
Sudah seminggu sejak perbincangannya dengan Jodi, akhirnya Nathan pun mengikuti saran temannya itu. Ia mulai menghindari Zaskia, bahkan ketika Zaskia menelepon pun Nathan cenderung mengabaikannya.
Hingga suatu ketika Zaskia merasa kesal dengan Nathan yang seolah menjauh darinya. berakali-kali ia menelepon dan mengirim pesan pada Natham tapi satupun tak ada yang di balas oleh kekasih rahasianya itu.
Hingga suatu hari Zaskia mengirim pesan lagi.
"Mas kenapa mas Nathan selalu menghindariku, pesan ku tidak pernah mas balas bahkan, mas juga tidak mengangkat teleponku, mas tidak rindu denganku." Zaskia mengetik panjang pesan yang akhirnya ia kirim ke Nathan.
Karena Nathan sudah bertekad untuk mengakhiri hubungannya dengan Zaskia dan ingin lebih serius dengan Adel. Maka Nathan berniat ingin memutuskan Zaskia. Agar Zaskia tahu dan tidak mengharap padanya lagi.
Ia ingin memblokir nomor ponsel Zaskia begitu saja. Tapi ia takut jika Zaskia merasa sakit hati lalu memberitahukan semuanya pada Adel. Dan akan berakibat fatal pada hubungan dia dan Adel.
Oleh sebab itu Nathan pun mengurungkan niatnya. Dan ia hanya menghindari Zaskia saja. Tapi lama kelamaan ia pun merasa seperti di teror saja oleh Zaskia. Yang dengan gencar mengirim pesan dan meneleponnya.
Hingga suatu hari Nathan pun memberanikan diri untuk membalas pesan dari Zaskia.
"Hai Zas, maaf ya aku terlalu sibuk akhir-akhir ini hingga tak bisa membalas pasanmu." isi pesan yang di tulis Nathan.
Nit...nit..bunyi pesan masuk di ponsel Nathan. Terlihat dengan cepat Zaskia sudah membalas pesannya.
"Tapi kenapa mas? mas nggak seperti biasanya. Mas Nathan terus menghindariku, emangnya kenapa mas."
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin terganggu. Lagi fokus dengan kerjaan. Dan aku ingin kita mengakhiri hubungan ini Zaskia." Isi pesan Nathan yang di tambah emot tangan yang memohon maaf.
"Enggak mas, aku nggak mau putus dari kamu. aku udah memberikan segalanya, kamu nggak bisa ninggalin aku gitu aja." jawaban pesan dari Zaskia.
"Maaf Zaskia, aku tidak bisa melanjutkan hubungan denganmu lagi. Kita putus sekarang." Dan ini adalah pesan terakhir Nathan yang di kirimkan ke Zaskia. Setelah itu Nathan memblokir nomor ponsel Zaskia.
Kini setidaknya ia merasa tenang, setelah memutuskan hubungannya dengan wanita itu.
Dan tidak ada lagi orang yang terus menerornya di ponselnya seperti kemarin. Bahkan sehari saja Zaskia bisa mengirim pesan berkali-kali. Dan meneleponnya puluhan kali. Dan itu sangat menggangu. Apalagi saat dia sedang bekerja. Atau ada rapat penting. Teror Zaskia benar-benar membuatnya setres.
__ADS_1
Hari-hari berlalu Nathan lewati tanpa Zaskia. Kini ia lebih mendekatkan dirinya pada Adel. Ia mencari kesempatan yang baik untuk mengutarakan niatnya untuk mengajak Adel bertunangan. Ia takut kalau Adel akan menolaknya.
Hari itu ia menjemput Adel di kampusnya. Adel sedang mengerjakan skripsi akhirnya. Dan sebentar lagi ia akan lulus kuliah dan mendapat gelar sarjananya. Kesempatan yang bagus untuk mengajak Adel bertunangan.
Apalagi dalam waktu dekat ini Adel akan pulang ke Jogja. Ini kesempatan yang baik juga untuk Adel bicara dengan orang tuanya. Jika ia sendiri sudah menyetujui niat baik Nathan.
Setiap hari Nathan selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Adel. Untuk sekedar mengantarnya kuliah, syuting, atau bahkan untuk makan malam bersama.
Tak jarang Nathan juga sering mengajak Adel makan malam di rumahnya. Tujuannya untuk mengambil hati Adel. Dan lebih mendekatkan Adel pada keluarganya.
Malam itu Adel sedang berada di kediaman keluarga Winata yaitu keluarga Nathan. Setelah makan malam usai, mereka berbincang-bincang di ruang tengah. Setelah beberapa saat barulah Nathan menyampaikan niatnya.
"Mah, pah, mama dan papa setuju tidak jika Nathan tunangan dengan Adel?" tanya Nathan pada kedua orang tuanya.
Adel menautkan alisnya, ia merasa heran dengan pertanyaan Nathan pada orang tuanya yang tiba-tiba.
"Mama sangat setuju dong." jawab bu Dewi dengan senyum mengembang.
"Papa juga sangat setuju. Kami sudah tua, kami juga ingin sekali menggendong cucu he...he....he." Pak Johan menyahut lalu ia tertawa bahagia.
"Lalu bagaimana dengan mu Del, apa kamu bersedia bertunangan denganku?" tanya Nathan pada Adel dengan penuh harapan.
Mendapat lamaran langsung dari Nathan di depan orang tua Nathan sendiri, membuat Adel menjadi semakin percaya pada Nathan seratus persen bahwa Nathan adalah laki-laki yang baik. Dan juga sangat mencintainya.
Bahkan ia berpikir, berarti selama ini Ollan dan Hanna hanya memfitnah Nathan saja. Supaya mereka putus dan Adel tidak akan sibuk sengan Nathan lagi. Dan otomatis waktunya hanya untuk mereka berdua saja. Dalam hati ia berkata, "oh begitu jahatnya mereka, sampai hati memfitnah mas Nathan. Padahal dia adalah pria yang sangat baik."
Adel terdiam beberapa saat, ia teringat Ollan da Hanna. Akhir-akhir ini hubungan mereka memang renggang. Dan mereka mulai jarang bertemu.
"Sayang....," Nathan menyetuh tangannya dan membuyarkan lamunannya.
"Oh, iya mas." jawab Adel terlihat gugup.
__ADS_1
"Bagaiman, apa kamu bersedia bertunangan denganku?"
"Iya mas aku mau." Adel menunduk malu.
Nathan mengangkat dagu kekasihnya yang tertunduk, setelah Adel mengangkat wajahnya, pandangan mereka beradu, lalu Adel pun tersenyum.
"Mah, pah, Adel sudah setuju, mama dan papa juga, lalu tunggu apalagi.
"Sayang, kamu harus telepon orang tuamu dan mengatakan ini pada mereka. Dan jika mereka tidak keberatan, aku akan menemanimu pulang ke Jogja."
"Iya mas," jawab Adel, wajahnya masih memerah menahan malu di hadapan calon mertuanya.
"Jika mereka setuju kita bertunangan, kita akan buat acaranya di Jogja. Gimana pah, mah?" Nathan menoleh ke arah orang tuanya.
"Papa, dan mama, setuju-setuju aja Nathan, ini ide yang sangat bagus." Dengan tetap tersenyum bu Dewi menjawab pertanyaan Nathan.
Setelah cukup lama berbincang, dan hari juga semakin larut. Adel pun permisi untuk segera pulang.
Pukul 11 malam Nathan akan mengantar Adel pulang.
"Terimakasih ya om, tante," ucap Adel ketika berpamitan dengan kedua orang tua Nathan. Ia bersalaman dan mencium dengan takjim tangan keduanya. Bu Dewi memeluknya dan mencium kedua pipinya.
"Iya, sayang...., hati-hati di jalan, nanti kapan-kapan main lagi kesini ya." jawab bu Dewi sambil mengusap kepala Adel.
"Oke tante," Adel menganggukkan kepala.
Saat mobil Nathan memutar arah ke jalanan, sebuah mobil hitam di seberang jalan terus mengamati mereka. Di dalam mobil itu ada Zaskia bersama orang suruhannya. Sudah cukup lama Zaskia menunggu disana dan mengamati mereka dari jarak jauh.
Saat mobil Nathan telah melaju, Zaskia pun memerintahkan orang suruhannya untuk mengikuti.
"Ayo cepat ikuti mereka." perintah Zaskia.
__ADS_1
Zaskia terlihat begitu marah, dadanya bergemuruh entah apa yang akan di lakukannya.
Bersambung.....