ik iya, terimakasih dok," jawab Nathan terpaksa.
Nathan terlihat syok, berbeda dengan Nadia dan bu Dewi, yang sepertinya sudah bisa menerima Zaskia. Mereka juga merasa kasihan pada Zaskia. Mereka tidak tahu cerita yang sebenarnya yang mereka tahu hanya Zaskia adalah korban dari Nathan. Dan sekarang telah mengandung cucunya.
Zaskia telah sadar. Dengan penuh kasih sayang bu Dewi memberikannya minum, "minum dulu sayang," ucap bu Dewi.
"Terimakasih tante," jawab Zaskia.
"Iya nih, kakak harus semangat kasihan dedek bayinya," Nadia menimpali.
"Yes, akhirnya berhasil, akulah pemenangnya," batin Zaskia.
Sementara pak Johan, ia tidak begitu senang dengan Zaskia. Sebagai seoarang sutradara, pak Johan tahu betul skandal-skandal yang pernah terjadi pada Zaskia.
Pak Johan menarik tangan Nathan ke luar ruangan.
"Apa benar yang di kandungnya itu anakmu? katakan Nathan?" pak Johan terlihat sangat emosi pada putranya.
"Iya pah," jawab Nathan singkat.
"Kalau begitu, kamu harus menikahi dia." sebenarnya pak Johan sangat kecewa, Zaskia bukanlah menantu idamannya, Adellah gadis yang di harapkan bisa menjadi menantunya. Tapi, walaupun di liputi kekecewaan, pak Johan tetap menyuruh anaknya untuk bertanggung jawab.
"Tapi pah, Nathan tidak mencintai Zaskia, Nathan mencintai Adel pah."
"Diam kamu Nathan! kalau kamu tidak mencintainya lalu kenapa kamu menghamilinya. Dan satu lagi jangan pernah kamu sebut gadis yang bernama Adel itu. Bahkan menyebut namanya saja kamu tidak pantas!" pak Johan sangat murka bahkan ia sampai menunjuk-nunjuk wajah Nathan.
Nathan terdiam seribu bahasa. Ia benar-benar merasa tertampar dengan ucapan papanya barusan. Ia merasa malu dengan dirinya sendiri.
Selesai menjalani pemeriksaan. Mereka pun kembali ke hotel, dan berniat mengantar Zaskia ke tempatnya menginap.
"Kamu menginap dimana sayang, biar kita antar kamu dulu," tawar bu Dewi.
"Zaskia menginap di hotel sultan tante,"
__ADS_1
"Oh bagus itu, itu adalah hotel yang sama tempat kami menginap, kalau begitu bagus, nanti biar Nadia menemani kamu ya,"
"Iya tante,"
Memang di sengaja Zaskia menginap di hotel yang sama dengan keluarga Nathan. Bahkan ia tiba disana beberapa jam setelah keluarga Nathan sampai
Flashback Zaskia
πΌπΌπΌ
Beberapa minggu sebelum bertemu Nathan Zaskia konsultasi ke dokter kandungan. Ia meminta agar dokter memberinya obat agar dia bisa cepat hamil. Dokter pun memberikan obat penyubur kandungan.
Zaskia rutin meminum obat itu sebelum ia bertemu Nathan. Lalu pada hari itu, ia memesan obat perangsang pada seseorang. Kemudian ia menghubungi Nathan untuk bertemu.
Sebelum Nathan sampai, Zaskia telah mencampur minumannya dengan obat perangsang. Hingga Nathan meminumnya, dan terjadilah percintaan yang hebat hingga berkali-kali malam itu.
Setelah pertemuanya dengan Nathan yang terakhir kali, Zaskia membayar seseorang untuk terus memantau dan mendapatkan informasi tentang perkembangan hubungan Nathan dan Adel.
Hingga akhirnya ia pun mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat. Dari orang bayarannya juga Zaskia tahu Nathan menginap di hotel sultan. Dan juga dia tahu kapan dan dimana acara tunangan mereka akan di gelar.
Sebelumnya Zaskia rutin memeriksakan kehamilannya. Dan akhirnya ia di nyatakan hamil oleh dokter saat ia masih di Jakarta. Jadi semua yang terjadi hari ini, telah di rencanakan dan si susun rapi oleh Zaskia. Tanpa seorang pun yang tahu.
πΌπΌπΌ
Zaskia turun dari mobil di papah oleh Nadia.
"Kak, bantuin dong." pinta Nadia pada Nathan.
Nathan terlihat kesal dan tidak mau dekat-dekat dengan Zaskia.
"Iya Nath, bantuin dong, kasihan tuh Zaskia," pinta bu Dewi.
Dengan terpaksa Nathan pun memapah Zaskia.
Mereka tiba di kamar Zaskia.
"Nad, kamu kembalilah ke kamar dulu, kakak mau bicara dengan dia," perintah Nathan.
"Baik kak," jawab Nadia.
Di kamar Zaskia.
__ADS_1
Nathan menatap tajam pada Zaskia.
"Zas, apa yang kamu inginkan? aku sudah memberikan yang kamu inginkan, lalu kenapa kamu melakukan semua ini?"
"Aku mencintaimu mas, aku rela melepaskan kamu bersama Adel, yang terpenting kamu bahagia itu sudah cukup bagiku,"
"Kalau memang seperti itu, kenapa kamu merusak semuanya?"
"Aku hamil anakmu mas, aku tidak menyangka ini akan terjadi, aku berubah pikiran setelah menemukan kehidupan baru di rahimku," ucap Zaskia.
Nathan menarik nafas dalam-dalam lalu melepaskannya perlahan. Ia mencoba tenang dan menerima kenyataan. Karena bagaimanapun juga nasi telah menjadi bubur. Hubungannya dengan Adel telah kandas.
Sekarang yang ada di hadapannya adalah Zaskia yang sedang mengandung anaknya.
"Ck," decap kasar keluar dari mulutnya, ia menyesali kenapa malam itu ia tidak memakai pengaman saat berhubungan dengan Zaskia. Sekarang mimpinya untuk menikahi Adel telah sirna. Justru dia harus bertanggung jawab menikahi Zaskia.
π»π»π»
Adel di kamarnya.
Hanna masih terus menenangkannya. Adel sudah berhenti menangis. Ia terlihat lebih tegar, berkat dukungan sahabatnya. Hanna dan Ollan menceritakan dari A sampai Z tentang perselingkuhan Nathan dan Zaskia yang mereka ketahui, dan kali ini Adel percaya sama sahabatnya.
"Maafkan aku yang terlambat datang kesini, sehingga acara sempat di gelar," Hanna menyesali keterlabatannya menemui Adel.
"Ini bukan salahmu Han, kita udah bekerja keras demi bisa sampai kesini, Adel telah menutup akses untuk kita," kata Ollan yang terlihat kesal.
Wajar saja jika Ollan merasa kesal dengan Adel. Mengingat perlakuan Adel selama ini pada mereka. Tapi begitupun Ollan tetap menyayangi Adel.
"Terakhir kali kami memergoki mereka keluar dari hotel, Hanna memotret mereka dan mengirim fotonya sama elo, tapi, sepertinga elo blokir nomor kami," kata Ollan.
"Iya, maaf kan gue, gue telah ke makan omongan laki-laki brengsek itu." Adel langsung teringat pesan singkat Nathan waktu itu, yang menyuruhnya memblokir nomor ponsel kedua sahabatnya.
"Pantas saja dia menyuruhku memblokir nomor mereka, dasar bajingan," batin Adel.
Hari-hari berlalu.
Nathan dan keluarganya telah kembali ke Jakarta dan sedang menyiapkan pesta pernikahan nya bersama Zaskia.
Sementara Adel. Sejak kejadian itu, Adel jadi berubah. Sikapnya tersebut paling disadari oleh sahabat-sahabatnya. Adel mulai jarang bicara, dan berubah menjadi pendiam. Dia sering melamun dan termenung sendirian. Sorot mata dan ekspresi wajahnya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Bersambung....
__ADS_1