
Sekian lama berjalan dengan Nathan, bahkan sudah mendapatkan beberapa barang belanjaannya, Adel baru menyadari ketidak beradaan kedua sahabatnya.
"Loh mas, mana Ollan dan Hanna?" Adel menoleh kesana kemari mencari keberadaan Ollan dan Hanna.
"Kemana ya mereka? mereka nggak kelihatan lho sayang." seru Nathan.
"Ya udah, yuk kita jalan kesana....mungkin mereka ada disana." kata Adel. Dan kemudian mereka berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Adel.
Setelah berjalan beberapa langkah ke depan Adel merasa tenggorokannya kering.
"Mas, kita cari minum yuk...." ajak Adel.
"Ayolah sayang, mas juga haus nih." Nathan mengiyakan ajakan kekasihnya.
"Tuh, disana ada kafe....yuk kita kesana aja mas."
"Yuk..."
Mereka berdua bergandengan menuju sebuah kafe yang di dalamnya sudah ada Ollan dan Hanna.
Adel dan Nathan memasuki kafe dan di sambut juga dengan ramah oleh para pramusaji disana.
Adel dan Nathan, mengedarkan pandangan matanya menyapu seluruh ruangan kafe guna mancari tempat yang pas untuk mereka duduk. Hingga pada akhirnya pandangan Adel tertuju pada Ollan dan Hanna yang ada di sudut ruangan itu.
"Mas itu mereka...." tunjuk Adel dengan wajah yang berbinar, karena menemukan kedua sahabatnya.
"Eh, iya sayang....yok kita kesana." ajak Nathan, ia berjalan ke arah Ollan dan Hanna dengan menggandeng tangan Adel.
Setelah mereka sampai di meja tempat Ollan dan Hanna duduk. Nathan pun menyapa keduanya
"Hai Ollan, Hanna...."
"Eh, kalian dari mana saja?" tanya Hanna yang tampak terkejut.
__ADS_1
"Kalian tuh yang dari mana saja? kami kecarian kalian." ucap Adel.
"Udah-udah, sini duduk." Ollan menepuk bangku sebelahnya dengan tangannya, mengarahkan Adel untuk duduk di dekatnya. Adel pun menurutinya, ia segera duduk di sebelah Ollan.
Sementara Nathan ia duduk di sebelah Hanna, tepat di depan Adel.
"Em, mas Nathan....mana Zaskia kok Ollan nggak lihat dia dari tadi....?" dengan sengaja Ollan bertanya demikian pada Nathan, entah kapan ide itu muncul di benaknya, tiba-tiba saja si gemulai itu bertanya begitu, ia ingin melihat reaksi Nathan.
"E....e....a....aku tidak tahu." jawab Nathan gelagapan, dia tampak terkejut di tanya tentang Zaskia oleh Ollan. Iya dia takut Ollan mencurigainya, apalagi pagi itu Ollan sudah menaruh curiga padanya soal percakapanya dengan Zaskia.
"Kenapa mas? kenapa mas Nathan terkejut dengan pertanyaan Ollan?" dengan sengaja Hanna pun ikut mendesak Nathan, seolah sudah di rencanakan mereka sengaja membuat Nathan gugup di hadapan Adel dengan pertanyaan-pertanyaan mereka.
"Apa-apaan sih kalian? kenapa kalian tanyakan tentang Zaskia pada mas Nathan, aku justru belum memperkenalkan mereka." ucap Adel yang nggak terima kekasihnya di tanya maca-macam tentang orang yang dia anggap belum Nathan kenal.
"Udah kok Del, mas Nathan kenal kok sama Zaskia, iya kan mas." nada bicara Ollan seperti mengejek.
"Namanya dia artis, ya pasti aku kenal lah, setidaknya aku tahu." jawab Nathan yang mulai nampak kesal.
"Ah....sudahlah jangan bahas Zaskia terus, kalian ini bikin nggak enak suasana aja!" Adel mulai marah melihat tingkah sahabatnya.
Setengah jam berlalu dalam ketegangan di antara mereka. Akhirnya Ollan dan Hanna membuka obrolan lagi.
"Eh, elo beli apaan Del?" tanya Hanna yang mencoba mencairkan suasana kembali.
"Gue beli ini...." sahut Adel yang kemudian mulai menunjukkan pernak-pernik barang yang di belinya, mulai dari daster, kaus, tas tangan dan lain-lain. Semua barang-barang tersebut, akan di jadikan oleh-oleh Adel saat dia kembali ke Jogja nanti.
"Oh, bagus-bagus kok Del, pandai elo milihnya." kata Ollan sambil melihat-lihat barang yang telah di beli oleh Adel.
"Mas Nathan yang bantu milihin." Adel berbicara dengan tersenyum ke arah Nathan, seolah-olah ia sangat membanggakan kekasihnya itu.
"Ohh....begitu rupanya, tapi....biasanya orang yang pandai memilih barang, ia juga pandai memilih pasangan." kata Ollan menyindir.
"Apa sih maksud elo Oll? jadi menurutmu gue pasangan yang mas Nathan salah pilih gitu?" Adel merasa kesal dengan kata-kata Ollan barusan. Sedangkan Nathan, ia merasa serba salah dan tak berani mengatakan apapun di depan mereka.
__ADS_1
"Ayolah mas, kita kembali saja ke resort sepertinya mereka tak suka kita." Adel berkata sambil menarik lengan Nathan. Entah kenapa Adel merasa begitu kesal dengan sahabatnya itu. Ia merasa Ollan dan Hanna mulai tak suka dengan Nathan.
Bahkan sepertinya mereka mulai tak menyetujui hubungannya dengan Nathan. Mungkin mereka cemburu dengan Nathan, karena Adel banyak menghabiskan waktu dengan Nathan dari pada mereka, itu yang ada dalam pikiran Adel saat ini.
Adel pergi meninggalkan kafe itu bersama Nathan. Bahkan ia tak sudi menoleh lagi ke tempat dimana kedua sahabatnya itu duduk.
Ollan dan Hanna tercengang melihat kepergian Adel. Mereka berdua tak berkedip menatap sahabatnya itu berlalu meninggalkan mereka.
Setelah tubuh Adel dan Nathan menghilang dari pandangan mereka, barulah mereka saling menatap.
"Elo sih....lihat tuh Adel jadi marah." kata Hanna pelan.
"Biarin deh, gue nggak bisa tahan emosi gue, gedek gue lihat itu cowok." emosi Ollan meluap-luap.
"Harusnya, elo tahan dulu Oll, jangan kebawa emosi, pura-pura nggak tahu apa-apa aja."
"Entah lah Han, gue nggak bisa pura-pura."
"Apalagi soal Zaskia, harusnya elo tahan dulu jangan singgung-singgung soal Zaskia di hadapan Nathan. Itu bisa merusak rencana kita Oll....coba elo pikir, Nathan bakalan berpikir kalau kita curiga dia ada hubungan sama Zaskia, terus dia bakalan cerita sama mak lampir itu. Nah kan, mereka bakalan lebih hati-hati, terus kita bakalan susah ngumpulin bukti perselingkuhan mereka." Hanna tampak kesal dengan Ollan, ia menasehati Ollan panjang lebar.
Ollan mengangguk-anggukkan kepalanya, raut wajahnya penuh penyesalan.
"Maafin gue ya Hann..." Ollan meminta maaf pada Hanna, bibirnya mengerucut dan ia pun bergelayut manja di lengan Hanna.
"Yah, mau gimana lagi....semua udah terjadi Oll, sekarang Adel pasti nggak akan percaya lagi dengan omongan kita. Dia pikir pasti kita mengada-ngada karena kita cemburu dengan Nathan."
"Ya udah deh, kita selidiki dan cari bukti pelan-pelan, elo jangan marah dong...." Ollan merayu Hanna.
"Ya udah yuk kita balik, udah sore nih." Hanna mengajak untuk kembali ke resort.
Mereka pun membayar pesanan mereka tadi. Setelah selesai urusan mereka dengan kasir di kafe itu. Mereka pun segera kembali ke resort tempat mereka menginap. Mereka kembali ke resort dengan menaiki taxi.
Sesampainya di resort tempatnya menginap, mereka langsung menuju ke kamar. Di dalam kamar itu ada Adel yang sedang merapikan barang-barangnya.
__ADS_1
Ollan dan Hanna langsung masuk ke dalam kamar, saat melihat Adel mereka jadi merasa bersalah. Mereka berdua mendekati Adel untuk meminta maaf, tapi Adel malah diam saja dan keluar dari kamar itu. Seolah tak mau menganggap keberadaan kedua sahabatnya.
Bersambung...