TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Pulang ke Jogja


__ADS_3

Waktu berlalu dan haripun terus berganti. Tak terasa Adel telah menyelesaikan sidang sekripsinya. Hari ini ia akan pulang ke Jogja menemui keluarga besarnya. Dan juga mempersiapkan acara pertunangannya. Walapun belum bertemu secara langsung dengan Nathan dan keluarganya. Namun orang tua Adel sudah memberi lampu hijau untuk Nathan.


Nathan mengantar kekasihnya ke airport. Ia menunggu Adel sebentar. Menemaninya masuk ke terminal keberangkatan, Lalu Adel chek in dan Nathan meninggalkannya di ruang tunggu. Beberapa menit kemudian Adel sudah keluar dari ruang tunggu menuju pesawat yang akan di naikinya. Dan tak lama pesawat pun lepas landas menuju kota Jogjakarta.


Setelah meninggalkan Airport, Nathan berniat pergi ke kantornya, ia masuk ke dalam mobil, lalu menghidupkan mesin. Dan melajukan mobilnya menuju ke kantornya.


Udara pagi menemani perjalanan Nathan pagi ini. Sang mentari mulai menampakkan sinarnya. Langit yang gelap dan penuh bintang berubah terang dengan cahaya indah berwarna kekuningan. Menjadi saksi bahagianya hati lelaki itu, karena tujuannya tinggal selangkah lagi untuk bisa memiliki Adel seutuhnya. Jika bisa, ia akan meminta orang tua Adel untuk dirinya segera menikahi Adel.


Sepanjang perjalanannya hati Nathan berbunga-bunga memikirkan akan hari-hari bahagianya yang akan di laluinya bersama Adel nanti.


πŸ”»πŸ”»πŸ”»πŸ”»


Setelah lepas landas selama satu jam tujuh belas menit, akhinya pesawat pun mendarat dengan selamat di bandar udara internasional Adisutjipto Yogyakarta.


Kedatangan Adel sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya. Mereka telah menunggu Adel di terminal kedatangan. Saat Adel keluar sambil menarik koper miliknya, sang mami telah melambaikan tangannya menyambut kedatangannya. Adel segera berhambur memeluk maminya.


"Mom, Adel rindu," ucapnya seraya mempererat pelukannya.


"Mommy juga sayang, sangat merindukanmu," ucap sang mami.


"Oh no, kamu hanya merindukan mami mu sayang? Lalu bagaimana dengan daddy?" Seorang pria paruh baya datang menghampirinya.


"Oh daddy," Adel tidak melanjutkan ucapannya, ia langsung melepas pelukannya pada maminya, dan gantian memeluk pria itu yang ternyata adalah daddy nya.


"Bagaimana kabarmu sayang?" tanya Daddy, ia membelai lembut rambut putri semata wayangnya itu.


"Seperti yang daddy lihat, Adel sangat bahagia, apalagi bisa ketemu mommy and daddy, Adel sangat bahagia.


Sopir memasukkan barang-barang Adel ke bagasi mobil. Dan mereka segera membawa Adel pulang ke rumah.


Kedatangan Adel disambut meriah oleh keluarganya. Nenek dan kakeknya (orang tua daddy nya pun ada disana). Para pelayan berjajar menyalami sang nona. Mereka telah menyiapkan masakan special untuk menyambut kepulangan nona mereka.


Setelah temu kangen dengan nenek dan kakek, Adel langsung masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Sayang, cepat mandi dan bersiap, lalu turun untuk makan malam, kami menunggumu," ucap mami.


"Iya mom sayang," jawab Adel manja.


Setelah bersiap di kamarnya, Adel pun bergegas turun. Lalu makan malam bersama keluarga. Setelah makan malam usai Adel menyuruh pelayan mengambilkan barang di kamarnya.


Pelayan datang dengan menenteng satu plastik besar.


"Ini non barangnya," ucap pelayan itu.


"Oh iya, makasih bik, em, bibik tolong panggilkan teman-teman yang lain, saya mau bagi oleh-oleh untuk kalian."


"Iya non," pelayan bergegas memanggil semua pelayan lainnya untuk ngumpul di depan Adel.


Setelah semua pelayan berkumpul, Adel membagikan oleh-oleh yang ia bawa dari bali waktu itu. Masing-masing pelayan mendapat satu daster dan satu sendal dengan merk khas bali. Mereka sangat senang, dan menyampaikan rasa terimakasihnya pada Adel.


"Makasih banyak ya non," ucap semua pelayan secara bersamaan.


"Sama-sama bik,"


Setelah mendapat kepastian dari Adel, kalau anaknya sangat mencintai Nathan, dan begitu juga dengan Nathan yang sangat mencintai Adel, maka mami dan daddy pun menyetujui niat mereka untuk melangsungkan pertunangan.


Acara tunangan pun sudah disepakati akan di langsungkan dua bulan lagi. Acara akan di langsungkan di kota Yogyakarta, di kediaman orang tua Adel.


Dan akan di gelar secara tertutup dan hanya keluarga inti saja yang hadir. Adel tak mau rencana pertunangannya di ketahui banyak orang apalagi wartawan.


Apalagi kalau sampe Ollan dan Hanna tahu, Adel tidak mau sahabatnya itu merusak hari bahagianya. Oleh karena itu ia ingin acara itu di gelar tertutup saja. Dan setelah acara dan saat ia kembali ke Jakarta untuk wisuda baru dia akan mengumumkan pada media bahwa mereka sudah tunangan dan akan segera menikah, itu niat Adel. Dan disetujui oleh kedua pihak keluarga.


Hari-hari kedepan Nathan dan Adel akan menjalani hubungan ldr atau hubungan jarak jauh, untuk sementara waktu. Dan untuk saling melepas rindu mereka melakukan vidio call.


πŸ”»πŸ”»πŸ”»πŸ”»


Nathan di Jakarta.

__ADS_1


Hari itu Nathan telah tiba di kantornya. Setelah beberapa menit di kantor ponselnya berdering, panggilan dari nomor tak di kenal. Awalnya Nathan ragu untuk mengangkatnya, tapi karena nomor itu terus menerus memanggil dan itu sangat mengganggu konsentrasi kerjanya, Nathan pun mengankatnya.


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


"Hallo mas, aku tahu hari pertunaganmu dengan Adel telah di tentukan, Oke, aku nyerah, aku tidak akan mengganggumu lagi. Tapi please temui aku untuk yang terakhir kalinya," ucap pemilik suara dari sebrang sana, yang tak lain dan tak bukan adalah Zaskia.


Nathan yang hafal dengan suara itu segera menjawabnya, "maaf Zas, aku tidak bisa menemuimu."


"Mas aku terima tawaranmu yang kemarin dan aku tidak akan mengganggumu lagi." desak Zaskia di telepon itu.


"Oke, kalau kamu terima tawaranku, aku akan suruh Jodi, orang kepercayaanku untuk menemuimu dan memberikan uang cash langsung padamu. Sebutkan berapa yang kamu inginkan."


"Aku tidak mau mas, jika yang datang adalah orang suruhanmu. Aku mau mas Nathan sendiri yang datang menemuiku. Aku janji ini untuk yang terakhir kali."


Sebenarnya Nathan sangat berat untuk menuruti kemauan Zaskia, Jujur ia takut tergoda dengan pesona manjanya Zaskia, Jujur ia sudah sangat kesepian beberapa bulan terakhir ini, kesepian tanpa menyentuh tubuh seksi Zaskia. Kesepian karena ia tak bisa melakukan hubungan itu denga Adel tapi juga tak bisa melampiaskannya denga Zaskia lagi. Karena ia telah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan menghianati Adel lagi.


Nathan masih berusah menolak untuk ketemu Zaskia, bahkan ia menawarkan untuk mengirimkan saja uang yang di minta Zaskia. Tapi Zaskia menolaknya dan tetap bersikeras ingin ketemu. Dan Zaskia mengancamnya akan datang si hari pertunangan mereka lalu menceritakan semuanya pada Adel.


Nyali Natha menciut mendengar ancaman Zaskia. Akhirnya dengan berat hati ia pun menyetujui untuk bertemu dengan Zaskia.


"Oke, aku tunggu mas Nathan di kafe xxx nanti malam jam delapan, dan mas Nathan harus datang sendiri."


"Oke," jawab Nathan.


"Oke bye,"


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Setelah ponselnya mati. Nathan duduk termenung di ruangan kantornya. Setiap teringat Zaskia ia pun teringat pergulatan panas mereka. Dan jujur terkadang Nathan masih sangat menginginkanya, tapi demi hubungannya dengan Adel dia berusaha menahan nafsunya.


Nathan membayangkan sensasi yang biasa di lakukan Zaskia padanya. Matanya terpejam membayangkan adegan demi adegan yang pernah di lakukannya bersama Zaskia. Tanpa ia sadari tangannya meraba miliknya sendiri hingga mengeras dan seperti mau meledak dalam celananya.


Sedang asyik membayangkan Zaskia, tiba-tiba pintu ruangan di ketuk.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2