TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Sakit hati Zaskia


__ADS_3

Mobil Nathan terus melaju membelah jalanan, begitupun mobil yang mengikutinya. Zaskia terus melihat ke arah mobil itu. Jarak mobil Nathan dan mobil yang di tumpangi Zaskia kini agak jauh, dan tertutup dengan mobil-mobil pengendara lain.


"Ayo ikuti terus jangan sampai kehilangan jejak." perintah Zaskia pada sopir itu.


"Baik nona." jawab sang sopir.


Sekarang Zaskia sudah tahu kemana arah mobil itu. Kemana tujuan mobil itu dia telah mengerti.


"Dia akan mengantar kekasihnya itu pulang." monolog Zaskia di dalam mobil itu.


"Oh ternyata, dia menghindariku bahkan memutuskanku karena dia sibuk dengan gadis itu." Kembali Zaskia berbicara sendiri.


Mobil Nathan sudah memasuki halaman apartement Adel. Tampak Nathan membuka pintu untuk Adel, dan Adel keluar. Sebelum Adel masuk ke dalam apartementnya mereka sempat berpelukan lalu Nathan mengecup mesra kening Adel. Dan semua itu di saksikan oleh Zaskia sari kejauhan.


Mata Zaskia menatap nyalang tak berkedip menatap kedua orang itu.


"Antarkan aku pulang!" perintah Zaskia pada sopir itu.


"Baik nona," jawab sopir itu, lalu sopir itu memutar mobil ke arah yang berlawanan, menunju rumah Zaskia.


Tadinya waktu di jalan Zaskia ada niat menyuruh sopirnya untuk menyerempet mobil Nathan, dan membuat mobil itu mengalami kecelakaan. Tapi ia takut kalau rencananya itu bisa membuat Nathan celaka. Akhirnya ia mengurungkan niatnya itu, dan hanya mengikuti mobil Nathan saja.


Setelah ia menyaksikan adegan romantis Nathan dan Adel. Hatinya semakin sakit, hingga akhirnya ia memerintahkan sopirnya untuk mengantarnya pulang.


Nathan melepaskan pelukannya.


"Sayang, bicaralah dengan orang tuamu, tentang hubungan kita. Sampai niat baik kita ini akan segera terlaksana." Ucap Nathan seraya kedua tangannya memegang kedua lengan Adel.


"Iya mas, aku akan secepatnya bilang sama mommy dan daddy aku." Adel tersenyum menatap wajah kekasihnya.


"Kalau gitu, mas pulang dulu ya." Nathan mengusap puncuk kepala Adel.


"Iya, hati-hati ya mas, makasih udah nganterin Adel." seru Adel kemudian.


"Iya sayang, itu udah kewajiban aku, buat jagain kamu."


"Ah gombal," Adel tersipu malu.

__ADS_1


Nathan masuk ke dalam mobilnya, dan segera menyalakan mesin mobilnya. Membunyikan klakson, memutar kendaraan perlahan, meninggalkan apartement kekasihnya. Lalu berdoa dalam hati, "semoga orang tua Adel merestui hubungan kami."


Nathan melajukan mobilnya menuju ke rumah. Entah mengapa, sekarang hati dan pikirannya jauh lebih baik sejak tanpa adanya Zaskia.


Di sisi lain, zaskia yang sudah berada di rumahnya tampak uring-uringan di dalam kamarnya. Sampai-sampai sang Adik, Seira. Merasa heran melihat kakaknya.


Seira mengetuk kamar Zaskia.


Tok...tok...tok....


"Kak, ada apa kenapa kakak uring-uringan kayak gini? kakak ada masalah?" Seira mengernyitkan keningnya merasa heran melihat Zaskia.


"Iya, kakak punya masalah besar." Mata Zaskia menatap tajam ke sembarang arah, menandakan emosinya yang meluap-luap tak terkendali.


"Ada masalah apa kak? cerita sama aku." Tegas Seira pada kakaknya.


"Ini tentang Nathan, kakak sakit hati banget Seir," Zaskia menjatuhkan bobotnya di pinggir ranjang. Wajahnya terlihat kusut dan rambut berantakan.


"Seira udah pernah mengingatkan kakak, jangan menjalin hubungan dengan kekasih orang lain kak, nanti kakak yang bakalan sakit hati, tapi kakak tidak mau dengar." ucap Seira.


Zaskia merasa kesal pada Seira, karena Seira bukan membantu menyelesaikan masalahnya, malah menyalahkan dia.


Seira menyipitkan kedua matanya, keningnya mengerut seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Memangnya apa yang telah terjadi kak? dan apa yang bisa Seira bantu buat kakak?"


Zaskia mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya. Pelan-pelan ia mulai bercerita pada Seira tentang kandasnya hubungannya dengan Nathan.


"Aku mengikuti mereka, tadinya aku berniat membuat mobil yang mereka naiki mengalami kecelakaan, aku memang sakit hati, tapi aku sangat mencintai mas Nathan, aku tidak mau mas Nathan celaka." Pikiran Zaskia menerawang kembali kehadian beberapa jam yang lalu, saat dia mengikuti mobil Nathan.


Ia terbayang kembali kemesraan Nathan dan Adel, dan itu kembali membuat hatinya terasa perih.


Sementara Seira dia tak bisa berpikir lagi, dia tetap menyalahkan kakaknya sendiri.


"Aku tidak tahu mau ngomong apa kak, dari awal kakak udah tahu, kalau Nathan adalah pacar Adel. Tapi kakak tetap masuk di kehidupan Nathan dan menyerahkan tubuh kakak sama dia. Kakak sendiri yang menjerumuskan hati kakak ke rasa sakit yang kakak rasakan sekarang. Seharusnya kakak sadar dari awal, kalau kakak itu hanya mainannya si Nathan. Dan Adellah prioritasnya." Seira menasehati kakaknya panjang lebar.


Zaskia semakin kesal, ia berdiri dan menghentakkan kakinya ke lantai.

__ADS_1


"Ah sudahlah Seira, percuma kakak cerita sama kamu. Yang ada malah kamu nyalah-nyalahin kakak." decihnya pada adiknya.


Perdebatan mereka tak usai sampai tengah malam. Seira tetap menyalahkan Zaskia sendiri. Akhirnya dengan sangat kesal Zaskia mengusir Seira dari kamarnya.


"Kembalilah ke kamarmu Seira kakak mau tidur." ketusnya pada sang adik, seraya membuka pintu kamarnya lebar-lebar. Seira yang mengerti maksud kakaknya pun, segera keluar dari kamar Zaskia.


Decap kasar keluar dari mulut Zaskia. Wanita itu melangkah ke depan menuju meja hias di kamarnya. Lalu duduk di depan cermin, Menatap dirinya sendiri.


"Tega sekali kamu mas! setelah puas menikmati tubuhku, lalu mencampakkan aku begitu saja, brengsek !!!"


Bayangan kemesraan Adel dan Nathan, terus menari-nari dalam ingatan Zaskia. Seperti sebuah vidio rekaman yang sedang di putar. Hatinya begitu sakit membayangkan itu semua.


"Hemmm, baiklah mas kalau kamu ingin bermain-main api denganku, jangan salahkan aku jika berkobar." monolognya.


Setelah capek dengan amarahnya sendiri, rasa kantuk pun mulai menyerangnya. Zaskia bangkit dari duduknya, berjalan menuju ranjangnya. Lalu membaringkan tubuhnya disana.


Pagi harinya Zaskia sudah berdandan rapi. Semalam sebelum matanya terpejam, ia sudah merencanakan semua ini. Rencana untuk datang ke kantor Nathan dan menemuinya langsung disana.


Setelah memakan sarapannya, ia berpamitan pada mamanya. Tapi dia tak menoleh sedikitpun pada Seira, mungkin hatinya masih sakit dengan ucapan Seira semalam.


"Mah, Zaskia pergi dulu ya." Zaskia mencium tangan sang mama, lalu berjalan ke arah keluar.


Seira yang merasa tak di hiraukan oleh kakaknya, iapun menyadari kesalahannya dalam pikirannya, ia merasa sang kakak masih kesal padanya gara-gara jawaban yang ia lontarkan semalam. Tapi sebagai adik bahkan juga sebagai managernya Seira harus mengetahui kegiatan artisnya.


Seira pun mengesampingkan egonya dan menegur kakaknya, "kakak mau kemana? biar Seira antar."


Nggak perlu!" ketus Zaskia.


Seira mengikuti Zaskia keluar, lalu meraih tangannya.


"Aku akan keluarkan mobil, dan antar kakak sekarang."


"Nggak perlu Seira, kakak bisa pergi sindiri." Jawab Zaskia.


"Aku nggak akan biarin kakak pergi sendiri, apalagi dalam keadaan marah." Zaskia memaksa kakaknya.


Sementara Zaskia semakin kesal melihat tingkahnya.

__ADS_1


"Aku akan pergi menemui mas Nathan di kantornya, apa kamu masih mau ngantar juga?" matanya melirik kesamping ke arah adiknya.


Bersambung.....


__ADS_2