TEMAN MAKAN TEMAN

TEMAN MAKAN TEMAN
Andrew kembali ke Jakarta


__ADS_3

Sore ini mereka telah berada di airport, untuk mengantar Andrew dan sang mama kembali ke Jakarta.


Sebelum memasuki ruang keberangkatan. Andrew dan Roxana berpamitan pada Rudi, Alice, dan Adel. Roxana tampak memeluk erat Alice yang kini telah menjadi sahabatnya. Setelah memeluk Alice, ia pun segera memeluk Adel dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, jaga kesehatanmu, tante berdoa semoga kita akan bertemu kembali di moment yang lebih bahagia lagi," ucap Roxana, tanpa ia sadari bulir bening jatuh di pipinya.


"Iya tante, tante juga jaga kesehatan ya," Adel mencium punggung tangan Roxana dengan takjim.


Keluarga Adel melepas kepergian mereka dengan haru. Walaupun singkat kebersamaan mereka, namun karena ketulusan dan kejujuran di antara mereka, maka terjalinlah tali persaudaraan di antara mereka. Dengan begitu kuat.


Pesawat yang di tumpangi Andrew dan mamanya sudah terbang menuju ibu kota. Dan Adel beserta kedua orang tuanya pun sudah kembali ke rumah.


Setelah memakan waktu perjalanan sekitar satu jam sepuluh menit akhirnya pesawan mendarat dengan sempurna di bandar udara Halim Perdana Kusumu Jakarta.


Seseorang tampak sibuk memasukkan barang-barang Andrew dan mamanya ke dalam bagasi mobil.


"Apa kita langsung pulang tuan, nyonya?" tanya Ridwan, ia adalah sopir pribadi keluarga Gunawan.


"Iya kita langsung ke rumah saja pak, kami lelah, ingin istirahat," jawab Andrew.


Gunawan tidak bisa menjemput mereka hari ini karena ia sedang ada pertemuan penting dengan seseorang yang akan bekerjasama dengannya.


Tiba di rumah mereka pun beristirahat sebentar. Pukul delapan malam Gunawan telah sampai di kediamannya. Kedatangannya langsung di sambut gembira oleh istri dan anaknya.


"Bagaimana setelah mama kembali? apakah mama senang? papa harap mama bisa lebih bahagia sekarang," ucap Gunawan lalu mencium kening istrinya.


"Sangat menyenangkan pah, dan sekarang mama tidak mau membahas masa lalu," jawab Roxana.


Kepegian Roxana untuk berlibur ke Paris waktu itu memang bukan tanpa alasan. Saat itu Roxana ingin menenangkan dirinya setelah kejadian rumit yang di alaminya. Itulah sebabnya Andrew pun rela meninggalkan pekerjaannya demi menemani sang mama. Ia saat itu Roxana baru saja tertipu oleh seorang gadis yang sudah di anggap anak olehnya. Gadis itu pergi membawa lari semua perhiasannya.


Roxana tak masalah dengan perhiasan itu. Tapi ia menyayangkan sikap gadis itu. Padahal saat itu ia pun berharap akan menjodohkan gadis itu dengan Andrew. Tapi setelah mengetahui sifat gadis itu Roxana bersyukur dia belum sempat menjodohkan gadis itu dengan Andrew. Bahkan sekarang ia tak ingin tahu lagi tentang gadis itu.


Pikirannya sudah tenang. Di tambah lagi sudah bertemu dengan Adel. Ia sangat senang dan menaruh harapan besar pada Adel. Ia berharap Andrew dan Adel bisa bersatu.


"Berarti besok Andrew sudah bisa mulai masuk kantor," kata Andrew.


"Iya dong sayang, kamu harus kerja, harus sukses demi Adel,"


"Loh kok demi Adel sih mah?" Tanya Gunawan sambil tersenyum lalu merangkul pinggang istrinya.


"Iya dong pa, Adel kan calon menantu kita,"

__ADS_1


Mereka menuju meja makan, untuk makan malam bersama, beberapa pelayan tampak sibuk menata hidangan di atas meja.


"Jangan terlalu berharap ma, papa takut mama kecewa,"


"Kali ini tidak akan pa, karena kemarin kan mama sudah bilang di telepon kalau keluarga Adel dan Adel sendiri sudah setuju, sekarang putra kita ini sudah punya pacar pah bukan jomblo lagi," Roxana menggoda Andrew.


"Betul itu Drew?"


Andrew hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan sang papa.


"Semua tergantung Andrew pah, kalau ada apa-apa dengan hubungan dia dan Adel, berarti Andrew lah yang salah, karena mama yakin Adel adalah gadis baik-baik dan berpendidikan."


🔻🔻🔻


Hanna di rumahnya tampak kedantangan tamu. Tamu ini menyerahkan amplop lebar berwarna coklat, lalu Hanna menyerahkan uang pada tamu itu. Setelah itu mereka berjabat tangan.


"Terimakasih untuk kerja samanya," kata Hanna.


"Sama-sama," jawab tamu itu, kemudian ia pergi.


Setelah kepergia tamu itu, Hanna membuka amplop tadi dan meneliti semua isinya, membaca satu persatu berkas-berkas yang ada di dalam amplop itu. Ada alamat kantor dan alamat rumah seseorang disana. Ada foto sebuah keluarga. Dan ada informasi-informasi penting lainnya.


Tamu tadi ternyata adalah seseorang yang di bayar Hanna untuk menyelidiki tentang Andrew dan keluarganaya. Dan hasil yang di dapat adalah hal yang baik untuk Adel. Bahwa Andrew adalah laki-laki baik dan sukses di usia muda. Hingga membuat Hanna setuju sahabatnya itu berhubungan dengan Andrew.


Hanna segera menghubungi Adel dan memberitahukan berita yang di perolehnya.


🔻🔻🔻


Hari ini perusahaan akan mengadakan rapat proyek besar-besaran. Di mana PT Angkasa Jaya milik keluarga Gunawan adalah pemegang saham terbesar disana. Yang menaungi perusahaan-perusahaan lainya di bawah kendali PT Angkasa Jaya.


Gunawan sudah berdiri di samping mobil bersama sopir pribadi mereka.


"Andrew, ayo cepatlah nak," ajak Gunawan pada putranya.


Andrew yang masih di ambang pintu buru-buru menyusul ayahnya.


"Baiklah, ayo pah," jawab Andrew.


Roxana yang baru keluar dari kamarnya, ia tampak bingung melihat suami dan putranya yang sedang buru-buru. Hingga akhirnya ia menghampiri mereka.


"Apa kalian tidak ingin sarapan dulu?" Roxana berteriak begitu ia melihat suami dan anaknya akan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Tidak sayang, kami akan ada rapat penting hari ini, jadi harus cepat sampai ke kantor," jawab Gunawan.


Roxana hanya menghela nafas setelah mendengar jawaban suaminya. Saat Andrew dan papanya sudah memasuki mobil, Lalu Andrew keluar sebentar menghampiri mamanya dan berkata, "nanti kita makan malam bersama,"


Roxana tersenyum dan melambaikan tangannya menatap kepergian anak dan suaminya.


Mereka adalah keluarga yang harmonis.


Andrew memasuki mobil.


"Ayo pak jalan,". perintah Andrew pada sopirnya.


Mereka pun melajukan mobil menuju ke kantor.


Sampai di kantor Gunawan dan Andrew langsung mempersiapkan dokumen-dokumen untuk persiapan presentasi mereka nanti.


Mereka sedang memegang proyek besar, jadi Gunawan tidak ingin ada kesalahan sedikitpun saat meeting nanti di mulai.


"Tuan, para tamu sudah menunggu di ruang rapat," ucap sekretaris Andrew seraya menundukkan kepala.


"Oke, saya segera kesana," kata Andre.


Andre segera ke ruangan rapat, di susul Gunawan yang datang setelah ia tiba disana. Kali ini Andrew lah yang akan memimpin rapat perusahaan itu. Dan Gunawan hanya mendampingi putranya.


Di bangku-bangku ruangan itu duduk para pengusaha-pengusaha muda. Yang kebanyakan di antara mereka nasibnya bergantung pada PT Angkasa Jaya. Terutama Pt Adi Witana Group. Yang sudah di ambang kebangkrutan dalam beberapa bulan terakhir ini.


Pemilik perusahaan PT Adi Winata Group yang bernama Jonathan Adi Winata, tampat serius memperhatikan Andrew yang sedang melakukan presentasi. Yah ternyata Nathan yang pernah hampir bertunangan dengan Adel orang orang yang menjalin kerja sama perusahaan dengan Andrew kekasih Adel saat ini. Tapi baik Nathan maupun Andrew mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Apalagi dengan masalah pribadi mereka tentunya satu sama lain juga tidak saling mengetahui.


Yang Andrew tahu hanya Adel tidak jadi tunangan karena calon tunangannya menghamili orang lain. Tapi siapa itu mantan calon tunangan Adel, Andrew sendiri tidak tahu.


Bersambung....


***


Apakah yang akan terjadi selanjutnya..


pantengin terus ya...kisahnya sudah hampir tamat kok😊😊


maaf kan othor yang jarang up. Karena kesehatan othor sering drop


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2