TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Mendatangi Nathan


__ADS_3

Seira menoleh ke arah Zaskia, lalu tersenyum dan berkata, "aku akan mengantar kakak, tunggu disini aku akan keluarin mobil."


Seira berjalan ke arah garansi mobil. Mengambil kunci mobilnya di dalam tas, lalu mengeluarkan mobilnya.


"Hemmm, entah apa yang akan di lakukannya di kantor Nathan nanti? tapi gimanapun juga, dia kakakku," Seira bicara sendiri di dalam mobilnya sebelum Zaskia masuk.


Seira menghentikan mobilnya di samping Zaskia. Zaskia membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.


"Kalau boleh Seira tahu, kakak mau ngapain kesana?"


"Bukan urusanmu!" ketus Zaskia.


"Oke-oke, terserah kakak aku hanya mengantar."


Seira terus melajukan mobilnya. Mencari alamat yang di berikan Zaskia melalui google map. Tak sulit bagi Zaskia untuk mencari alamat kantor Nathan. Ia tinggal membuka internet dan semua akan muncul disitu.


Setelah melaju sekitar satu jam mereka pun sampai di tempat tujuan. Mereka sampai sedikit lambat karena tadi sempat terjebak kemacetan.


Seira memarkirkan mobilnya di halaman kantor. Zaska segera turun dan berjalan begitu saja meninggalkan adiknya yang masih berada di dalam mobil.


Zaskia terus berjalan dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang.


"Ya Tuhan, kak Zaskia? apakah aku sedang bermimpi?"


Nadia melepas kaca matanya, dan masih terlihat ragu.


Kemudian ia memeluk Zaskia dengan penuh semangat.


"Kak Zaskia? kenapa kamu ada disini? Apakah kamu bekerja disini? sejak kapan kamu bekerja disini? Bukannya seharusnya kakak sedang syuting?" gadis itu terus nyerocos, seolah tidak memberikan kesempatan pada Zaskia untuk bicara.


Zaskia membelai kepala Nadia sambil tersenyum, "Nadia, sudah lama tidak berjumpa, kamu ngapain disini dan sama siapa?"


"Lho kok malah kakak yang nanya sama Nadia? jawab dulu pertanyaan Nadia kak."


"Oh kakak mau bertemu teman," jawab Zaskia berbohong.


"Oh ya, siapa nama teman kakak, kerja di bagian apa? mungkin Nadia kenal orangnya dan tahu dimana ruangannya." gadis itu terus bicara dan membuat Zaskia kesal.


Zaskia menarik nafas dalam-dalam. Hatinya kesal melihat tingkah adik dari Nathan, "huh, dasar bocah ingusan, andai saja elo bukan adiknya Nathan udah gue damprat elo," ucap Zaskia dalam hati.


Zaskia bingung tidak bisa menjawab pertanyaan Nadia.


"Ayo kak Nadia antar, kalau kakak bingung di kartor ini," ajak Seira seraya menggandeng tangan Zaskia.


Zaskia melepaskan tangan Nadia.


"Tidak usah Nad, kakak bisa sendiri kok."


"Ayolah kak, Nadia cukup tahu tempat ini, karena perusahaan ini milik kak Nathan, kakak pasti nggak tahu kan?"

__ADS_1


"Oh sebentar, kakak ketinggalan sesuatu di mobil," ucap Zaskia kembali membohongi Nadia.


Zaskia sedikit berlari ke arah mobilnya. Ia takut kalau Nadia sampai mengikutinya. Cepat-cepat ia masuk ke dalam mobil.


"Udah siap ya kak urusannya? sekarang kita kemana?" tanya Seira.


"Apanya yang siap, kakak tidak jadi ketemu Nathan."


"Lho, emangnya kenapa kak? mas Nathan nggak ada di kantor ya?"


"Bukan karena itu, tapi aku bertemu anak sialan itu, gara-gara dia rencanaku gagal untuk menemui Nathan," raut wajah Zaskia tampak begitu kesal.


"Jadi gimana rencana kakak selanjutnya? apa kita pulang saja?"


"Enak aja pulang, kita sudah jauh-jauh kesini."


"Jadi?"


"kita tunggu saja disini."


Tok tok, kaca mobil di ketuk dari luar. Seira membuka kaca dan, "kak udah ketemu barang yang kakak cari?"


Deg, Zaskia terkejut luar biasa, hingga jantungnya seakan mau lompat dari tempatnya.


"Eh Nadia, kamu ngagetin orang saja," seru Zaskia yang tampak sangat terkejut dengan kehadiran Nadia yang tiba-tiba.


Zaskia melirik ke arah Seira. Dengan sebal ia keluar lagi dari dalam mobilnya.


"Nadia nggak sendiri kok kak, ada mama sama papa di dalam."


"Hah!" Zaskia ternganga mendengar ucapa Nadia barusan. Dia tak menyangka kalau ternyata ada pak Johan dan bu Dewi di dalam kantor Nathan.


"Ya udah kalau gitu kakak pulang dulu, teman kakak barusan telepon katanya kakak salah alamat."


Zaskia masuk ke dalam mobil, dan memerintahkan Seira untuk segera jalan.


"Sialan!! untung saja aku belum sempat masuk." monolog Zaskia.


Seira hanya diam saja, dia tidak bertanya apapun pada zaskia, karena tadi dia sudah sempat mendengar semua percakapan Zaskia dengan Nadia.


"Ngapain mereka sekeluarga ada di kantor?" tanya Zaskia pada adiknya.


"Lah, kok kakak nanya sama aku, mana aku tahu kak."


"Kakak jadi penasaran, harusnya tadi kakak nanya sama Nadia."


"Ya udah, kakak hubungi saja Nadia sekarang."


"Iya, kakak mau telepon dia sekarang."

__ADS_1


Zaskia mengambil ponsel dalam tasnya. Lalu menekan sebuah nomor kontak yang bertuliskan nama Nadia.


panggilan terhubung.


"Hallo Nadia, sorry ya tadi kakak buru-buru meninggalkanmu, karena teman kakak menyuruh kakak cepat menemuinya."


"Hallo kak, iya nggak apa-apa, Nadia ngerti kok kak."


"Oh iya, ada acara apa di kantor mas Nathan kok sampai om dan tante juga datang ke kantor?"


"Nggak kak, tadi kami lagi jalan-jalan aja dan membeli hadiah untuk kak Adel, terus nggak sengaja lewat sini, jadi papa mau singgah. Sekalian menanyakan sama mas Nathan tentang acara tunangan mas Nathan dan kak Adel."


"Tunangan?"


"Iya, emang kakak belum tahu ya kalau mereka mau tunangan?"


"Oh iya, kakak udah tahu kok, kemarin kak Adel udah cerita juga sama kakak."


"Nah iya kan, mereka memang pasangan yang serasi."


"Ya udah, kakak matikan dulu ya teleponnya, bye Nadia."


Panggilan di putuskan.


"Sial, benar-benar sial,!!! mereka mau tungangan Seir, kakak nggak rela, kakak nggak akan biarin mereka hidup bahagia di atas penderitaan kakak," racau Zaskia.


Sementara itu di kantor Nathan. Nadia berlari-lari kecil dan masuk ke ruangan kakaknya.


"mah, pah, kak," ucap Nadia, lalu ia duduk di bangku dalam ruangan kerja itu.


"Kamu dari mana saja Nadia?" tanya sang mama.


"Nadia hanya jalan-jalan di luar mah, oh ya tadi Nadia ketemu kak Zaskia loh."


Nathan mengangkat wajahnya,matanya terbelalak mendengar ucapan adiknya barusan.


"Zaskia!" seru Nathan


"Iya kak, kak Zaskia ada disini tadi, dia datang dengan adiknya, dan tadi ketemu Seira di luar."


"Ngapain dia kesini?" Nathan mengernyitkan dahinya, merasa heran.


"Katanya, mau ketemu temannya kak, tapi setelah itu tiba-tiba kak Zaskia bilang salah alamat."


"Oh, gitu."


"Iya kak, terus kak Seira pergi."


"Hemmmm, ya sudah mungkin dia memang salah alamat," jawab Nathan berbohong, karena ia tahu pasti tujuan Zaskia adalah untuk mencarinya.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang dengan Nathan, pak Johan dan bu Dewi pun pulang. Mereka keluar meninggalkan kantor Nathan, diikuti oleh Nadia.


Bersambung.....


__ADS_2